Ucapan yang menjadi kenyataan

1252 Words
"Jangan pernah mengatakan apapun jika kau tak pernah menginginkan hal itu terjadi pada hidupmu.. " -Diajeng Meyrindu Anggita dewi - Terkadang dan terkadang kita pernah bermimpi bahwa masa lalu akan kembali pada diri kita. Dan apakah semua bisa terjadi? Ya, semua yang ada di dunia bisa saja terjadi karena kehendak-NYa. Lantas bagaimana dengan masa lalu kelam yang menyeret kita kembali pada sebuah pertemuan? Apakah kita bisa menerimanya? Entahlah apakah kita bisa menerima hal itu. Karena sesungguhnya skenario tuhan telah ditetapkan. Dan kita sebagai makhluknya hanya bisa menjalaninya. Setelah pertemuannya dengan Aji, Ia memang merasakan perasaan yang berbeda namun dalam relung hati terdalamnya hanya bisa menunggu waktu yang tepat untuk memulai semuanya. Hingga raga dan hatinya siap menerima seseorang kembali. "Ya udah ayok din kita ke kafe nanti mereka keburu marah ke kita.. ". Ajak Rindu berlari kecil menatap sahabatnya yang terdiam Dina tersenyum ke Rindu. Menyamarkan semua kekhawatirannya pada sahabatnya "Iya Ayo Rin.. ". Bagi Dina, Kini cukup waktunya untuk membuat Rindu bahagia. Hingga ketika waktu yang tepat Rindu akan membuka hatinya kembali. Toh dunia bukan hanya tentang cinta bukan? Karena di dunia sebesar ini masih ada mimpi yang harus dikejarnya. Is it right? Asalkan lu bahagia gua juga akan bahagia Rin. Dan gua akan selalu siap untuk berada di samping lu. Ucap Dina dalam hati Di sisi lain, Aji menatap Rindu yang berlari kecil dengan tersenyum. Ji, Aji bisa-bisanya lu ngedeketin Rindu dengan cara yang begitu. Gila lu man! Ucap Aji dalam hati "Woi aji!! Dari tadi lu ditungguin tetep aja masih pdkt ya lu? " Ujar Revan berjalan dari belakang. Menghampiri sohibnya yang tak kunjung datang "Eh van lu disini? Ngapain? Gua kan dah bilang tungguin disono." Jawab Aji "Lama anjir, lu udah selesai kan pdktnya? Kalo udah selesai yok! " Ajak Revan "Iye udah, Yok." Aji mulai melangkahkan kakinya. Meninggalkan kenangan pertama dari pertemuannya. Aji masih tersenyum bahagia mengingat ucapan Rindu yang begitu frontal padanya. Dan sama seperti dirinya. Revan menatap sohibnya dengan tatapan aneh "Lu napa ngab senyum-senyum sendiri? Gila ya lu? " Aji hanya membenarkan topinya dan menoleh ke arah Revan "Kagak nape-nape. Udah ah lu gak usah kepo haha." "Awas lu ya kalo jadian gak bilang-bilang. " Teriak Revan Aji hanya mengabaikan sahabatnya yang tengah teriak dan terus melangkah sambil tersenyum tak menentu. Mungkin hari inilah, hari yang menjadi awal dari hari bahagianya Aji. Hai Diajeng Meyrindu, Semoga ke depannya aku bisa mengenalmu lebih jauh.. , hingga aku dan kamu menjadi "Kita" ##### Hari ini mungkin menjadi hari yang aneh untuk Rindu. Tapi di sisi lain bersyukur dapat mengenal kak Aji. Sembari menatap langit biru ia berkata dalam hati kecilnya ''Apakah kini waktunya alam semesta mendekapnya kembali untuk mengenal sosok lelaki? " Tapi entahlah.., Mungkin dirinya hanya terlalu senang. "Woi Rin.. " Panggil Daisy Rindu terbangun dari haluannya dan menatap ketiga sahabatnya yang telah sampai di taman. Ya, mereka berjanjian di taman sebelum memilih tempat tongkrongan yang mereka inginkan "Eh, kalian udah datang yak.. " Jawab Rindu dengan kikuk "Dari tadi bambang.., Lu nape sih melamun gitu? " Tanya Daisy dengan bar-bar "Iya tuh dari tadi dais.., itu dia abis kenalan sama.. " Ucap Dina yang terputus karena Rindu membungkam mulutnya. Dina hanya bisa terdiam dan melirik Rindu. Dina mengerti jika Rindu tak ingin para sahabatnya mengerti hal ini ya meskipun tak diberitahu para sahabatnya mengerti jika Rindu selalu didekati banyak lelaki tampan. "Nape kalian berdua? Ada berita bagus gak Bagi-bagi ye.. " Ucap Revi dengan tatapan curiga "Kagak kok, Ya udah ayok kita ke kafe sebelum jam 3 gua masuk. " Seru Rindu sembari menggandeng tangan keempat sahabatnya "Lu masih ada kerjaan asdos Rin? " Tanya Neysya "Iya mangkanya ayo kita ke kafe biasanya kan? " Jawab Rindu "Iya udah ayo mumpung bu asdos kita punya waktu 2 jam buat kita haha.. ". Ledek Daisy "Dasar Daisy... ". Ya, itulah sahabat Rindu yang sangat bahagia dan ceria. Selain itu mereka selalu memberikan canda dan tawa untuk Rindu. Karena itulah kini Rindu bisa merasakan Arti kebahagiaan. Mereka melangkah bersama sambil bercanda ria. Bercerita banyak hal tentang kelucuan yang terjadi di kelas Daisy. Dan mereka tiada henti tertawa ketika daisy bercerita. Tak berselang lama sampailah mereka di kafe yang sering mereka tongkrongin. Mereka duduk di sudut tengah kafe. Pelayan menghampiri mereka dengan membawa buku menu. "Mau pesan apa kak? " Tanya Pelayan "Rin, sekarang waktunya lu traktir lho jan lupa.. ". Ujar Daisy mengingatkan Rindu Rindu menatap daisy berpura-pura lupa ingatan "Iyakah? Kok gua lupa ya haha" "k*****t lu!! Iye sekarang waktu lu Traktir. Jan pura-pura lupa lu.. ". Ujar Daisy tak terima "Okey baiklah, Silahkan kalian pesan sepuasnya karena hari ini gua gajian haha.. ". Seru Rindu "Wah mantap Rin haha.. Yok pesan gaes yang banyakk.. ". Ucap Revi Para sahabatnya pun memborong semua menu kesukaan mereka di kafe ini. Pelayan mencatat semua pesanan yang dipesan Rindu dan para sahabatnya. Setelah selesai mencatat pelayan meninggalkan mereka dan menaruh nota pesanan mereka di gantungan para koki memasak. Sambil menunggu kedatangan pesanan mereka, mereka hanya terdiam dan melihat layar ponselnya masing-masing. Hingga pada detik kemudian mereka mendengar kegaduhan dari pengunjung kafe lainnya yang berada di sudut kafe. "GUA TAU LU MASIH MIKIRIN MASA LALU LU KAN SAYANG! JAWAB JUJUR PADAKU! " Teriak seorang wanita yang memakai dress bunga-bunga "Apa sih maksud kamu lau, Sini duduk dulu kamu. " Ucap Lelaki itu menenangkan kekasihnya "ENGGAK! JELASIN DULU INI APA! " Jawab wanita itu dengan bar-bar dan tak peduli dengan pandangan pengunjung lainnya "Foto itu gak seperti yang kamu kira Sayang!! " Jawab Lelaki itu Si wanita itu tak terima dengan sangkalan kekasihnya. Ia menscroll galerinya dan melihatkan ke lelakinya foto mesra kekasihnya memeluk wanita lain "TERUS APAKAH KAMU MASIH BISA MENYANGKAL FOTO INI? " Tanya wanita itu dengan tatapan tajam Lelaki itu hanya bisa terdiam dan wanita itu tersenyum sinis "KITA BATALKAN SAJA TUNANGAN KITA BESOK! KARENA AKU GAK MAU SAMA ORANG YANG TAK BISA MOVE ON DARI MASA LALUNYA! DASAR BUAYA! " Byur! Wanita itu menyiram lelakinya dengan minuman yang dibelinya kemudian pergi meninggalkan lelaki itu sendirian. Lelaki itu hanya bisa menutup wajahnya yang malu apalagi setelah ulah yang dilakukan pacarnya sungguh memalukan. Rindu dan para sahabatnya hanya bisa menutup ekspresi mereka. Hingga lelaki itu pergi dari kafe. Setelah kepergiaan tragedi pasangan itu Daisy tertawa "Dasar ya emang semua laki-laki itu buaya kambing.. ". Komen Daisy "Iya apalagi menyangkut masa lalu mah mending batalin tunangannya. Susah gitu kalo pacarnya gak bisa move on. Duh duh masa lalu.. Oh masa lalu.. ". Lontar Revita "Ya apa daya kita ya gaes...". Ujar Neysya "Kalo kalian ketemu masa lalu kalian lagi, Kalian mau kagak? " Sahut Rindu mempelopori para sahabatnya "Ogah banget! ". Jawab mereka bersamaan "Ya kalo kalian dipertemukan gimana hayo. " Ucap Rindu mengompori lagi "Ihh Rinduu mana mungkin kita bisa ketemu lagi! Kita gak berharap iya kan dais Ney. " Jawab Revita menampik omongan Rindu "Iye lah.., cukup satu kali bertemu masa lalu kita kan gaes. Kedepannya kite gak mau lagi ketemu. Iye kan gaes? " Ucap Neysya menatap Daisy dan Revita yang termenung "Eh kalian kok melamun sihhh!! Gak dengerin aku yaa!! " Rengek Neysya "Iya iya kita dengarkan kok Neys.., Udah lah Rin gak usah bahas-bahas masa lalu lagi. " Ucap Daisy Rindu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah konyol sahabatnya yang menampik kenyataan perasaannya. "Okey, Gua doakan kalian ketemu lagi sama masa lalu kalian hahaha.. ". Ledek Rindu "Diajeng Meyrindu Anggita dewi!!! " Teriak mereka dengan kesal "Apa sayang haha.. ". "Sini kau!!! " Ya, Menggoda para sahabatnya adalah hobby tersendiri untuk Rindu. Dan itulah awal dari perjalanan mereka sebelum bertemunya mereka dengan para mantannya. Berawal dari omongan menjadi sebuah kenyataan yang tak bisa mereka pungkiri lagi. Apakah pertemuan ketiga sahabatnya dengan mantannya berakhir bahagia?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD