25. Kekagetan Ibu

2001 Words

Hari ini Mas Gala jadi datang ke rumah. Seperti saran dari Ayah, dia datang hari minggu malam senin, saat Ayah dan Ibu tidak jualan di warung. Demi menyambut Mas Gala, Ibu sampai sengaja masak besar. Padahal aku sudah bilang tidak usah repot. Belum tentu juga Mas Gala mau diajak makan bersama. Namun, Ibu tetap kekeuh mempersiapkan itu. Sebenarnya, bagian ini Ibu terbawa adat saat masih tinggal di Temanggung dulu. Di sana, biasanya kalau ada tamu ‘penting’, pasti disuruh makan. Mau atau tidak mau, disiapkan saja lebih dulu. Sebenarnya ini bagus. Dari segi niat saja sudah baik. Namanya memuliakan tamu itu berpahala. Bukan begitu? “Kok belum datang juga, ya, Ma? Jadi beneran atau enggak?” tanya Ibu sembari melirik jam dinding. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang seperempat.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD