Malam Pertama

754 Words
Alex pulang kerumah dan mencari Alana di kamarnya.   "Lan... Lana," panggil Alex "Ya Lex," jawab Alana. "Besok jumat kamu ada kuliah?" Tanya Alex "Ada, tapi hanya sampai jam 2 dan Aku masih semester 1 Lex jadi masih full tiap hari ada kuliah."  "Kamu Besok pulang kuliah langsung ke kantorku."   Alex dan Alana makan malam bersama mereka bercanda berdua dimeja makan. Saling bercerita tentang kegiatan kuliah Alana dan kerjaan Alex. Alana beberapa kali memberi saran tentang keuangan. Alex melihat Alana memang gadis yang pintar, dia berpikir sandainya mereka tidak menikah kontrak dan perbedaan umur yang cukup jauh tentu rumah tangga mereka akan terlihat sempurna. "Lan karena besok kita ke Thailand kamu siapkan passpotrmu dan passportku yaa," ujar Alex. "Iya Lex," jawab Alana. “Passportmu dimana Lex? Dan pakaian mu bagaimana?” tanya Alana “Masuk saja kamarku, aku mau pergi dulu sebentar,” kata Alex.   Alana dan Alex walau tinggal satu apartement tapi berbeda kamar. Alana mencari passport Alex dilaci lemari, di sana dia melihat ada buku nikahnya dan menemukan passport Alex tapi Alba melihat ada foto seorang wanita. Di dalam foto tersebut alex memeluk wanita itu. Alana membalikan foto itu tertulis 'Bella love Alex' hati Alana terasa sakit tapi Alana memilih hanya diam saja.    Ke esokan harinya...   "Lan, jalan dulu yuks ke mall," ajak Sely. "Aduuh maaf Sel, gue mau ke kantor Alex," ujar Alana. "Cie... Istri yang setia," ejek Sely sambil tertawa.   Alana sudah sampai di kantor Alex dan melihat Tari di meja resepsionis. Alana tersenyum pada Tari dan Tari pun membalas tersenyum sambil menganggukan kepalanya tanda menghormati Alana.   "Tar. baik banget yaa istri bos kita," ujar Rudi salah satu security yang melihat kedatangan Alana. "Iya Rud, gue aja ga menyangka mrs Alana begitu baik setelah gue dan Nina memperlakukannya kasar," kata Tari teringat kejadian waktu di lobby dulu dan besoknya alex mengetahuinya dan di marahi habis habisan oleh Alex, mereka beruntung tak dipecat Alex karena Alana memaafkan mereka.   Alana sudah sampai dilantai 6 ruangan ceo william company.   "Siang Nina," sapa Alana. "Selamat siang mrs William," kata Nina dengan sopan. "Alex ada?" Tanya Alana. "Ada mrs tadi sudah menunggu anda" kata Nina. "Mrs ini untuk anda." Nina memberikan sebuah kotak. "Apa ini?" tanya Alana. "Ini tanda terima kasih saya dan Tari pada mrs William yang telah memaafkan dan tidak memecat saya dan Tari," ujar Nina. "Tak perlu melakukan itu nin tapi terima kasih yaa atas kado nya." Ucap Alana dengan tersenyum dan menerima pemberian mereka.   ********** Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya Alana dan Alex sudah berada di Thailand. Disana Alex bertemu dengan salah satu pimpinan William company cabang Thailand.   Alana dan Alex berada di dalam karaoke, Ruben dan Steve juga menyusul Alex yang sudah berada di Thailand. Mereka bersenang senang bersama, bercanda dan tertawa bersama. Alana dan Alex berjalan bersama sambil tertawa mereka sudah setengah mabuk masuk kedalam kamar hotel.   “Kau sangat cantik sayang,” ujar Alex.                                                                  Alex memeluk Alana dengan erat, menjilat leher Alana dengan mesra. Alana merasakan desiran dari jilatan Alex dilehernya.   “A–lex apa yang kau lakukan” “aku menginginkanmu sayang…”    Alex melumat mesra bibir Alana, memainkan dengan lincah lidahnya di dalam mulut Alana, Alana membalas lumatan Alex dengan sangat mesra juga.   “Alex jangan." “Ga apa-apa sayang, nikmati saja," ujar Alex yang sudah sangay bernapsu. “Alex aku belum siap," ujar Alana.   Alex melumat bibir Alana dengan sangat mesra, menjilati lehernya membuka satu persatu kancing baju Alana.   “aaaahhh,” desah Alana.   Mendengar desahan Alana, Alex melanjutkannya lagi, dia benar benar sudah tak tahan lagi.   Alex memasuki inti alana dengan sangat perlahan, dalam tiga kali hentakan junior Alex masuk dengan sempurna di inti alana, darah segar mengalir begitu saja. Melihat itu semua Alex tersenyum puas dia mendapatkan untuk pertama kalinya seorang gadis dan Alex pria pertama bagi Alana.   "Aaaaghhh kau sangat sempit, baby." Alex mulai menggerakan juniornya secara perlahan di inti Alana.   "Aaaaghhh aaaaah periiih Leeeex," teriak Alana kesakitan saat Alex menyobek selaput darah Alana. Tangan Alana mencengkram tubuh Alex, dia merasakan kesakitan dibagian daerah sensitifnya. "Aakh leeex.. saaakiiiit." "Ma–maaf baby.. ini haaanyaa aaah sakit di awal nanti nikmatiii saajaaaaaah," ujar Alex dengan suara mendesah, Alex merasakan kenikmatan yang luar biasa dan Alana merasakan kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.   Setelah menghabiskan waktu yang lama, Alex seperti tak pernah puas dengan inti Alana. Alex terus menghujam inti Alana dengan perlahan dan ritme yang beraturan. Alana hanya bisa pasrah saja dengan kendali dibawah Alex. Alex melakukannya terus dan terus sepanjang malam tanpa lelah. Milik Alana benar benar sangat nikmat, junior Alex seperti dipijat oleh inti Alana tak pernah Alex merasakan kenikmatan seperti ini.   Sudah tak ada lagi Air mata dari mata Alana yang ada hanya kenikmatan dan desahan desahan mereka yang saling beradu mencari kepuasan sepanjang malam.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD