First Kiss

746 Words
Paginya Alana merasa malas untuk ke berangkat ke kampus. Alex marah membuat Alana menjadi sedih. Alana langsung masak sarapan dia dan Alex.   "Lex ayo sarapan dulu," panggil Alana.   Lagi lagi dimeja makan Alex hanya diam, mereka pun makan dalam suasana hening. Alex meninggalkan Alana begitu saja tanpa berpamitan. Alana menjadi terluka dan sedih Alex tak memperdulikannya padahal Alex berjanji hari ini akan mengantarkan dia untuk ke kampus.   Alana memilih untuk berangkat sendiri ke kampus saat akan keparkiran, Alana melihat mobil Alex masih ada di parkiran apartement dan segera menghampiri.   "Masuk aku sudah berjanji untuk mengantarkan kamu di hari pertama kuliah," kata Alex dengan suara datar.   Lagi lagi hanya keheningan di dalam mobil. Saat sudah tiba di kampus. Alex memakirkan mobilnya. Alana tak tahan lagi dan mengajak Alex bicara.   "Lex please jangan marah sama aku, aku ga tau kalo Rey bisa berkata seperti itu, Alex bener bener cuma temen ku Lex," kata Alana dengan mata berkaca-kaca. "Sudah ku bilang jangan lagi ada air mata," ujar Alex tak tega juga melihat Alana. "Jangan marah padaku Lex hiks..hiks." Akhirnya air mata mengalir di pipi Alana.   Alex langsung mencium bibir Alana dengan lembut, Alana tak menolak ciuman Alex dan membalasnya. Alana merasa senyuman alex disela sela ciumannya.   Alex melepaskan ciumannya tapi Alana masih ingin berciuman dengan Alex. Alana pun menarik kepala Alex dan mereka pun berciuman kembali.   "Kau sekarang sudah mulai nakal yaa dan ciumanmu sudah lebih baik." "Kan kamu yang ngajarin Lex," ujar Alana malu sampai pipinya merah merona. "Aku memang guru yang hebat," ujar Alex dengan bangga.   Mereka menyudahi sesi ciuman itu dan Alana keluar mobil dengan senyum dan perasaan bahagia.       "Aku akan selalu menjagamu gadis kecilku."   **********************   Sely dan Alana sudah mengikuti masa orientasi mahasiswa baru selama 3 hari.   "Akhirnya Lan udah kita resmi jadi mahasiswi," teriak Sely senang "Iya Sel, gue bener bener ga nyangka bisa kuliah." "Sstt Lan, kak Alex itu aslinya baik walau kadang suka marah. Kalo gue minta apa aja pasti diturutin."   Alana dan Sely berjalan menuju mobil mereka, saling bercanda. Mata mereka teralihkan saat melihat seseorang yang mereka kenal. Rey bastian lagi bersama para fans wanitanya.   "Gue ga nyangka si Rey bisa satu kampus sama kita, gue kira dia kuliah di Australia." "Gue lagi kesel sama Rey gara gara dia gue berantem sama Alex." "Buat ulah apa lagi tuh laki-laki kardus?" tanya Sely.   Alana pun menceritakan kejadian kemarin di restoran pada Sely. Alex yang mendiamkannya sehingga membuat Alana harus berciuman dengan Alex.   "Jadi bibir lo udah ga perawan lagi donk haha," ujar Sely dengan tertawa. "Sialan lo, kayak bibir lo perawan aja," balas Alana. "Eeh tapi lo udah lepas segel belum sama kak Alex?" tanya Sely penasaran. "Iiih kepo dech lo." "Yaelah Lana cerita dong sama gue, gue kan penasaran," ujar Sely semakin penasaran. "Gue belum lepas segel masih segelan nih," kata Alana.   Alana menunggu Alex untuk menjemputnya di depan kampus. Tak lama Rey menghampiri Alana.   "Alana..." panggil Rey. "Apa lagi sih mau lo Rey," ujar Alana dengan kesal. "Gue mau minta maaf, gue bener bener ga tau kalo lo udah married. Sorry yaa Lan," ujar Rey dengan raut wajah menyesal. "Asal lo ga ngulangin lagi, gue akan maafin." "Lan, gue mau nanya pertanyaan sensitif nih." "Tanya apaan Rey," "Apa lo mencintai bang Alex?" "Entahlah Rey.. gue merasa nyaman sama Alex." "Kalo lo merasa nyaman sama bang Alex, gue rela melepaskan lo. Gue ingin lo bahagia Lan dan apapun yang terjadi nanti, kalo lo membutuhkan gue, gue akan selalu ada untuk lo," ujar Rey melihat Alana dengan serius. "Terima kasih Rey atas segala kebaikan lo ke gue."    Alex sudah tiba di kampus Alana, Alex melihat Alana dan Rey sedang duduk berdua. Alex merasa panas dalam hatinya..   Alex dapat melihat dari sorot mata Rey kalau Rey mencintai Alana.   "Kenapa aku jadi kesal dan ga enak begini yak melihat mereka. Ada apa sih dengan aku?" ujar Alex pada dirinya sendiri   Alex turun dari mobil dan menghampir Alana dengan senyuman dipaksakan.   "Kami sudah datang Lex," ujar Alana dengan takut-takut. "Ayo pulang Lana," ajak Alex. "Bang Alex bisa bicara sebentar," ujar Rey. "Ada apa Rey?" tanya Alex. "Bicara berdua bang." "Lana kamu duluan lah ke mobil, aku mau bicara dl sebentar dengan Rey," ujar Alex. Alana menganggukan kepalanya, menurut apa yang Alex perintahkan. "Bang, kamu kan sekarang suami Lana. Aku hanya ingin mengatakan jangan salah paham dengan hubungan kami. Tolong jaga dan bahagia kan Alana bang karena aku tak bisa lagi menjaga Alana," ujar Rey dengan tulus. "Tentu saja kan aku suami Alana," jawab Alex.   Alana dan Alex meninggalkan Rey. Alex merangkul pinggang Alana dengan mesra.   "Selamat tinggal Alana cinta pertamaku.. seandainya hidup ku panjang pasti aku akan menjaga dan membahagiakan dirimu, aku mencintaimu Alana." Rey melihat kepergian Alana dengan Alex. Seandainya dia masih memiliki waktu dan kesempatan ingin sekali dia selalu bersama Alana. Rey memegang dadanya, dia merasakan sakit dihatinya.      
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD