Perhatian

603 Words
Barra merasakan tangan Lily yang bergerak pelan, ia sedikit mencodongkan tubuhnya mendekat Lily. "Kamu sudah sadar?" tanya Barra sambil mengusap puncak kepala Lily. "Masih sakit?" imbuhnya seraya membantu Lily untuk duduk. Lily memegangi kepalanya yang masih terasa pusing, dan merasakan sedikit nyeri di bagian tangan yang terpasang selang infus. "Kenapa kamu di sini?" tanya Lily dengan memasang wajah cuek bebek. Barra tersenyum, dan menarik dagu Lily dengan lembut, tatapan mereka pun bertemu. "Baru sadar saja sudah marah-marah, kamu tau? Kamu di ciptakan hanya untuk ku, jadi apa pun yang terjadi dengan mu, aku akan selalu berada di dekatmu." "Ckckck,,, kau terlalu cepat memberi stempel atas diriku, kau pikir aku menyetujuinya?" Barra menaikkan bahunya. "Aku tidak membutuhkan persetujuan dari mu, dan apa kau ingin benih yang aku tanam tadi malam tumbuh dan tidak memiliki seorang Ayah?" Lily menatap Barra penuh emosi, Sedetik kemudian ia membuang tetapannya ke arah lain, rasanya ia sangat ingin meluapkan emosinya dengan cara memaki pria itu, tetapi semua itu percuma, karna Lily merasa dirinya dapat di kendalikan oleh Barra. "Sudah,,, jangan pikirkan hal lain, kamu baru sadar, apa pun yang terjadi, aku akan selalu di samping mu, dan bertanggung jawab atas semuanya, aku tidak menjanjikannya, tapi aku akan membuktikannya, percayalah." ucap Barra dengan wajah yang menyiratkan penuh ketulusan. "Terserah kamu." Barra mengacak rambut Lily penuh sayang, kemudian ia mendekat ke arah Lily, dengan sangat jelas Barra dapat melihat wajah memerah malu Lily, ia pun dapat merasakan deru nafas wanita itu. Lily merasa tidak nyaman, karna wajah tampan Barra membuatnya tersipu malu. "Kamu mau ngapain?" tanya Lily penuh selidik. Barra tidak menjawab pertanyaan Lily, ia semakin mendekatkan wajahnya, membuat Lily memejamkan mata. Barra memencet tombol otomatis yang tersambung langsung dengan dokter yang ada di belakang ranjang Lily. Barra terheran melihat Lily yang memejamkan matanya, "kamu kenapa?" tanya bara sambil memegang kedua sisi bahu Lily. Seketika Lily membuka matanya, ia pun mengusap tengkuk lehernya. "Ehmm... Tidak.. Aku hanya..." ucapannya tertahan karna melihat pintu yang terbuka. Dokter berjalan mendekat ke arah mereka. "Sudah sadar ya, gemana? Apa masih terasa sakit, atau kepalanya masih terasa pusing?" Lily menatap Barra sejenak sebelum menjawab pertanyaan dokter itu. "Masih terasa pusing sedikit Dok." ucapnya lirih. Dokter tersenyum tipis. "Tidak pa-pa, itu hanya pengaruh kelelahan, sudah biasa bila manten baru seperti ini." ucapan dokter membuat Barra tersedak, dan Lily pu menatap Barra penuh tanya. "Jadi kapan istri saya ini bisa pulang Dok?" tanya Barra sambil memeluk Lily dan mengusap-usap punggunya sambil menggoda wanita itu. "Sore ini sudah bisa pulang, karna memang tidak ada hal yang serius, dia hanya butuh istirahat, dan saya akan memberi resep agar staminanya segera pulih." Barra pun menggangguk paham, dan Dokter pun berpamitan kepada mereka. Lily mencubit perut Barra, membuat pria itu mengaduh sambil mengusap perutnya yang terasa nyeri. "Apasih Baby, sakit tau." rutuk Barra kesal. "Kamu yang apaan?, pake ngaku-ngaku aku ini istrimu." Omel Lily "Udah deh marahnya, makan buah aja ya, biar aku yang kupasin." saran Barra dan langsung mengupas jeruk. Lily tidak memperdulikan tatapan menggoda Barra, tetapi ia menerima suapan buah dari tangan pria itu.. "Makan yang banyak ya, biar calon anak kita yang di dalam sana cepet tumbuh dan sehat." Seketika Lily tersedak, dan dengan cepat Barra menyodorkan segelas air putih. "Pelan-pelan dong Baby." Bersambung.. ___iklan__ Author: Maaf ya semuanya, aku udah lama banget gak up, dan dari sekarang aku usahakan luangin waktu buat up lgi. ? Netizen: Lama banget lu upnya tjor, sampai gue lupa ama ceritanya? Author: Ye maap?kedepannya aku bakal kasih cerita yang membuat tubuh kalian bergetar. ? Netizen: bergetar? Macem kesetrum aja thor?? Author: Au ah?yang penting jgn lupa like, komen, love????
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD