LANGKAH KECIL

424 Words
    Bocah kecil itu sudah cukup dewasa untuk memulai perjalanannya. Aku tak sabar melihat apa yang akan terjadi dengannya hari ini. Kalau tidak salah, ini adalah hari pertamanya menginjak taman kanak-kanak. Biasanya akan banyak hal baru yang akan ia temui bukan? Teman baru dan lingkungan baru, awal yang cocok untuk memulai petualangannya ke dunia luar ini. ***     Jam menunjukkan pukul 7 pagi dan ia sudah berada di sekolahnya.Orang tuanya membiarkan ia berkenalan dan bermain dengan anak-anak lainnya. Awalnya ia terlihat malu-malu dan sangat kaku, namun lama-kelamaan ia mulai berbaur dan bermain dengan temang-teman lainnya.     Pukul 8 pagi bel pun berbunyi, semua orang tua mulai menghampiri anaknya masing-masing dan mengucapkan perpisahan. Bocah kecil itu mulai mengamati teman-temannya, ada yang menangis tak ingin ditinggal, namun ada juga yang senang karena tak sabar memulai pembelajaran di taman kanak-kanak ini.     Akan tetapi, bocah kecil inilah satu-satunya yang berbeda dari teman-temannya yang lain. Orang tuanya sudah pulang duluan, tak mengucapkan perpisahan tak juga berpamitan. Awalnya ia kebingungan tetapi kebingungan itu langsung ia abaikan karena guru-guru sudah berkumpul dan mengajak para muridnya masuk ke ruangan masing-masing.     Di kelas ia tak banyak berbicara, memang karena sebenarnya tidak banyak yang terjadi juga sih. Ia hanya mengikuti pembelajaran sesuai arahan guru di kelas. Karena hari ini hari pertama, tak banyak yang terjadi di kelas saat itu. Hanya perkenalan, dilanjutkan bernyanyi dan bermain, kemudian makan siang bersama.     Tidak ada yang menarik bocah kecil itu selama berada di kelas kecuali satu hal. Ia mengamati anak-anak lain dan ada perasaan yang asing dalam dirinya. Ia terheran kenapa ada anak yang sangat bergembira, ada anak yang dari tadi diam saja, ada pula anak yang menangis tak berhenti merengek minta pulang sedari tadi.     Ia pikir selama apa yang dilakukan adalah hal yang sama, perasaan setiap orang akan sama pula. Mereka sama-sama di kelas tadi, mereka juga sama-sama belajar hal yang sama, Namun kenapa mereka punya reaksi yang berbeda-beda? Sepertinya pertanyaan itu terus terngiang-ngiang dalam benak bocah kecil itu sampai bel pulang berbunyi.     Jam 1 siang ia dijemput orang tuangnya dan kembali ke rumahnya. Satu perjalanan sudah ia lalui, satu pengalaman sudah ia pelajari. Sekarang saatnya ia istirahat. Masih banyak yang akan ia lalui di kemudian hari. ***     Rasa ingin tahunya cukup tinggi, suatu langkah yang cukup baik untuk memulai segalanya. Aku yakin rasa ingin tahu akan membawanya menuju hal yang lebih hebat.     Hari ini ia sudah belajar bahwa semua orang punya perasaannya masing-masing. Ia mulai belajar mengenai emosi dan perasaan. Mungkin ia belum menyadarinya sekarang, namun kelak ia akan paham. Awalan yang bagus bukan? *** [TO BE CONTINUE]
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD