Bab 53: Lebih Baik Dari Kemarin Rasanya gue tertidur sangat lama. Entah apa yang terjadi, tapi untuk sesaat kenangan dan mimpi buruk itu benar - benar menghilang. Lalu, saat gue mencoba membuka mata kali ini, satu - satunya hal yang gue lihat adalah langit-langit putih polos nan pucat. Satu tarikan napas dan gue merasakan ada sesuatu di dalam rongga hidung. “Hani, kamu enggak apa - apa?” Gue bersusah payah mengangguk, ada selang yang masuk dari hidung dan menerobos kerongkongan, dan itu sangat menyiksa. Suara Sean bagai angin segar dan membuat gue agak sedikit tenang. “Tenang, istirahat dulu aja, ya?” Suara Sean lembut banget, tapi sejujurnya bukan dia yang gue cari. Ingatan gue masih cukup bagus untuk meng

