Aku sangat yakin dia bukan seperti anak pada umumnya. Ada sesuatu yang spesial pada dirinya. Sesuatu yang kelak membawanya ke dalam perjalanan yang tak terduga. Aku belum tahu apa, tapi aku sangat yakin. Untuk saat ini aku hanya bisa bersabar dan melihat perkembangannya. Tidak baik jika aku hanya membuat prediksi-prediksi tak berdasar.
***
Ketika itu malam pun tiba namun ia tak bisa tidur. Hanya menatap langit-langit kamarnya sambil melamun. Ia tampak masih menyimpan seribu pertanyaan yang tak bisa ia jawab. Kebisuan malam menemani lamunannya kala itu. Dari kamar kecilnya ia beralih mantap jendela yang langsung mengarah ke perkotaan. Lampu-lampu dari gedung perkantoran di pusat kota begitu indah dilihatnya. Ia kemudian melihat langit dan bisa melihat redupnya bulan dengan bintang-bintang di sekelilingnya yang sangat menawan.
Pemandangan itu ia perhatikan dengan seksama. Kembali menyimpan beragam pertanyaan yang masih tak ada jawabannya. Dengan penuh rasa penasaran ia beranjak dari kasurnya. Berjalan secara perlahan ke arah jendela dan membukanya. Angin malam berhembus lembut memasuki kamarnya. Dinginnya malam menyelimuti seisi ruangan. Tetapi anehnya ia tidak merasakan kedinginan sama sekali. Ia menikmati hembusan angin yang menerpa kulitnya.
Ia berdiri menatap keluar menikmati indahnya suasana malam. Ada perasaan yang tidak bisa ia rasakan ketika malam hari. Ada sensasi yang membuat dirinya tak bisa apa-apa kecuali terdiam dan terhanyut dalam keheningan malam. Ia telah menemukan ketenangan dalam dirinya. Ketenangan yang membuat pikirannya lebih jernih. Ia mulai yakin bahwa semua pertanyaan dalam benaknya pasti ada jawabannya. Hanya saja belum saatnya untuk menemukan jawaban itu. Ia pun cukup lega setelah meyakini hal itu.
Sekali lagi ia menatap langit dan melihat bulan dengan lebih jelas. Kala itu sinar bulan semakin menghanyutkan pikirannya. Kembali terdiam dan menikmati hembusan angin yang memasuki kamarnya. Ingin rasanya ia diam lebih lama, tetapi waktu tak mengizinkan hal tersebut. Suara detak jam kamarnya berbunyi semakin keras seiring dengan heningnya malam. Seketika ia tersadar bahwa sekarang sudah larut malam dan ia harus segera tidur karena besok harus bangun pagi untuk bersekolah.
Dengan rasa kecewa ia menutup jendela dan perlahan berjalan kembali ke kasurnya. Kesal rasanya karena waktu tidak bisa diajak kompromi. Tetapi ia sadar ia telah menemukan sesuatu di dalam dirinya, sebuah ketenangan. Ia pun memejamkan mata dan akhirnya tertidur. Kala itu akhirnya ia jatuh cinta untuk pertama kalinya. Jatuh cinta pada kesunyian malam.
***
Sangat tak terduga! Pikiran kecilnya bisa terhanyut dalam keheningan dan dinginnya malam. Sebuah langkah yang cukup menarik untuk anak ini. Kehanyutannya dalam kesunyian bisa menjadi sesuatu yang baik namun bisa juga menjadi sesuatu yang buruk. Semua tergantung bagaimana cara anak ini menyikapinya.
Aku yakin malam ini ia telah belajar banyak hal. Anak ini tumbuh di luar ekspektasi. Aku semakin tak sabar melihat perkembangannya.
***
[TO BE CONTINUED]