Bab 77

1179 Words

Bab 77 : Reflection of Love Cafe milik Sean selalu ramai. Dari mulai buka sampai mau tutup, kalau kami belum memasang tanda toko tutup, maka pelanggan masih akan datang. Gue enggak tahu kenapa Sean bisa mempercayakan tempat yang keren ini di tangan gue. Padahal gue enggak pernah punya pengalaman atau pengetahuan di bidang ini. Tapi nyatanya dia mengajari gue dengan sabar, memberikan arahan, lalu menempatkan gue dengan posisi yang cukup penting di sini. Seharusnya gue bersyukur dan menerima dia sebaik-baiknya kan? Membalas cinta cowok ganteng nan tajir ini, atau setidaknya pura-pura menerima dia sebagai ucapan terima kasih. Tapi enggak. Gue bukan nggak mau, anggaplah gue nggak tahu diri. Bukankah malah aneh dan makin kurang ajar kalau gue juga menipu Sean dengan perasaan palsu kayak gitu?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD