Bab 83: Reflection of Love (7) "Halo, Eyang? Iya, kenapa?" "Oh, gitu. Jadi Sean sama Ezel udah di sana? Kak Meylina gimana?" "Syukurlah. Semoga cepet sembuh deh ya, Eyang." "Hani udah makan, ini lagi sama temen. Eyang udah makan? Atau mau Hani bawain apa gitu?" "Hmm, oke lah. Kalau gitu nanti Hani langsung nyusul aja kali, ya? Jam berapa Kak Mey keluar?" "Oh, masih ada waktu sih. Nanti mungkin Hani cek anak-anak dulu di cafe sebelum ke sana ya, Eyang. See yaa, salam buat Mas Arsyad." "Iya, Hani gak bakal kenapa-kenapa, kok, hehe. Udah dulu ya, Eyang. Hani sayang Eyang. Mmmuuaachh! Hahaha." Gue mengerjap beberapa kali. Lalu tersentak kaget. Dengan sekuat tenaga tangan gue mendorong tubuh Beruang Kutub yang semakin lama semakin menempel. Mengikis jarak yang tercipta di antara kita.

