Neysya X Rashid

1449 Words
 "Jika kamu Tak pernah menganggapku ada maka jangan pilih aku lagi! " -Neysya Ayudia A - Mengerti, Aku pernah jauh mengerti akan dirimu. Dirimu yang sering ku sabarin hingga diriku terjatuh pada titik kehancuran. Dimana semua terasa semu dan tak bernyawa lalu kenapa kau masih mengejarku? Bukankah aku buruk untuk kau jadikan berlian dalam hidupku? Bukankah aku selalu salah di matamu? Bukankah aku tak berarti lagi untukmu? Aku, Aku tak pernah menyalahkan waktu yang mempertemukanku denganmu tapi aku terlalu salah dalam mencintaimu. Aku yang terlalu dalam mencintaimu hingga ku mengerti jika semua itu berakhir pada kekecewaanku. Neysya Ayudia Anggraini adalah seorang gadis yang dulu begitu cerewet. Segala hal yang ia lakukan harus sesuai dengan keinginannya. Tapi di balik semua sikapnya ia selalu mengerti apa yang terbaik. Namun semua sikapnya berubah saat kuliah. Neysya Ayudia Anggraini yang biasanya cerewet kini menjadi sosok yang pendiam. Ia selalu memendam semuanya. Dan hanya Rindu lah yang mengerti perasaan Neysya. "Neysya, plis gua mau jelasin!? " "Pergi dari sini!! " "Pergiiii!! ". "Gua bilang pergiiii!!! " Neysya berteriak keras hingga Dina, Rindu dan Revita kaget melihat Neysya yang mengingau sambil berteriak dengan keras dalam tidurnya tiba-tiba. Saat mereka telah sampai di kontrakan Neysya telah tertidur pulas. Rindu dan sahabatnya berniat ingin membawa Daisy terlebih sahulu namun Neysya berteriak kencang tiba-tiba. Rindu meminta Revita membangunkan Neysya. Dengan sekuat tenaga Revita mencoba membangunkan Neysya. "Neys.., bangun.. Neys.. Bangun.. ". Ucap Revita sembari menggoyang-goyangkan bahunya Neysya terperanjat dan bangun. Ia melihat sahabatnya yang menatapnya dengan khawatir. Neysya menutup wajahnya dan mengusapnya hingga kepalanya. Ia menghela nafas sembari bersandar. "Neys, kamu gak apa-apa atuh? " Tanya Rindu "It's okey gaes.., kalian masuklah dulu dan bawa daisy. Aku ingin menenangkan fikiran dulu disini ..". Ucap Neysya "Yakin kamu Neys? Apa kita temenin dulu? " Tanya Dina "No, let me alone please.. ". Ucap Neysya dengan singkat "Baiklah.. ". Mereka mengiyakan permintaan Neysya dan membawa daisy tuk masuk ke kontrakan. Neysya bersandar dengan memejamkan matanya. Ayo Neys!! Kamu pasti bisa ngelupain dia.. Ayolah Neys.. Lupain dia.. Ayolah Neys jangan berharap lagi.. Ingatlah Neys kalo kamu hanya benalu untuknya.. Mengertilah Neysya Ayudia Anggraini!! Ceklek! Pintu mobil terbuka dan tenyata Rindu lah yang menghampirinya. Ia membawa coklat hangat kesukaan Neysya. "Minumlah Neys, biar kamu tenang.. ". Ucap Rindu sembari menyodorkan gelas kecil kepada Neysya Neysya mengambilnya dan menyeruput sedikit demi sedikit coklat hangat kesukaannya. "Makasih ya Rin.. ". Ucap Neysya "Untuk apa Neys? " Tanya Rindu "Kamu selalu mengerti perasaanku.. Dan makasih untuk coklat hangatnya.. ". Tutur Neysya "Itulah gunanya sahabat Neysya Ayudia Anggraini. Gua, Revi, Dina dan Daisy kan selalu ada buat lu.. ". Ucap Rindu tersenyum hangat Neysya memeluk Rindu dan Rindu pun membalas pelukan Neysya. Melepaskan kesedihan pada sahabatnya adalah hal yang terbaik untuk kita. Bukankah begitu? Rindu melepaskan pelukan Neysya dan menatapnya pelan "Ya udah yok kita makan duluuu.. Tadi kita dah pesan pizza jumbo dan banyak lagi. Daripada galau mending kenyangin perut haha". Neysya tersenyum hangat "Ya udah ayokk.., Yok biar gak kurus lagiii.. ". "Salam lemak Rinduu..". Teriak Rindu sembari berjalan ala badut yang membuat Neysya tertawa terbahak-bahak. Rindu bahagia bisa membuat sahabatnya Neysya tak sedih lagi. Dalam hatinya Rindu tak ingin sahabatnya mengalami hal pahit seperti dirinya. Karena hal pait itulah luka yang tak semudah itu bisa dihilangkan. ####### Rindu dan Neysya masuk rumah kontrakan mereka bareng-bareng. Saat mereka menghampiri ketiga sahabatnya Daisy menunjuk Neysya. Rindu dan Neysya mendapat sambutan dari Daisy yang tiba-tiba bersikap aneh "Hai anak pendiam, ada gerangan apa kamu mengingau!! Jawab saya atau kamu saya Ramal hohoho.. ". Ucap Daisy berakting "Mak lampir ampun mak jangan ambil kecantikan saya. Mak lampir sudah seharusnya tua karena dah usianya haha". Sahut Rindu menggoda Daisy "Sialan Lu Diajeng Meyrindu!!! Gua masih muda bukan tua!! " Teriak Daisy tak terima "Dan saya pun tak peduli mak lampir.. ". Timpal Neysya Daisy berdiri dan ingin menghampiri mereka berdua "Sini kalian berdua biar ku cincang!!" "Ampun makk, mak lampir kenapa harus bangunn kiyaa.. ". Ucap Rindu "Diajeng Meyrindu!!! Awas ya kamu!!! " Teriak Daisy sambil mengejar Rindu dan Neysya Mereka berlarian berusaha kabur dari kejaran Daisy. Dina dan Revi hanya bisa tertawa melihat tingkah konyol sahabatnya. Namun inilah arti sahabat yang sesungguhnya. Ketika kamu sedih maka sahabatmu juga akan ikut merasakannya begitu ketika kau bahagia sahabatmu akan merasakan kebahagiaan juga. Dan sahabat akan selalu ada tuk memelukmu di setiap keadaanmu tanpa ada sebuah alasan objektif. Dan bagaimana arti sahabat menurutmu? Tok.. Tok.. Di tengah ramenya Rindu dan sahabatnya bercanda ria ada suara seseorang mengetuk pintu. Mereka terdiam dan saling memandang. "Siapa ya gaes malem-malem gini? " Ucap Revi menanyakan "Hii hayo siapa Revitaa.. Apakah itu hantu." Ujar Daisy menakuti Revita dengan berbisik ke telinganya "Daisy Rahayu Puspita! Stop dehh jangan nakuti gua!! " Teriak Revita ketakutan dan bersembunyi di belakang Dina "Haha gitu aja takut.., Sini biar aku buka pintunya. " Ujar Daisy mulai berdiri tuk melangkahkan kakinya tuk membuka pintu "Jangan! " Ucap Neysya yang tiba-tiba berteriak "Ha? Kenapa atuh Neys? " Tanya Daisy mengerutkan dahinya "Biar aku yang buka Daisy.. ". Jawab Neysya "Baiklah.. ". Daisy kembali duduk dan Neysya mulai berjalan ke arah pintu. Ceklek! Ia membuka pelan dan melihat sosok pemuda berkacamata berdiri di depan pintu. Ya, dia adalah Maulana Rashid. Mantan dari Neysya di masa lalunya. Neysya melototkan matanya kaget melihat kehadiran Rashid yang mengetahui kontrakannya. Ia menutup pintu agar sahabatnya tak mengerti tentang hal ini. Neysya berhadap-hadapan dengan mantannya. Neysya menatap Rashid dengan tatapan dinginnya sedangkan Rashid menatapnya dengan sendu. Neysya menatap Rashid dengan dingin "Mau apa kamu kesini Maulana Ar-Rashid! " "Aku ingin kita bicara tentang hubungan kita Neys.. ". Jawab Rashid berusaha memegang tangan Neysya Neysya menghempaskan tangan Rashid dengan kasar "Hubungan? Hello Hubungan kita sudah selesai sejak 6 tahun yang lalu.. ". Rashid menatapnya tak percaya "Itu keputusanmu sendiri bukan kita berdua Neysya! " "Ya, itu memang keputusanku. Kenapa? Kamu tak suka dengan keputusanku yang meninggalkanmu? " Ucap Neysya yang menusuk hati Rashid "Hubungan itu milik kita berdua bukan dirimu saja Neysya, Kenapa kau begitu egois pada perasaanmu sendiri? " Tanya Rashid "Egois? Ya aku memang egois dan benalu seperti yang sahabatmu katakan bukan? Egois itu boleh dilakukan ketika pada waktu yang tepat Maulana Ar-Rashid! Dan aku berhak memilih jalan hidupku dalam hubungan kita bukan? Jadi pergilah dari sini! Aku tak ingin melihatmu! " Ucap Neysya "Kau mendengarkan ucapanku dengan Aira? " Tanya Rashid "Iya tapi sudahlah itu tak penting bagiku lagi .., Sudah malam jadi silahkan kamu pergi. " Ucap Neysya Rashid tak menghiraukan ucapan Neysya. Ia melangkahkan kakinya tuk mendekat ke arah Neysya. Neysya memundurkan kakinya hingga di pintu. Ia berusaha memegang gagang pintu. Neysya melihat Rashid yang tampak membawa sesuatu dari belakang. Pikiran Neysya bingung dan cemas dengan apa yang akan dilakukan mantannya padanya. Sret.. Rashid memakaikan Syal pada Neysya yang terdiam. Neysya diam membeku melihat apa yang sedang dilakukan Rashid padanya. Rashid mengusap poni depan Neysya yang menutupi matanya. Rashid membuka poni milik Neysya yang menghalangi matanya. Dirinya menatap pelan mata Neysya. "Udaranya dingin mulai bulan depan. Kamu jangan lupa pakai syal ya biar tak sakit.. ". Ujar Rashid tersenyum hangat pada Neysya Deg! Neysya terpaku mendengar ucapan Rashid yang begitu dekat dengannya. Tatapan matanya yang sendu dan senyumannya yang hangat membuat dirinya rindu akan sosoknya. Kalbunya menghangat seketika diikuti dengan wajahnya yang merona. Neysya berusaha mengalihkan pandangannya dari Rashid. Agar Rashid tak dapat melihat wajahnya yang merona namun semua sia-sia karena Rashid telah melihatnya. Rashid tersenyum melihat tingkah lucu Neysya "Kamu semakin hari semakin imut dan cantik ya Neys.. Dan mungkin alasan itulah aku tak bisa melepaskanmu begitu saja Neysya Ayudia Anggraini ..". Blush! Wajah Neysya memerah lagi ketika mendengar gombalan dari sang mantannya "Berhenti menggombal! Aku bukan lagi milikmu! " Ucap Neysya "Liatlah.. kamu begitu manis dan cantik saat merona. " Gombal Rashid "Mau mundur sendiri atau ku mundurkan?" Ancam Neysya "Oh baiklah, aku akan mundur sendiri..". Ucap Rashid mengiyakan permintaannya. Rashid memundurkan dirinya dua langkah "Neysya.. ". Panggil Rashid "Apa lagi? " Tanya Neysya Rashid mengambil tangan Neysya dan memberikan sebungkus donat kesukaannya "Makan donat itu agar kamu selalu manis di mataku.. ". Lagi-lagi Rashid menggombalinya dan Neysya begitu dag dig dug menahan getaran di hatinya. "Pergi sekarang Maulana Ar-Rashid!! atau ku lempar donat ini! " Ucap Neysya "Oh baiklah, aku akan pergiii.. ". Ucap Rashid "Bagus lah kalo kau mengerti.., pergi sekarang juga!!" "Habiskan donatnya ya mumpung masih hangat. Sehangat cintaku padamu eak.. ". Gombal Rashid lagi "Oh kau mau ku lempar ya? " Ancam Neysya "Tidak.. ". Rashid berinisiatif ingin mengambil tangan Neysya tapi dalam hatinya ia ragu apakah bisa? Rashid meraih tangan Neysya saat dirinya tak sadar Ia membungkukkan badannya dan mencium telapak tangan Neysya. "Selamat Malam tuan putri imutku.. ". Dan lagi-lagi Neysya terjatuh pada dirinya. Dirinya yang pernah singgah di masa lalunya. Lantas manakah yang harus ia pilih? "Lagi-lagi hati tak akan bisa kau bohongi dengan ucapanmu .. Karena hati selalu jujur tentang apa yang kau rasakan, Bukankah begitu? " -Maulana Ar-Rashid -
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD