16 Amarah Viona mereda. Harus ia akui, Christian sangat pandai merayunya. Mungkin bukan hanya karena itu, sejujurnya, diam-diam Viona merasa senang atas sikap jantan yang Christian tunjukkan untuk mempertahankan dirinya sebagai kekasih, meski itu mungkin untuk kepentingan Christian sendiri, tapi perasaan Viona melambung tinggi mengetahui Christian sangat menginginkannya. Sebelumnya semua itu sudah terlihat jelas dari setiap perlakuan Christian, tapi melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana sang kekasih melawan pesaingnya, Viona bangga—meski awalnya sempat kesal karena merasa menjadi barang yang sedang diperebutkan. Viona duduk sendirian di sofa ruang tamu. Christian sudah pulang lima menit yang lalu. Tadi mereka memesan pizza, lalu makan bersama. Viona lega tidak ada cumbuan mala

