Alana merapikan pakaian dan rambutnya yang berantakan karena ulah Alex. Alana melihat Alex dengan kesal, sedangkan Alex dia santai saja.
"Jangan cemberut gitu tadi aja mendesah.. minta faster Alex.. faster Lex, sekarang setelah dapat enaknya malah cemberut. Ini kan memang kewajibanmu sebagai istriku dan aku hanya meminta hakku sebagai suami dimana pun dan kapanpun," kata Alex dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda Alana.
"Di kantor sekalipun?" tanya Alana tak percaya. Dan mendapatkan anggukan dari Alex dengan senyuman yang terlihat menyebalkan dimata Alana.
"Tentu saja sayang.. kan sudah ku katakan kapanpun dan dimanapun," kata Alex.
Untung saja Alex hanya sekali melakukan pelepasan di kantor bagaimana jika berkali kali seperti dirumah, bisa bisa Alana kecapekan melayani nafsu Alex yang besar. Alana melihat di cermin ada kiss mark Alex buat dilehernya.Tak lama suara ketukan pintu terdengar dan Alana berusaha melepaskan pelukan Alex tapi Alex malah makin mempererat pelukannya.
"Masuk," kata Alex
"Maaf sir.. 15 menit lagi rapat dimulai," kata Nina tersenyum malu melihat bos nya memeluk istrinya dengan sangat mesra.
"Siapkan semua berkas berkas," ujar Alex dan Nina menganggukan kepalanya.
"Sayang aku rapat dulu yaa.. kamu disini saja jangan kemana mana," ujar Alex dengan suara lembut. Alana menatap Alex dan menyentuh pipi alex dengan lembut.
"Iya sayang aku akan menunggu kamu disini."
"Cium dulu dong." Alex sambil memonyongkan bibirnya, alana tertawa kecil melihat tingkah alex yang menurutnya lucu.
"Cup, udah, kan." Alana tersenyum
Alex tersenyum dengan senang Alana memanggilnya sayang, hatinya berbunga bunga bunga sekarang. Apa lagi melihat pipi Alana memerah Alex menjadi gemas sendiri dan mencium bibir Alana dengan mesra.
"Sayang.. udah akh nanti bisa ronde ke 2 dan kamu bisa telat rapat, loh."
"Aku pamit dulu yaa sayang." Alex dan akhirnya sekarang benar benar keluar dari ruangannya dengan wajah tersenyum bahagia.
Sepanjang jalan menuju ruang rapat semua karyawan melihat bos nya dengan aura kebahagiaan. Pengantin baru yang sedang dimabuk cinta.
Alana tersenyum bahagia.. semua yang terjadi di kehidupannya tak pernah dia rencanakan, menikah karena terpaksa, mempunyai suami kaya raya nan tampan ditambah lagi sekarang dia dan Alex saling mencintai. Dia lalu teringat percintaannya yang panas di meja kerja Alex. Bagaimana Alex selalu saja suka bermain di bagian intimnya. Pipi Alana bersemu merah.. pikirannya sekarang mendadak sering tentang hubungan suami istri.
Alana merasa bosan lalu melihat lihat ruang Alex disana terdapat banyak buku tapi Alana memilih membaca salah satu buku disana. Ada satu buku yang menarik perhatian Alana, buku tentang beberapa puisi.
Setelah 2 jam Alex selesai juga dengan rapatnya, dia bergegas menuju ruangannya karena Alana berada disana. Alex sudah tak sabar ingin bertemu dengan alana. Alex tersenyum melihat Alana tertidur disofa dengan nyenyak. Gadis kecilnya sangat cantik.
Alex tak tega membangunkan alana tapi waktu sudah sore. Alex pun memanggil nina dan supir untuk menyiapkan mobil di lobby dan Nina membawa kan tas Alana. Alex menggendong Alana dengan cara bridal style. Semua karyawan menatap kagum, ada iri dengan perbuatan Alex pada Alana. Betapa beruntungnya Alana mempunyai suami seperti Alex.