*Chapter 5*
*"Ketika ucapan dapat diingkari namun hati tak dapat dipungkiri begitu juga dengan pertemuan.. ".
-Diajeng Meyrindu Anggita dewi -*
Pertemuan?
Pernah tidak kalian membayangkan sebuah pertemuan?
Dimana kedua belah manusia tak saling bertemu lama berakhir pada sebuah pertemuan yang tak pernah mereka duga.
Ya, Kadang kala waktu dan alam semesta berubah-ubah tak menentu. Dan mungkinkah itu sebuah waktu yang tepat?
????
Rindu dan sahabat-sahabaynya sedang bercanda ria. Setelah melihat kejadian sepasang kekasih tadi Rindu semakin menjadi untuk menggoda para sahabatnya. Dan dia pun diserbu ketiga sahabatnya.
Bagaimana tidak dirinya tak diserbu?
Toh memang yang diucapkan Rindu sangatlah benar. Terlebih Rindu masih memahami sahabatnya yang masih ada perasaan untuk mantannya.
"Rin udahh ihh jan bahas mantan lagiii... ". Rengek Neysya
"Iya dong Rin, lu mah gitu suka banget jailin kita.. ". Lanjut Revita
"Mantan.. Oh mantan.. Disini tiga gadis masih cinta kalian.. ". Ejek Rindu memberikan lagu kepada sahabatnya
"Diajeng Meyrindu!! " Teriak Daisy
Asyiknya canda ria Rindu dan kawan-kawannya ada seseorang yang telah lama mengamatinya. Ya, dia adalah Aji Satya Wijaya.
Bagaimana tidak Aji tak mengamatinya?
Toh mereka memang berada di kafe yang sama.
Ya, Memang sebelum mengetahui bahwa Aji berada di tempat yang sama dengan Rindu dirinya sudah dulu duduk di meja pojok kanan.
Dalam hati Aji mungkin inilah hari terbaiknya..
@Before se-kafe
Di sisi lain, Hari ini adalah hari yg mengesankan untuk pertama kali dia berkenalan dengan Rindu. Yah bagaimana tidak aku senang bisa berkenalan dengan nya, dia asisten dosen pantas saja dia terpilih
" hmmm Rin kamu itu cantik dan pintar ,kamu layak jadi asisten dosen"
Plak !!!
Sohib nya nepuk pundak a
"oi nape lu? dari tadi senyum-senyum aja lu,wahh... lagi mikirin die,udeh entar lah kita cari tempat nongkrong dulu lah." Ujar Revan
"Iye ,di sono aja lah gimana ji? " menujukkan ke tempat kursi cafe yg kosong sebelah parkiran motor.
"Gasken..." dengan semangat sohib nya menarik tangan aji untuk bergegas cepat mendapati itu kursi nya.
"Hah.... lega" a dgn tenang langsung duduk sambil memasan sesuatu.
"Mbak,tolong sini" sambil melambaikan tangan ke pelayanan cafe.
"Wess lu ngegas aje langsung mesen ,traktir gua kan lah,hahaha" Ucap Revan sambil tertawa senang sohib si Aji.
Pelayanan pun menghampiri nya
"Pesan apa kak?"
"Ini mbak aku pesan kopi yah"sambil tersenyum memesan
"lah gua gk di tawarin menu apa kek?"
Sambil tersenyum mbak nya berkata
"oia kakak pesan apa ?" Sambil tertawa kecil melihat sohib nya yg ter lihat jengkel.
"Sama in aja mbak kaya dia yah tapi ini rasa kopi nya berbeda mbak?"
Sambil bingung pelayanan bertanya lagi
"rasa apa gitu kak?"
"Rasa kopi yg bikin bahagia mbak masa gak tau?" Tanya sohib ke pelayan
"Apa yah kak? Gak tau aku" celetuk pelayan berkata sambil tersenyum girang
"Kopinang kau dengan emas kawin"
Melihat sohib dan mbak pelayan bercanda membuat si aji ter ingat kembali akan kenangan nya. Dalam hati aji pun berkicau "hmmm canda mereka mengingatkan ku ,ke indahnya dia ,dulu aku pernah berkata dan bertujuan untuk nya" sambil tersenyum-senyum si aji pun melihat dari ke jauhan seperti si Rindu sedang menju ke cafe yg sama dengannya.
"Lah itu bukan Rindu,wah gimana ini kok berdebar-debar rasa aku ini" dalam hati pun berkata demikian,
"oi lu napa ,hahahaha bengong aja"
"Lu udah pesen tuh kopi" memecahkan pandangan yg sedang di liat nya
"lah udeh tadi keles, lu liat apa sih sampe bengong gitu" sohib nya pun memperhatikan sudut pandang nya kemana si aji melihat.
"Oh..... pantesan,boleh gua teriakin biar di kemari ,itung2 pdkt lu makin gas.." Sahut Revan
Revan berinisiatif untuk memanggil Rindu dan teman-temannya namun Aji menghentikannya
"b**o luh, Udah gak usah malu-malu in lu atau gak gua Traktir hari ini.. ". Ucap Aji
"Woo iya deh iya gua diem aja. "
Ya, itulah awal dirinya sebelum mengetahui keberadaan si Rindu. Aji terus tersenyum mengamati Rindu dan Revan hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah aneh sahabatnya.
Di tengah asyiknya bercanda ria dengan sahabatnya ponsel Rindu berdering. Rindu mengambilnya dan melihat bahwa alarm yang dipasangnya telah berbunyi.
Drrtt..
Waktu menunjukkan pukul setengah tiga sore. Rindu merapikan tas nya dan makan terburu-buru setelah itu ia berdiri
"Gaes, aku duluan ya.. ". Pamit Rindu
"Eh nih pesenan baru jadi napa lu buru-buru Rin? " Tanya Dina
"Gua harus ngasih tugas ke kelas A, Gua duluan yaa.. ".
"Okee dahh.. ".
Rindu pergi meninggalkan sahabatnya sedangkan Aji bingung kenapa Rindu begitu terburu-buru?
Ia melihat jam tangannya, pukul menunjukkan jam setengah 3 lebih. Aji memukul jidatnya. Ia lupa bahwa ada jam kuliah. Ia pun merapikan tasnya dan berdiri
"Lu mau kemana Ji? " Tanya Revan
"Gua ada jam kuliah, lupa gua. Gus duluan yak Van? Ini uangnya." Ujar Aji menaruh 2 lembar uang lima puluh ribu di meja
"Okey dah ti ati yak.. ".
Aji meninggalkan sahabatnya dan keluar dari kafe. Pandangan dina mengarah pada Aji. Ia mengerutkan matanya
Bukankah dia tadi yang pdkt sama Rindu ya?
Sudahlah Din, biarkan saja..
Dina hanya perlu mengabaikannya tanpa ikut campur urusan Rindu dan lekaki tadi. Sahabat-sahabatnya masih ricuh dan dina asyik memakan nasi rawon pesanannya.
?????
Tak berselang lama Rindu sampai di ruangan bu Melani. Ia mengambil selebaran kertas tugas untuk kelas yang di ajar bu Melani. Setelah mengambil Rindu menguncinya dan menaruh kunci di sakunya. Ia bergegas ke arah kelas A
Ia menormalkan nafasnya dan mulai masuk. Para Mahasiswa melihat Rindu langsung terdiam. Ketika Rindu duduk Aji masuk ke dalam kelas dengan nafas terengah-engah.
"Eh bu asdos.. saya gak telat kan? " Tanya Aji
"Enggak, silahkan masuk kak.. ".
Aji pun masuk dan duduk di depan. Rindu mulai membagikan selebaran kertasnya. Dan setelah itu para mahasiswa hanya kaget melihat soal yang diberikan Rindu
"Kata bu Melani tugas itu harus selesai 4 hari setelah saya bagikan. Jadi itu tugas untuk nilai tambahan. Jadi kalo sudah selesai tolong dikumpulkan ke saya. Ada yang belum paham? " Ucap Rindu
"Bu asdos gimana tugas ini selesai kalo cinta saya makin bertambah untuk bu asdos.. ". Celetuk Aji
"Huuu dasarrr ajiii..". Teriak teman-temannya
"Ya udah cukup sekian dan terima kasih assalamualaikum.. ". Salam Rindu
Rindu pun keluar dari kelas kak Aji dan kini dirinya harus pulang tuk istirahatkan diri. Ia lega jika tak jadi menjaga ujian karena bu melani meralat perkataannya bahwa kertas itu tugas bukan ujian.
Ketika Rindu melangkahkan kakinya tangan seseorang menepuk bahunya. Ia menoleh dan melihat kak Aji berada di belakangnya
"Bu asdos pulang sama siapa? " Tanya Aji
Ketika hendak menjawab ponsel Rindu berdering.
1 mesaage from Dina Bestie ❤
Rin, Gua udah di depan. lu udah mau pulang kan? gak jadi jaga ujian kan?
Segera Rindu membalas pesan Dina
Replay :
Iya gua gak jadi jaga ujian. Wew Din lu tepat waktu banget jemput guanya!! okeyyy gua kesana!! Tunggu gua!!
Send...
Ia bersyukur bahwa Dina telah menjemputnya. Rindu melihat kak Aji "Aku pulang dengan temanku, maaf ya kak.. ".
"oh okey gpp bu asdos.., kalo gitu gua duluan.. ". Pamit Aji tersenyum lirih pada Rindu
Rindu bergegas turun ke bawah. Aji hanya bisa menatap Rindu yang pergi.
Ya udahlah.., Toh masih bisa lain hari
????
Rindu menghampiri sahabatnya. Ia terkejut ketika mendapati Revi, Neysya dan Daisy
"Lho kalian disini? " Tanya Rindu
"Iye lah, yok kita jalan-jalan bersama!! " Seru Revita
"Okey ayoo.. ". seru Rindu
Mereka bergandengan bersama di setiap langkah. Namun tiba-tiba Rindu berhenti ketika Neysya, Revita dan Daisy terdiam. Ya, tatapan mereka kini berada di depannya. Dimana ada 3 orang pemuda berdiam diri menatap mereka. Tampilan ketiga pemuda itu sangat casual namun begitu mencolok di mata para mahasiswa lainnya.
"Daisy.. ".
"Yoga.. "
"Neysya.. ".
"Rashid.. "
"Revita .. ".
"Renaldo.. ".
Ya, ketiga pemuda itu adalah para mantan ketiga sahabatnya. Satu hal dalam benak mereka
Apakah pertemuan ini di waktu yang tepat?
Dan kenapa omongan Rindu yang mereka pungkiri berakhir kenyataan?
Akankah mereka bisa menolak pertemuan mereka?
Nantikan di Chapter berikutnya...