9

1221 Words

9   Viona duduk terdiam di balik mejanya. Mengatur napas yang terengah dan berusaha menenangkan detak jantung yang menggila. Mungkin terdengar memalukan untuk diakui, ciuman barusan adalah ciuman pertamanya. Viona tidak menduga ciuman bisa terasa seindah itu. Begitu lembut dan memabukkan. Hanya sebuah ciuman tapi bisa membakar seluruh darahnya hingga sekujur tubuhnya memanas dan mendamba. Viona memejamkan mata, bersyukur posisi duduknya membelakangi ruangan Christian. Ia tidak mau Christian melihat ekspresinya saat ini. Christian pasti bisa merasakan betapa kaku dirinya, karena memang ia tidak memiliki pengalaman tentang itu. Dan Viona benci mengakui ciuman tadi membuat seluruh tubuhnya mendamba Christian hingga tak punya tenaga atau keinginan untuk memarahi Christian yang sudah mereb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD