20. Percaya Saja Pada Ami

1274 Words

"Abah, Ambu, Neng pergi dulu." "Mau ke mana atuh Neng pergi pagi begini?" "Janjian sama teman, Bah. Cuma sebentar." "Di mana?" "Di mall kok, Bah." "Abah antarin?" "Tidak usah, Bah." "Sama Aa saja atuh, Aa sini dulu!" Abah berteriak memanggil Arbian yang sedang di teras. "Neng sendiri juga bisa atuh, Bah. Aa kan harus pulang ntar siang." Arbian masuk dari teras dengan berlari. "Ada apa, Bah?" "Kamu pulang jam berapa, A?" "Paling sore, Bah. Kenapa?" "Bisa antarkan Neng dulu?" Amira menatap Arbian, berharap Arbian menolak. Namun kenyataannya harapannya tidak sesuai dengan kenyataannya. "Bisa, Bah. Aa mandi dulu, Neng." Bibir Amira manyun, dia harus menemukan cara agar Arbian tidak ikut menemaninya. Ah, Amira pun memiliki ide untuk pergi pakai motor saja. Kan lagian tidak akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD