Bab 75

1431 Words

Bab 75 : Perasaan yang Dulu dan Sekarang Gue masih terdiam sampai beberapa saat. Bahkan setelah kami masuk ke mobil, keluar dari parkiran, dan Sean sudah melajukan kendaraannya. Quizell mendekap erat gue, dan terlihat nyaman dalam tidurnya, sementara kami masih berpacu dengan ramai lancarnya Jalanan di Jakarta. Sesuai namanya, kota metropolitan ini memang tampak tak pernah mati. Belum pernah gue melihat Jakarta benar-benar menjadi tempat yang hanya aktif pada siang hari. Bahkan di tengah malam pun walau agak sepi, aktivitas kota masih berlanjut.  Misalnya saja bus-bus yang tetap menarik penumpang sejak pukul tiga dini hari. Para pengamen yang masih ramai bahkan saat jam sudah menunjuk ke angka 22:00 WIB. Juga lampu-lampu penghias kota dan baliho, serta papan iklan warna warni yang tak pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD