Rumah pejabat negara bisa sebesar ini yah, berapa kira kira gaji yang mereka dapatkan dari pajak kami.. Bisik batin Zelin yang tidak menemukan Angel dan malah tersasar ke taman yang ada kolam ikannya
Bukannya ini ikan Garra rufa yah, yang suka memakan sel-sel kulit mati manusia dengan cara menghisapnya dan mengeluarkan kulit segar di lapisan bawahnya.. Hah, padahal aku sengaja pake sepatu high heels yang paling pendek tapi tetap saja kakiku ngga terbiasa..
Zelin menengok kiri kanan melihat sekitar sebelum memasukkan kakinya ke dalam kolam. Perasaannya membaik.
Tuk tuk tuk, terdengar suara langkah sepatu pantofel mendekat. Buru buru Zelin keluar dari kolam.
Dari semua tempat kenapa bertemu kak Alan di tempat sepi seperti ini.. Aku harus menyapa atau pura-pura ngga kenal saja..
"Zelin.." Suara berat Alan memanggil
"Kak Alan" Sahut Zelin
Kenapa dia tiba-tiba mendekat, apa yang ingin dia lakukan..
"K.. Kita.. Ter.. Terlalu dekat" Ucap Zelin gugup tapi semakin membuat Alan mendekatkan dirinya
"Aku kecewa, kamu gugup tapi nafasmu begitu tenang. Ngga merasakan apa apa biarpun aku melakukan ini? Sama sekali ngga berdebar?"
Bugh, Zelin memukul dagu Alan dengan kepalanya.
"Kak Alan jangan bercanda kayak begini ke orang lain, ini benar benar jahat, sebenarnya kenapa kak Alan tiba-tiba bertingkah seperti ini pada ku" Ucap Zelin dengan nada kesal, sekarang posisinya terjepit didepan ada Alan dibelakang ada kolam yang kemudian membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke kolam.
Dia datang untuk membuli ku rupanya.. Sekarang aku harus keluar pesta dengan baju basah seperti ini..
Tanpa diduga Alan masuk ke dalam kolam dan membopong tubuh Zelin. "Turunkan aku kak, nanti tamu pesta akan heboh melihatnya"
"Akhir akhir ini banyak orang membuatku kesal, bisakah kau diam saja sekarang"
Zelin diam membeku mendengar ucapan Alan barusan, wajah datar dan dingin Alan sekarang menurutnya adalah wajah asli yang disembunyikannya.
"Kak kamu ngga perlu repot membawa ku seperti ini, aku jatuh sendiri tadi bukan karena didorong kakak"
"Aku ingin menggendongmu kenapa berisik sekali"
Zelin meronta tapi kekuatan Alan diluar batas milik Zelin.
Hmm! Alan mencium paksa Zelin dan membuat Zelin terpaksa menggigit bibir Alan sampai berdarah tapi tetap tidak dilepas juga olehnya.
Tenaganya kenapa kuat banget..
Akhirnya Zelin menggigit lidahnya sendiri baru Alan melepas pelukannya. Zelin berusaha lari sekencang mungkin tapi tangan Alan berhasil menangkapnya lagi.
Plak! Zelin menampar Alan ditengah keramaian pesta, semua mata tertuju padanya.
"Heh.. Dia berani mukul cucu kesayangan S. J Grup" para tamu mulai berbisik bisik
"Apa dia ditolak cintanya? Karena marah jadi nampar tuan Alan?"
"Siapa sih gadis itu? Secantik apa tangannya berani memukul wajah malaikat"
Para pengawal mulai mengitari Zelin dan Alan. "Berikan jasmu, gadis ku basah dan sekarang bajunya nerawang, siapa pun yang melihat akan ku congkel matanya" Alan menarik jas salah satu pengawalnya untuk dipakaikan pada Zelin.
"Wah mau dibawa kemana dia? Apa bakal dituntut?"
"Salahnya kan main tampar aja"
Angel yang melihat dari kejauhan berusaha mendekat tapi terhalang anak lain yang berkerumun. Sampailah dia berdiri disamping para pengawal. "Hey, kalian mau bawa Zelin ke mana?! Aku laporin polisi kalau kalian ngga lepasin tangan Zelin!" Angel menyerobot paksa pasukan pengawal
"Angel.. Hiks" Zelin memeluk Angel, matanya sembab dan terlihat ketakutan
"Tuan muda sepertinya terjadi kesalah pahaman di sini, teman saya biasanya ngga main tangan saat marah. Mengingat kalian dulu juga pernah berteman akrab, dengan penuh kerendahan hati saya harap anda mau melepaskan teman saya yang ceroboh ini.. "
Rasanya aku ingin menangkapnya sekarang juga dan pergi ke suatu tempat dimana tidak ada orang yang tahu.. Aku ingin berada di sana bersamanya, dimana tidak ada orang di sana dan tidak ada yang bisa melihatnya kecuali aku..
Alan mengusap pelan rambut depan Zelin dan mencium keningnya, "Sayang sekali dandanan cantiknya rusak karena basah, hari ini istirahat dengan baik oke, nantikan kita bertemu lagi"
"Gila.. Aku merinding dengernya" Ucap Angel setelah Alan pergi
"Benar, dia gila" Sahut Zelin
"Kalian punya hubungan khusus? Kok ngga cerita sih! Ah, aku marah nih, percuma kan aku cariin cowo buat kamu ternyata seleranya kaya kak Alan! Jadi para cowok yang aku comblangin memang minder ke kamu yah? Kamu cerita kak Alan ke mereka?"
"Bukan seperti yang kamu pikirkan ngel, sekarang aku mau pulang, besok aku ceritain semua ke kamu"
Di sudut lain dalam halaman pesta, "Hey, di sini ada kenalan psikolog handal ngga? Aku mau konsultasi" Ujar Intan
"Orang kaya punya beban pikiran juga ternyata, bukannya sekolah mu di Jepang lancar?"
"Bukan untukku, aku ada kenalan yang sifatnya sedikit berbeda dari kebanyakan orang"
Entah kenapa aku kasian sama Zelin, karena sudah terlilit ular mau lari kemanapun pasti ngga akan bisa kabur.. Terkunci dan tidak bisa jauh dari pandangan. Paling ngga dia bisa konsultasikan sifat Alan kalau sewaktu waktu perilakunya brutal..
***
"Buat kekacauan sebelum masuk kantor, ck.. Kalau gadis yang kamu sukai ngga menyukaimu tapi kamu tetap mengejarnya, itu bukan cinta tapi obsesi " Kakek Alan langsung mengetahui kejadian di pesta
"Kakek, di usia ku kan wajar kalau jatuh cinta sampai buta.. Yang penting aku sudah menyelesaikan tugasku. Sekarang kakek bisa mengambil simpati publik dengan menjadi menteri sosial dulu, setelah penandatanganan kontrak pembuatan peralatan militer selesai baru strategi selanjutnya dilaksanakan " Ucap Alan mengalihkan topik pembicaraan
Bocah ini gimana bisa punya pikiran buat peralatan militer dengan keuntungan ratusan triliun.. Jadi itulah mengapa dia mengambil jurusan teknik di Jerman.. Bisik batin om Irwan, ayah Intan
" Apa ini ngga terlalu beresiko? Jangkauan monopolinya bukan hanya satu negara tapi bisa membuat keributan dengan negara penyuplai alat yang biasa negara kita beli" Ucap pak indrawan, ayah Alan
"Resiko besar tapi keuntungannya juga besar, ayah.. Dan kakek bisa mengukir sejarah dengan hak paten produksi alat militer mandiri tanpa kerja sama dengan negara lain"
Seberapapun dipikirkan kalimatnya sangat manis dan menggiurkan.. Otaknya itu sebenarnya terbuat dari apa! Ahli Fisika, hacker, bahkan strategi.. Bocah mengerikan ini terlalu sempurna untuk bermusuhan dengannya sekarang.. Bisik batin pak Irwan lagi
Sebenarnya pak Irwan berencana menyekolahkan Intan dibidang kesehatan dan membuatkan rumah sakit gratis untuk menarik simpati warga. Sebagai bentuk partisipasi dukungan pada ayahnya yang berniat mencalonkan diri menjadi presiden. Nyatanya rencana yang dirasa matang tersebut kandas dengan rencana brilian Alan.
**
"Perketat penjagaan di sekolah Zelin, karena pasti banyak wartawan rese penasaran dengan dia, tetap awasi dari jauh jangan sampai ketahuan" Perintah Alan pada salah satu pengawalnya
"Siap tuan"
"Redam beritanya hanya sebatas aku ditampar Zelin di depan umum, jangan sampai identitasnya ikut tersebar, blur juga foto Zelin.. Aku ngga suka sesuatu milikku dipertontonkan banyak orang, hanya aku seorang saja yang boleh memilikinya sepenuhnya"
"Tapi tamu yang ada di pesta juga banyak yang melihat nona Zelin"
"Asal mereka tidak menyebarkan ke Internet ngga masalah, cuma ngawasin orang iseng Jack bisa kan mengontrolnya?"
Jack adalah salah satu pasukan anak buah Alan dibidang hacker.
"Saya sudah menginfokan Jack untuk mengawasi situs yang berkaitan dengan nona Zelin"
"Yah, sekarang pergilah.. Aku lelah"