*Chapter 6*
"Jangan pernah datang lagi jika kehadiranmu hanya mendatangkan luka ".
-Daisy Rahayu Puspita -
Langkah, aku pernah melangkah dengan gembira sembari menatapmu. Menatap matamu yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayangmu. Hingga aku tersadar jika duniamu bukanlah hanya milikku. Dan ku sadari satu hal dalam hidupku jika aku bukanlah sosok yang ku inginkan. Bukankah begitu?
Daisy Rahayu Puspita, Seorang gadis yang selalu penuh energik di antara sahabat Rindu. Selain itu dia merupakan sosok sahabat yang begitu humbel dalam bersahabat dengan siapa saja. Namun ada apa dengannya ketika menatap pemuda yang begitu dikenalnya terlihat jauh lebih kurus dari sebelumnya.
Ya, pemuda itu bernama Yoga Rareyndra Dewa. Pemuda itu tengah menatap Daisy dengan sorot mata yang berkaca-kaca. Dengan setelan hem hitam putih kotak-kotak dan celana hitam yoga menghampiri Daisy. Diantara ketiga pemuda itu hanya yoga lah yang berani menghampiri sahabatnya.
"Hai Rahayu, kamu apa kabar? " Sapa Yoga pada Daisy yang terdiam membeku
"Namaku bukan Rahayu! Namaku Daisy! Stop memanggilku Rahayu! " Jawab Daisy dengan dingin. Daisy tak sedikitpun menatap Yoga yang ada di depannya. Daisy terus memalingkan wajahnya
"Bukankah itu panggilan kesukaanmu? " Tanya Yoga
"Itu hanyalah masa lalu dan berhenti membahas masa lalu! Aku tak lagi mengenalmu! " Ucap Daisy dengan sinis dan menahan air matanya
"Gaes ayo kita pergi sekarang! " Lanjut Daisy berusaha menghindar dari yoga
Neysya, Revita menatap Daisy. Mereka setuju dengan keinginan daisy yang segera ingin meninggalkan tempat ini. Tempat dimana mereka bertemu kembali dengan para mantannya. Dina dan Rindu hanya bisa mengangguk sembari mulai melangkahkan kakinya.
Dan Lagi-lagi Yoga menahan langkah kaki daisy. Yoga memegang erat tangan Daisy
"Tunggu Rahayu, ada yang ingin ku bicarakan denganmu. " Ucap Yoga menatap mata Daisy
Daisy menoleh dan membalikkan badannya menghadap pemuda yang menahannya "Tak ada lagi yang perlu dibicarakan Yoga Rareyndra Dewa! "
Ucapan Daisy begitu penuh penekanan hingga Yoga merasa kaget. Kenapa Daisy yang dikenalnya lembut menjadi sosok yang seperti sekarang?
"Kenapa ucapanmu kasar padaku Rahayu? " Tanya Yoga menatap nanar mata Daisy
"Kau bilang kenapa? Karena aku bukanlah Rahayu yang dulu! Kau mengerti itu? " Jawab Daisy
"Kenapa kau begitu cepat berubah Rahayu? " Tanya Yoga
"Karena Rahayu yang dulu telah pergi dari sisimu! Pembicaraan kita selesai cukup disini! Ayok gaes kita pergi! " Ucap Daisy melepaskan tangan yoga dengan kasar
Daisy melangkahkan kakinya diikuti Rindu, Dina, Neysya dan Revita. Ketika dirinya hendak naik mobil dina Yoga berteriak pada Daisy
"Daisy Rahayu Puspita aku sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarangg!! " Teriak Yoga yang membuat para mahasiswa di sekelilingnya menatap mereka. Daisy hanya menoleh sekejap namun tak menjawab ucapan Yoga. Ia memejamkan matanya dan langsung naik mobil dina.
"Jalankan mobilnya sekarang din! " Pinta Daisy
Dina mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya. Di dalam mobil Daisy memeluk Revita. Ia menangis sejadinya. Rindu, Neysya dan Dina tak berani bertanya. Mereka mengerti jika Daisy memerlukan waktu untuk menenangkan hati dan fikirannya.
Dalam benak hati Daisy ia begitu merindukan pemuda itu. Dan ia sangat peduli dengan kondisi yoga. Ia menangis karena keadaan yoga yang sangat kurus tak seperti dulu.
Apakah segitu beratkah yoga ditinggalkannya?
Kenapa kamu tak pernah memerhatikan kondisi tubuhmu saat ku pergi darimu?
Kenapa kau begitu egois Yoga Rareyndra Dewa!?
Begitu banyak cinta yang bisa kau dapatkan tapi kenapa kau masih terus terpaku padaku?
Kenapa?
Bukankah kita tak pernah bisa bersatu karena aku dan kamu yang berbeda?
Dan kenapa hatiku begitu tersayat ketika melihatmu yang menatapku dengan sendu?
Kenapa masih terselip sedikit dirimu dalam relung hatiku?
Kenapa ada pertemuan ketika perpisahan itu telah ku lakukan padamu?
Kenapa?
Kenapa kau masih menginginkanku dalam hidupmu Yoga Rareyndra Dewa!?
Segala hal pertanyaan tertumpah ruah dalam hati Daisy. Dirinya tak bisa memahami keadaan sekarang yang membawanya pada sebuah pertemuan dengan mantan di masa lalunya.
Dalam benak hati Daisy
kenapa setelah perpisahan masih ada pertemuan kembali tuhan?
Tidak cukupkah untuknya terus tersakiti di masa lalunya?
Daisy tanpa henti meluapkan perasaannya dengan meneteskan air matanya hingga dirinya tertidur pulas di bahu Revita.
Di sisi lain, Yoga merasakan hal yang begitu ia rindukan selama ini. Ya, Ia merindukan sosok Daisynya yang imut nan gembul. Dulu dirinya begitu sangat menyanyangi Daisy karena hanya dialah sosok wanita yang memiliki cara termanis dalam memperhatikannya.
Cara dia yang selalu menemaninya saat latihan basket dan cara dia memberikan berbagai bekal untuknya. Bahkan ia selalu hadir di setiap pertandingannya.
Meluangkan waktunya hanya untuknya. Dan itulah alasan Yoga begitu mencintai Daisy tanpa memandang fisiknya. Bagi Yoga fisik bukan hal yang menentukan dalam mencintai seseorang. Tapi ketulusan hati seseorang lah yang menjadi penentu pada landasan cintanya.
Mungkin jika bagi orang lain Daisy bukanlah gadis yang tak tepat untuknya tapi bagi Yoga dialah gadis yang selama ini ia cari dengan segudang ketulusan yang ia lakukan selama ini.
Daisy, Aku merindukanmu
Dapatkah kita bersatu kembali?
Hatiku sangat menginginkanmu tuk kembali padaku..
Karena bagiku kau adalah gadisku dalam muara semestaku..
please back to my life..
Berikan aku kesempatan untuk membuktikan semuanya..
Back for me please Daisy Rahayu Puspita..
#######
30 menit Dina berkeliling hingga dia menghentikan mobilnya di taman. Ia menoleh pada sahabatnya
"Jadi kita mau kemana nih? Dari tadi muter-muter gak jelas gitu." Tanya Dina
"Kita balik saja ke kontrakan kita din.., kasian daisy. Ia perlu istirahat. Dan kita temani Daisy sampai dia tenang, gimana gaes? Setuju nggak? " Usul Rindu
"Iya itu lebih baik sih.. ". Timpal Revita
"Jadi kalian setuju pulang saja nih? " Tanya Dina lagi
"Iya din.., Makanannya kita pesan aja lewat aplikasi. " Ucap Rindu
"Ya udah deh..., Kita balik ya sekarang. "
Rindu dan para sahabatnya memutuskan untuk balik ke kontrakan mereka. Dan di sisi lain Neysya dirundung pilu karena sebuah pesan singkat di enstagramnya dari Rashid sang mantannya
*@Ar.Rashid_Maulana*
Aku mau kita bertemu besok!!
Reply
*@Qyu.NesyaAyudia*
Aku tidak mau! Jan ganggu aku lagi!
1 direct message from
*@Ar.Rashid_Maulana*
Aku akan tetap mengikutimu!
Neysya mematikan ponselnya dan menatap pemandangan dari luar mobil. Rindu menatap Neysya yang terus murung dan terdiam. Ia menyalakan ponselnya dan mengirimi pesan singkat untuk Neysya
From: Rin_Rindu
Mau minum coklat hangat nanti malam Neys?
Kalo mau nanti aku tunggu di atap kontrakan..
Neysya tersenyum melihat Rindu yang begitu memahaminya. Ia menatap Rindu dan membalas pesan Rindu
To : Rin_Rindu
Baiklah! Makasih rin! ^^
Mungkin bagi Rindu sekarang adalah waktu tersulit untuk sahabatnya dalam menghadapi pertemuannya dengan sang mantan. Dimana semua adalah hal yang tak pernah diinginkan oleh siapapun, bukankah begitu?
Kadang kala ada pertemuan dimana sangat diinginkan oleh manusia. Ya, pertemuan itu adalah pertemuan dengan sosok yang mereka cintai. Dan ada pula pertemuan yang tak manusia inginkan yaitu bertemu kembali dengan seseorang yang pernah menjadi kisah cinta masa lalu mereka yaitu sang "Mantan"
Lantas apakah manusia bisa mempungkiri pertemuan itu?
Jawabannya tidak, Karena apa? Karena manusia hanya bisa menjalaninya dan hanya Tuhanlah yang mengatur segala hal di alam semesta.
Dan terkadang dalam sebuah pertemuan memiliki satu titik jawaban yaitu Intropeksi diri dan menemukan pesan tersirat untuk kehidupan kedepannya.
Dan terkadang dalam sebuah pertemuan kita dapat mengerti bahwa segala hal yang ada di dunia ini tak bisa kita dapatkan dengan mudah. Seperti mendapatkan cinta sejati dan impian.
Masing-masing memiliki perbedaan dan langkah sendiri. Dan dimana kau ingin berpijak disitulah berbagai belokan siap menghadangmu. Dan dimanapun kau menghindari kisah cinta lamamu disitulah pertemuan siap dihadirkan untukmu.
*"Setiap kali kau menghindari sesuatu disitulah takdir siap mempertemukanmu tuk menjadi jalanmu..."
-Author -*