bc

I Love Your Husband

book_age0+
3.5K
FOLLOW
21.1K
READ
love-triangle
contract marriage
one-night stand
escape while being pregnant
love after marriage
second chance
goodgirl
sensitive
CEO
drama
like
intro-logo
Blurb

"Sudah berapa kali aku bilang, bahwa Raysa beruntung punya suami seperti kamu." -Abella

Evan tentu menjadi lelaki paling bahagia saat menikah dengan wanita yang benar-benar di cintai nya. Tapi saat wanita yang menjadi istrinya tidak bisa memberikan keturunan? Apa yang bisa Evan lakukan? Di saat mama Evan menuntutnya memiliki keturunan untuk mewarisi perusahaannya nanti.

Mungkin, Abella bisa membantu Evan

chap-preview
Free preview
PROLOG
Hanya suara tangis yang Evan dengar dari kamarnya. Lebih tepatnya, kamarnya dan Raysa. Istrinya itu sudah dua hari tidak berhenti menangis. Kemarin Raysa baru saja menjalani operasi untuk mengangkat rahimnya. Agar kanker rahim pada tubuhnya tidak menyebar ke organ tubuh yang lain. Bisa bayangkan bila di posisi seorang Raysa? Sudah menikah dengan CEO muda yang kaya, kehidupan mapan dan suami yang mencintainya, tapi tidak bisa mempunyai anak? Itulah mimpi buruk yang Raysa rasakan kali ini. Kemudian Evan membuka pintu kamar, "Raysa?" panggilnya. Di dekatilah Raysa yang sedang mengusap air matanya. "Udah dong Sa, jangan nangis terus. Ini bukan mimpi buruk kita, kalaupun kita tidak bisa punya keturunan, aku tetap sayang sama kamu." "Aku…," Raysa mulai mengeluarkan suara. Di tatapnya Evan yang mengusap pipinya dengan lembut. "Aku cuma takut kamu ninggalin aku, Van." Evan tersenyum, "Kamu itu cuma terbawa halusinasi dari sinetron, tuh. Makannya, jangan sering-sering nonton sinetron." Evan menyentil dahi Raysa pelan. Membuatnya meringis kecil. "I love you, Raysa." ucap Evan. Kemudian melumat bibir Raysa yang ranum dengan lembut secara perlahan. Mereka berdua hanyut dalam ciuman yang berawal lembut menjadi penuh napsu, bak menyampaikan rasa sayang kini menyampaikan rasa kesedihan dan kemarahan Evan. Tiba-tiba Raysa mendorong Evan dengan perlahan. "Evan," Evan menghentikan ciumannya. Menatap Raysa dengan mata hitamnya. "Kamu harus berangkat kerja." Evan mendesah malas, "Aku lupa, Sa. Yaudah, aku berangkat dulu, ya." Pamitnya. "Jangan pulang malam-malam." Evan mengangguk, kemudian mencium bibir Raysa sekilas, membuat Raysa tersentak. "Evan!" Seru Raysa karena terkejut oleh ciuman mendadak Evan. Evan hanya terkekeh, kemudian mengambil tas kerjanya. Dan berjalan keluar kamar. Semoga, Evan tidak lagi merindukan rasanya punya seorang anak.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

T E A R S

read
317.8K
bc

Air Mata Maharani

read
1.4M
bc

The Naughty Girl

read
101.3K
bc

SEXRETARY

read
2.3M
bc

Rewind Our Time

read
168.7K
bc

Love Me or Not | INDONESIA

read
571.0K
bc

MANTAN TERINDAH

read
10.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook