"Exel!" panggilnya membuyarkan lamunannya. Exel terbangun dari tidurnya, mendapati Sharen yang memanggilnya. Ia tersenyum kearahnya. Exel... Exel... Panggilnya semakin lama semakin menjauh. Apa semua hanya mimpi? Raut wajah Sharen yang ceria berubah menjadi sebuah keputusasaan. Ia menatap Exel dengan sedih. Langkahnya perlahan mundur. Saat Exel mulai mendekatinya, seolah tubuhnya tak bisa ia gerakan. Ia hanya bisa diam ditempat. "Sha!" panggilnya "Sharen!" "Sharen!" teriaknya membuka matanya. Ternyata hanya Mimpi buruk. Ia menatap jam, masih menunjukan pukul 06.30. Sejak semalaman sharen menghilang. Exel dan yang lain berusaha mencarinya. Namun tak berhasil menemukan keberadaannya. Akhirnya pencarian dihentikan dan dilanjutkan esok harinya. Di bentukkan sebuah tim penc

