11

1348 Words

11 Christian berdiri kaku di depan mejanya, memandang ruangan Viona dengan bibir terkatup rapat. Hatinya panas melihat Viona mendapat kiriman bunga, yang ia yakin, pengirimnya adalah Fabian. Playboy yang satu itu tampak gencar mendekati Viona. Christian tahu ia harus bergerak cepat agar Viona memilih dirinya. Namun hati wanita itu tak tergapai. Mengapa amat sulit untuk Viona mengatakan 'ya' pada permintaan menjadi kekasihnya? Hati Christian makin memanas tatkala melihat Viona berbicara di ponsel. Christian mengertakkan gigi hingga terdengar bunyi gemeletuk samar. Hanya selangkah lagi Viona akan menjadi miliknya. Namun selangkah itu seolah harus melawati seribu langkah yang curam dan terjal. Ia harus menggunakan cara lain. *** Viona baru meninggalkan kantor beberapa langkah saat mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD