Rendra mengantarkan Amira sampai mobilnya di parkiran basement. "Sampai ketemu besok, Dek." "Langsung ketemu di cafe saja yah, Mas." "Oke." "Pamit dulu, Mas." "Hati-hati di jalan, nanti sudah sampai kabari Mas." "Ya, Mas." Amira pun mulai menekan pedal gasnya sedikit untuk mengeluarkan mobilnya dari parkiran. Rendra melihat kepergian Amira dengan rasa bahagia, hatinya terasa berbunga-bunga. Sudah lama dia tidak merasakan jatuh cinta dan ini seperti puber kedua baginya. Amira menyetir dengan santai dengan tujuan ke rumah orang tuanya. Di rumah saat ini Arbian sama sekali tidak tenang, berjalan bolak balik di kamarnya. Mau mengadu ke Abah dan Ambu, Arbian harus butuh penjelasan dari Amira dulu karena takutnya salah duga. Arbian pusing sendiri sampai ketiduran di selimuti kesunyian

