12. Perceraian

3302 Words

Ruangan ini begitu hening, hanya suara hujan yang deras dan suara goresan pena yang terdengar. Raysa menunduk dalam, meresapi keheningan yang ada. Ia menautkan kedua tangannya dalam satu kepalan, hilang sudah semua harapan yang ia punya. "Kamu yakin mau langsung menggugat cerai dia?" Raysa mendongak, menatap lelaki dengan kemeja putih dihadapannya yang sedang menatapnya sendu. "Aku sudah enggak punya harapan apa-apa lagi, Ren." Raysa tersenyum miris, ia masih berusaha tersenyum. Tersenyum dengan nasibnya yang begitu mengenaskan seperti ini. Reno diam, ia memijat pelipisnya untuk merilekskan otot-otot kepalanya, ia begitu emosi sekarang. Ia menatap Raysa sekali lagi, yang lagi-lagi menunduk dan melamun. Mereka sedang berada dirumah Reno, tepatnya diruang kerja Reno. Raysa tadi tiba-tib

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD