Bab 79 : Reflection of Love (3) Gue mengerjap beberapa kali sambil menatap punggung cowok itu yang berangsur menjauh. Ketika tubuh tingginya ditelan oleh belokan koridor kecil dekat anak tangga, otomatis mulut gue berdecih, kemudian senyuman miring dan dengkusan kesal bercampur heran lolos begitu saja. Gue benar-benar enggak menyangka kalau Beruang Kutub itu akan mengikuti sampai ke sini. Tanpa sadar gue masih bergeming di tempat semula. Bersandar pada meja sambil menatap langit yang tampak cerah dari kaca jendela besar yang menghadap ke luar. “Shanie, lo harusnya kapok!” Gue memijat pelipis yang tiba-tiba berdenyut nyeri. “Dia sudah mempermainkan perasaan lo, dia juga pernah merendahkan lo, membuat lo dipecat dari pekerjaan lo, yang yang paling parah adalah … cowok itu PEHAPE. Sadarlah

