Introduction
Cerita ini merupakan cerita yang ditulis ulang dari cerita sebelumnya yang berjudul "Our Unfinished Story" dengan perbaikan di beberapa bab. So, enjoy the story ...
*
Menatap punggungmu yang mulai menjauh, andai kupunya kesempatan untuk kupanggil namamu.
(Arini Luna Saraswati)
Kusadari arti hadirmu, namun apa daya, menoleh pun aku tak kuasa.
(Galang Raditya Lazuardi)
Maaf ... Hanya itu kata yang aku punya untukmu.
(Dirga Hutomo Chandra)
Ehm ... boleh, enggak, Bunda Alin kupanggil Mommy Bunda? Soalnya aku enggak punya mommy.
(Tasya Kieran Lazuardi)
*
Sebait puisi yang tertulis di lembar terakhir buku catatannya, menjungkir-balik dunia Arini. Ia, dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, terseok merangkai keping demi keping kisah di masa lalu dan mengantarkannya pada kenyataan yang kini justru teramat sangat ingin ia hempas. Kala tekad telah membulat, sekonyong-konyong sepasang tangan kecil merantai langkahnya.
Semesta pun sepertinya belum puas bermain-main dengan goresan takdirnya, mengombang-ambingkan ia dalam pusaran dilema, menghajar habis warasnya, serta mengentak egonya hingga luruh tak bersisa. Ia benci hal itu.
Akankah ia urungkan niatnya, lalu membentangkan lebar kedua tangannya untuk memeluk takdir dalam damai hati? Atau kembali mengeraskan hati dan kepalanya demi memenuhi kata "Tak ada kesempatan kedua."
*
Jangan lupa tap love dan follow akun aku.
Sapa juga aku di IG @sayocamar_165