8. Pengorbanan dan Penyesalan

2339 Words

Evan mengusap air mata Raysa menggunakan ibu jarinya, diusapnya perlahan. Tangisan Raysa sudah mereda, lalu ia mendongakkan kepalanya untuk menatap mata Evan. "Abella dihamili sama temannya di kantor, Van..," lirih Raysa. Mendengar itu, seketika Evan menghembuskan napas tenang secara perlahan. Ritme jantungnya kembali normal, dan Evan bisa meringankan sedikit beban dipundaknnya. "Udah Sa, jangan nagis lagi. Ingat sama kesehatan kamu." Evan langsung menarik Raysa kembali dalam pelukannya. Dihirupnya aroma parfum Raysa dalam-dalam. Dalam hati Evan benar-benar lega Raysa tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi hati Evan juga sakit, memendam semua apa yang ia lakukan ini sendirian. Memendam rasa bersalahnya kepada Raysa. "Kamu bisa ceritakan semuanya sama aku, Sa." Evan menci

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD