"Sudah selesai urusannya, Neng?" Tanya Abah. "Sudah, Bah," jawab Amira dengan lemas. Abah dan Ambu saling pandang melihat anaknya yang duduk dengan lemas. "Apa ada masalah, Neng?" "Tidak ada, Bah." "Terus kenapa cemberut?" "Capek saja, Bah." Amira melirik Arbian yang sedang duduk di kursi makan, Arbian sama sekali tidak melihatnya dari tadi, seakan Amira makhluk kasat mata bagi Arbian. "Tadi kan Abah nyuruh Aa yang antar Neng tapi Neng malah kabur. Kenapa atuh, Neng?" "Nunggu Aa kelamaan," tentu saja Amira menjawab dengan berbohong. "Apa salahnya sih nunggu sebentar." Amira hanya diam, mau membalas omongan Abah sudah tidak mood. Amira melirik lagi ke Arbian, Arbian tetap acuh, melihat HP-nya yang terkesan lebih penting daripada Amira. "Neng, ganti bajunya dulu sana." "

