8 Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore saat Christian dan Viona tiba di vila milik Christian. Hujan gerimis menyambut keduanya saat keluar dari mobil. Viona menatap langit sejenak, awan mendung yang sangat tebal memayungi mereka. "Ayo." Suara ajakan Christian membuat Viona tersentak. Ia memandang Christian lalu berjalan pelan di sisi pria itu. Di depan mereka berdiri sebuah bangunan dengan rancangan minimalis yang terlihat megah. Memiliki balkon berpagar indah di setiap sisi loteng. Viona menebak ada banyak kamar tidur di vila itu. Halaman vila itu luas dan dihiasi oleh bermacam jenis tanaman hias dan bunga-bunga. Perlahan kaki Viona menapaki jalanan menuju vila. Di kiri kanan jalan tumbuh pohon bunga mawar dengan bunga-bunganya yang mekar mewangi. Pria paruh baya yang tadi me

