Bab 35

1092 Words

Cuaca yang terik. Awan bergelung-gelung membentuk benda-benda yang aneh. Mataku bisa menangkap anggur yang dibentuk kumpulan kapas putih raksasa di langit. Aku menemukan diriku berdiri lagi di sisi lintasan. Memandang Chris yang juga tengah memperhatikanku di tengah starting grid. “Kenapa kau selalu berada di sana Chris? Menyingkirlah, akan ada sesuatu yang menabrakmu,” teriakku padanya. Chris lagi-lagi menggeleng. Kenapa dia sangat keras kepala? Membuatku terisak cemas. Wajahnya kini berubah sendu, memandangku dengan mata hijaunya. “Kenapa kau selalu membuatku melihatmu menghilang ditiup angin?” Chris hanya tersenyum. “Demi Tuhan Chris, kemarilah dan bicaralah sesuatu!” Chris tiba-tiba bergerak, melangkah ke samping dengan pelan, ada bayangan seseorang yang mendekat ke arahnya. Naman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD