24. Kesepakatan Berdua

2003 Words

Tak bisa didebat lagi, memang sudah saatnya aku ganti ponsel. Bahkan setelah ganti LCD sekalipun, banyak hal lain yang bisa dikeluhkan. Tidak hanya soal memori yang tinggal sedikit, juga tentang perfoma ponsel yang mulai melambat. Namun, aku harus tetap menahan ini. Aku akan beli jika uang yang kupunya sudah cukup. Sejujurnya, selama menunggu insternship, aku tidak benar-benar berdiam diri. Aku mengajar les dari rumah ke rumah. Ada yang anak SD, ada pula anak SMP. Total lima orang. Meski upahnya tak banyak, tetapi lumayan. Uangnya bisa untuk tambah uang jajan agar tak meminta Ayah terus menerus. Selain itu, sekalian aku juga mengisi kegiatan dengan hal yang bermanfaat. “Hape baru, apa, Ma?” tanya Ayah saat melihat ponselku tergeletak di meja. “Kok layarnya mulus banget.” “Enggaklah, Y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD