15. Ada aku di hatimu

1473 Words

Detak jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh lewat dua puluh menit, ketika Hani baru saja menyelesaikan salat isya. Diambilnya ponsel di atas nakas, lalu menelepon sang suami yang sejak tadi sore belum juga pulang. Padahal, lelaki itu selalu on time, jika benar dia terkena macet di jalan, harusnya Rudi mengabari Hani. Layaknya suami. Panggilan tidak terjawab justru dialihkan ke mailbox. Hani semakin resah, tidak tahu apa yang diinginkan lelaki berhidung mancung itu. Hani memutuskan untuk duduk di sofa ruang tamu, menunggu Rudi yang mungkin saja masih ada keperluan lain. Memandangi langit-langit ruang tamu yang di cat putih, Hani menerawang kembali kehidupannya, bosan juga jika setiap hari harus menunggu Rudi seperti ini. Berbeda jika dia bekerja seperti sebelumnya, tapi menjadi perias

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD