Bab 67

2956 Words

Bab 67: Jika Cinta Terpaksa Mati Seperti biasa, udara mulai terasa kering dan panasnya sinar mentari mulai menyengat. Padahal ini baru jam - jam menjelang siang. Bahkan, belum tepat pukul dua belas tengah hari. Akan tetapi rasanya terik sudah menyiksa. Pun begitu awan putih yang menggumpal cantik malah menyebar di langit biru yang cerah. Orang - orang berlalu lalang seperti biasa juga. Tak ada yang aneh dari laju kendaraan yang melesat memenuhi jalan raya. Debu yang berterbangan dari jalan juga tampak sedang beradu dengan sapu petugas kebersihan. Semuanya sangat normal.  Ya, benar - benar normal.  Mereka semua normal, kecuali gue. Gue menatap sebuah gedung tinggi dari salah satu hotel bintang lima yang terkenal di Jakarta. Berdiri di depan gerbang masuk terluarnya dan terdiam bagai an

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD