"Exel!" panggilnya "Hem." "Apa kamu benar-benar akan menemaniku hari ini ?" tanya Sharen memastikan. "Ya" Sharen tersenyum. Ia lalu mendekatinya dan menarik tangannya untuk digenggamnya. Awalnya Exel tak meresponnya. Namun apa yang dilakukan Sharen selanjutnya justru membuatnya terkejut. "Sakit....sakit...sakit sha..., jangan dicubit dong pipinya...aakh." Sharen menarik kedua pipi Exel dengan gemas. Awalnya ia mengira saat Sharen menangkup wajahnya, ia berharap akan dicium—tapi dugaannya salah. Sharen tiba tiba mencubit kedua pipinya dengan gemas. Apa aku berbuat salah?? "Ini balesan karena kamu sering ninggalin aku sendirian, pokoknya aku nggak akan biarin kamu pergi hari ini" Degh..degh.. Ucapan yang dilontarkan sharen membuat Exel diam seribu bahasa dan tak lagi merasak

