Bab 15

1044 Words
Drrt, chat dari Angel masuk Zelin, lg di mn? Cepetan ke salon perfect beauty di jl xx, awas aja blg lupa sama pesta ulang tahun Nana Huft, aku lupa ada janji sama Angel.. Bakal ketemu anak Heaven lagi.. Harusnya aku tolak biar Angel nangis sekalipun.. Zelin mengacak ngacak rambutnya sendiri karena kesal kemudian menarik nafas panjang mencoba untuk tenang. Baiklah, karena dulu Nana juga baik sering nyontohin tugas ke aku, jadi ngga masalah hadir ke pestanya sebentar, absen muka trus pulang.. Tak tak tak, Zelin membalas pesan Otw bawel "Apa harus yah dandan di salon" Ucap Zelin sesampainya di salon "Hey, nanti kita bakal ketemu anak anak sombong lagi.. Sekarang aku dan kamu udah lebih cantik saat terakhir kali bertemu waktu SD, kita tunjukin bahwa kita hidup dengan sangat baik walaupun di sekolah biasa" "Angel, perasaan dulu kamu ngga pernah dengerin omongan orang deh" "Dih.. Aku mau cantik masa ngga boleh?" "Kenapa ngga ngajak Reino aja? Kamu dandan cantik pasti dia seneng" "Party ini khusus anak Heaven yang satu angkatan sama dia" "kita alumni kan masuknya?" "Yang penting pernah satu kelas sama Nana, sini aku bisikin" Angel menempelkan mulutnya ke kuping Zelin "Tujuan Nana itu bikin koneksi kaum milenial, Ayah Nana sekarangkan kepala militer negara" "Ngga tertarik politik" Balas Zelin "n kamu taksir" Angel mengedipkan matanya dengan centil "Sudah yang ke berapa kamu nyoba jodohin aku.. Ada sepuluh cowo yang kamu kenalin ke aku dan berakhir aku di tolak" "Itu yang aneh, semua laki-laki pada ngga percaya diri sama pesona Zelin.. Tapi cowok di pesta nanti anak pejabat penting jadi mereka punya rasa percaya diri yang tinggi" "Alasan terabsurd yang pernah ku dengar, aku ke sini bukan karena aku mau ikutan pestanya, karena kalau aku ngga tururin kemauan kamu, pasti kamu bakal dateng ke rumah gedor gedor rumah aku dan buat tetangga rumah menjadi risih" Angel memeluk Zelin dengan erat, "Dandanin dia dengan dandanan terbaik" Pinta Angel pada pelayan salon Sepuluh cowok yang pernah ku temui tidak ada satupun yang melirik ku, padahal aku yakin saat perkenalan mereka cukup antusias dan semangat.. Tiba tiba terbesit pikiran bahwa ada seseorang yang sengaja mengancam mereka untuk menjauhi ku.. Aku mata mata kak Alan! Kalimat Rose sedikit memengaruhi dugaan ku, menurut ku ucapannya kurang masuk di akal, gimana bisa ada orang yang bersusah payah seperti itu, seperti penguntit bukankah terlalu mengerikan membayangkan ada orang yang memata matai setiap gerak gerik yang kita lakukan.. Kalau pun benar apa tujuannya? Gadis yang sangat biasa sepertiku harus di awasi seperti narapidana saja.. *** Tin Tin Tin, klakson mobil bersahutan karena tidak sabar untuk jalan setelah macet selama tiga puluh menit. Ada pembangunan besar besaran di tengah kota dan membuat pengguna jalan umum terdampak kemacetan ketika mobil mobil besar memasuki area pembangunan. "Bukannya udah hampir setahun yah pembangunannya.. Menurutmu mau dijadikan apa tempat ini? Hotel atau mall?" Tanya Angel yang terlihat lelah menunggu mobil jalan "Ngga tau, itu urusan orang kaya, yang jelas mereka kebal hukum karena sudah buat kemacetan satu tahun tapi tidak ada yang buat pengaduan.. Kalau buat hotel atau mall rasanya ngga mungkin deh dilihat dari kerangka bangunannya" Ucap Zelin mengamati dari celah yang terbuka "Akhirnya jalan juga, sampai sana hanya telat sedikit" Ujar Angel memandangi jam tangannya "Telat lama juga ngga masalah" balas Zelin Zelin tidak pernah menduga bahwa bangunan yang dia keluhkan tersebut akan menjadi tempat tinggal yang telah dipersiapkan Alan untuknya. Di tempat pesta, "Hai Angel, Zelin.. Lama ngga ketemu" Zelin hanya membalas senyum berbalik dengan Angel yang terlihat banyak mengobrol dengan yang lain. Padahal dulu Angel orangnya terkesan galak, sekarang dia mudah akrab dengan mereka, perubahan besar buat Angel.. Berbeda dengan ku bukannya maju kedepan malah semakin hari semakin muram, kalau saja Angel ngga sering sering mengajakku bicara, pasti hari hari ku terisi dengan melamun.. Orang lain pasti menganggap aku menjadi lebih pendiam karena syok sepeninggal mama, tapi ada alasan lain kenapa aku lebih memilih banyak diam.. Aku merasa sangat lelah, dengan semua kejadian yang sudah aku lalui dan berpuncak pada kematian mama sekarang tujuan hidupku sedikit buntu.. Tap.. Ditengah kegalauan batin tiba-tiba ada seseorang yang memegang bahu Zelin dari belakang, gadis cantik mengenakan gaun off shoulder dengan gaya rambut kuncir setengah membuatnya cantik effotrless. "Ketemu.." Ucap gadis cantik tersebut dengan nafas tersengal "Zelin! Masih ingat aku? Intan.. Yang pernah liburan bareng di Villa" "Ah, iya Intan.. Katanya kamu sekolah di Jepang? Lagi liburan yah?" "Untung ingatanmu baik, jadi aku ngga perlu ngomong panjang lebar.. Beneran yah takdir baik berpihak padaku, setelah susah payah aku cari nomor kamu, eh malah ngga sengaja ketemu di sini" "Cari aku kenapa?" "Jauhin Alan, kalau liat dia langsung lari sejauh mungkin" Setelah Dika dan Rose memintaku menjauhi Alan, sekarang sepupunya mengatakan hal yang sama.. Rahasia yang ngga pernah aku sadari tapi mereka mengetahuinya.. "Kita udah lama ngga berhubungan kok, aku ganti nomor dan kak Alan ngga tau nomer baruku, kak Alan juga ada di Jerman kan? Jadi sama sekali udah ngga pernah ketemu" Woah, ngga disangka gadis kecil ini punya inisiatif menjauhi Alan lebih dulu.. Batin Intan senang Intan terkejut melihat laki-laki yang melangkah dengan diiringi banyak pengawal disisinya. Kenapa Alan kesini? Dia ngga ada dalam daftar tamu kan? Bukan angkatan kelas Nana juga.. "Tuan Alan keren banget" "Lama ngga liat kenapa tambah ganteng" "Jadi keseratuspun aku rela" Zelin dan Intan sama-sama menatap dengan wajah datar. "Bukankah ucapan mereka terlalu keras.. Sudah lama sekali aku ngga liat reaksi seperti itu" Ucap Zelin "Mereka sengaja berbicara keras agar terdengar Alan, tapi untunglah kamu ngga tertarik sama penampilan dia" Sahut Intan Kemana Angel pergi? Ngga sadar aku udah terpisah dari Angel.. Hah, awas aja yah kalau ketemu! Dia yang ngajak aku ke sini malah dia ninggalin aku! "Intan aku cari Angel dulu ya, teman yang ke sini bareng aku ngilang" "Iya, aku juga mau ketemanku" Sebenarnya kenapa Alan ke sini? Apa aku ngintip ke dalam? Dari perlakuan keluarga Nara, sepertinya Alan adalah tamu kehormatan.. Intan yang penasaran berjalan masuk ke dalam rumah padahal tamu lain berada di taman. "Cita-cita memiliki alat perang buatan sendiri akan segera terwujud, anda tidak perlu khawatir.. Karena hak patennya asli dari warga negaranya sendiri" "Aku menantikan pemikiran liar generasi muda sepertimu" Hanya sepenggal kalimat tersebut yang didengar Intan. Liciknya.. Alan mau memonopoli negara juga.. Bisik batin Intan ia buru buru keluar agar tidak terlihat Alan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD