"Kunaon atuh Neng? Kenapa kamar jadi begini?" Tanya Ambu. Amira hanya diam duduk di pinggir kasur dengan melihat ke lantai. Ambu duduk di sebelah Amira. "Mau cerita sama Ambu?" "Aa mana, Mbu?" "Aa sudah pulang." Amira pun menangis kembali. "Neng berantem sama Aa?" "Aa marah sama Neng, Mbu," lirihnya. "Marah kunaon? Karena tadi tidak pergi sama Neng?" "Salah satunya." "Ya terus kunaon atuh?" Amira melorotkan tubuhnya ke lantai, rasanya hatinya sakit. Semakin ditahan semakin sakit. "Mau Ambu temani?" Amira mengangguk lalu Ambu ikutan duduk di sebelah Amira. "Ambu," seru Amira. "Ya." "Neng mau curhat pada Ambu." Lebih baik Amira ungkapkan daripada ditahan terus. Hanya Ambu tempatnya mengadu kali ini karena Aanya sedang ngambek. "Sok atuh cerita, Ambu dengarin." "N

