Revita ❌ Renaldo

3323 Words
Chapter 8 *"Mengubah nasi yang menjadi bubur itu susah ya seperti itulah hubungan kita yang tak bisa diubah kembali apa yang sudah jadi".* *-Revita Nidya Aisyah -* Malam itu Semu terasa berbeda. Kerlap kerlip bintang menghiasi langit . Hembusan angin silir semilir menyapa tubuh manusia. Deru jantung yang kian bergemuruh dalam d**a. Mata yang saling memandang dengan sendu seakan menyiratkan kenangan yang indah pernah tertulis dengan pena. Hangatnya ucapannya yang menyentuh kalbuku. Dan sabarnya dirinya yang selalu siap menghadapiku. Semua itu adalah hal yang ku rindukan dari sosoknya. Sedetik aku memandangnya yang masih mengecup punggung telapak tanganku. Alam semesta seakan berhenti. Dan sunyinya alam semesta menjadi saksi bisu ku telah terjatuh pada pesonanya lagi. Aku masih menatapnya dengan tatapan yang sangat ku rindukan. Kenapa kau melakukan ini Maulana Ar-Rashid? Kenapa kau biarkan aku terjatuh lagi padamu? Kenapa kau biarkan aku membuka pintu yang sudah ku tutup rapat-rapat? Kenapa? Kenapa kau hadir di saat aku mulai melupakanmu? Apakah hatiku yang masih ada cinta yang tersirat untukmu? Apa kalbuku yang masih menginginkanmu kembali padaku? Sejenak Neysya masih terhanyut dalam perasaannya begitu juga Rashid yang berusaha mengambil hati dan kepercayaan Neysya akan perasaannya. Rashid tau jika dirinya masih menginginkan hubungan ini. Dan Rashid berusaha untuk membuat hati Neysya menyadari hal itu. Neys, plis open your eyes and you heart for me.. I know you heart still belongs to me.. Relize your feelings plis Neysya Ayudia Anggraini.. Give me a chance plis.. Neysya melepaskan tangannya yang digenggam Rashid. Dan Rashid kembali berdiri. Ia tersenyum pada gadis di depannya "Aku pulang ya.., Jaga dirimu Bye Neysya imutku. " Setelah mengucapkan sepatah kata untuk kedua, Rashid membalikkan badan dan berjalan meninggalkan tempat Neysya tinggal. Neysya masih diam membeku menatap punggung seseorang yang mulai meninggalkannya. Dalam hatinya ia sangat ingin merengkuh punggungnya dan memeluknya dari belakang. Namun semua hanyalah halusinasinya dan kenyataannya bahwa itu semua tak bisa terjadi karena mereka adalah Mantan. ~~~~ Rindu, Dina, Revi, dan Daisy yang mengintip diam-diam Neysya dari balik jendela. Daisy sangat antusias ketika melihat pemuda itu mendekati Neysya "Widih.., Cakep juga ye mantannya Neysya.. ". Ucap Daisy "Ssttt, Diem entar mereka denger Dais!! " Ujar Revi memperingati Daisy agar tak bercakap keras "Iya iya!! " Mereka terus menyaksikan Neysya dan mantannya hingga pemuda itu pergi. Neysya masih terdiam kaku menatap ke depan. "Oh jadi ini alasan Neysya yang tak ingin kita tau.. Mangkanya Neysya diem banget. " Celetuk Daisy "Ya kan setiap orang ada waktunya untuk bercerita dan tidak Daisy.. ". Timpal Dina "Iya sih.., Ya udah ayo kita samperin Neysya!! " Usul Daisy "Gak apa-apa nih gaes? " Tanya Revi "Gimana nih Rin? Rin kan yang paling deket sama Neysya.. ". Ucap Dina "Kita samperin barengan dan support dia bersamaan mungkin itu adalah cara terbaik untuk membuatnya mengerti bahwa kita tak mempermasalahkan masa lalunya tapi kita selalu ada untuknya. " Ucap Rindu dengan bijak "Okeyyy yokkk!! " Mereka bergegas keluar menghampiri Neysya Sahabatnya. Mungkin bagi Rindu Neysya memerlukan sandaran untuk mengekspresikan perasaannya selain dengannya tapi juga dengan sahabat-sahabatnya lainnya. Karena tak hanya ada Rindu yang ada di lingkar persahabatan mereka tapi ada Revi, Dina dan Daisy. Rindu berjalan di belakang sedangkan lainnya menghampiri Neysya duluan. Grab! Revi, Daisy dan Dina memeluk Neysya dari belakang. Rindu hanya melihat dari samping. Neysya kaget melihat kehadiran sahabatnya. Ia menghapus air matanya agar sahabatnya tak melihatnya. "Udah jangan dihapus air matanya.. ". Ucap Daisy "Iya lagian kami ada untukmu kapanpun Neys.. ". Timpal Revi "Iya luapkan semua yang kamu rasakan dan ketika kamu dah siap untuk bercerita pada kita maka kita siap mendengarkannya.. ". Lanjut Dina Rindu menyentuh bahu Neysya "Kami selalu ada untuk susah sedih dan bahagiamu Neysya.. ". Neysya berbalik dan memeluk sahabat-sahabatnya. Ia menumpahkan semua air matanya hingga tak bersisa. "Terima kasih buat kalian yang selalu memahamiku dan ada untukku.. ". "Udah-udah ih yokkk kita bakar-bakar jagung aja hayuk!!! Gak usah sedih-sedihan lagiii.. ". Teriak Daisy "Okeyyy Yok bakar kontrakan!! " Teriak Neysya "Heh ngawur aja Neys.. hahaha.. ". Balas Daisy "Mau kita tinggal di jalanan hahaha.. ". Ujar Revi "Kan kita masih punya anak konglomerat yang siap nyediain kita apa aja iya kan din haha. " Ujar Rindu menyenggol sahabatnya Dina "Enak aja !!! Semua gak ada yang gak gratiss kecuali ada aku Maudina haha.. ". Sahut Dina "Tuh kan belaga kau ya maudina haha.. ". Ujar Daisy Semua tertawa dan melupakan semua kesedihan yang terjadi pada mereka. Setelah kejadian semua itu mereka bercerita satu sama lain. Di balik indahnya bintang Rindu merasakan bahwa masih ada kebahagiaan yang bisa ia dapatkan dari para sahabatnya meskipun bundanya telah pergi meninggalkannya selamanya. Bunda.., Rindu bahagia disini semoga bunda bahagia melihat Rindu disini.. "Woi Diajeng Meyrindu ayo!! " Teriak sahabat-sahabatnya Rindu berlari ke mereka dan berteriak "Iya ayo kita bakar Kontrakan!! " "Woiiii bakar jagung woiii bukan kontrakan!! " Ya, Inilah Sahabat Rindu yang selalu penuh canda dan tawa serta kesedihan yang pernah tersirat. Namun bagaimanapun keadaannya mereka selalu memegang erat tangan satu sama lain. Dan itulah keindahan dari persahabatan. ~~~~~ Mungkin jika dibandingkan kisah cinta orang lain denganku sangatlah jauh berbeda. Ya, kisah asmaraku begitu menyedihkan. Namun aku mengerti satu hal bahwa Jangan pernah berharap pada manusia karena semua akan menjadi tombak yang siap menghantammu, Bukankah begitu? "Kamu yang selalu saja menyalahkanku tanpa kamu tau alasanku! Bukankah begitu Rev? " "Kenapa diam saja!? Kenapa? Apa kamu gak punya mulut untuk bicara padaku!? " "Kau yang selalu cuek padaku Al! Dan Ya aku yang selalu salah di matamu! " "Dan kau yang selalu minta dituruti terus menerus tanpa kau tau bagaimana keadaanku Revita Nidya Aisyah! " "Ya! Bagimu aku hanyalah cewe yang selalu merepotkanmu! Bukankah begitu! Bagimu permintaanku hanyalah butiran beban yang kau rasakan bukan! Jawab Al! Jawab aku Renaldo! " "Aku hanya minta kau datang di acara keluargaku, sesulit itukah kau lakukan permintaan itu.. ". "Kau memang egois Rev.. ". "Kalo memang kau merasa aku egois hubungan kita cukup sampai disini.. ". "Aku sadar jika ada satu hal yang tak pernah kau tau tentangku Al.. ". Saat itu Revi meninggalkan Pemuda itu dengan air mata yang mengalir di setiap langkahnya. Dan pemuda itu sama sekali tak mengejarnya. Flashback off~ Kukuruyuk.. Ayam berkokok dan mentari mulai bersinar di sela-sela atap. Revi terbangun dahulu. Ia merasakan wajahnya begitu sembab dengan air matanya. Lagi-lagi dirinya bermimpi tentang masa lalunya.Ya sosok seorang pemuda yang bernama Renaldo putra Denanda. Sosok pemuda yang sangat cuek dan tegas. Namun di balik sikap cuek dan tegasnya pemuda yang sering dipanggil Al adalah sosok pemuda yang pekerja keras. Dan Revi begitu memahami keadaan Al yang selalu kerja dan kerja setelah pulang kuliah. Bahkan pemuda itu tak pernah punya sedikit waktu untuknya. Mereka hanya bisa bertemu di hari minggu. Revi menekuk lututnya dan menundukkan wajahnya. Ia mengambil ponselnya dan mengambil foto di belakang casingnya. Foto dimana Al yang tersenyum aneh dan dirinya yang menertawakannya. Al, wajahmu ternyata tidak berubah ya dari dulu? Kamu sudah bahagia dengan kehidupan yang kau inginkan Al? Mungkin kamu sekarang sudah sukses bukan? Kamu pasti jauh lebih sukses dan bisa membahagiakan keluargamu bukan? Sedangkan aku disini masih menjadi gadis yang begitu manja dan menyebalkan.. Aku yang tak pernah maju dari masa laluku.. Masa lalu yang ingin melupakanmu.. Kenapa aku tak bisa melupakanmu Al? Kenapa aku masih kangen dengan tatapanmu, senyumanmu dan kejengkelanmu padaku? Kenapa Al aku begitu terjatuh pada pesonamu? Maaf ya Al.., Aku selalu menjadi tembok kegagalanmu.. Makasih ya Al.. Makasih ya Renaldo Putra Denanda atas segala kenangan yang kau ukir denganku.. Semoga kamu bahagia.. Dan tak pernah menemukan sosok wanita sepertiku lagi.. Ayo Revi!! kamu harus bangkit!! Lupakan dia!! Kamu pasti bisaa!! Fighting... Revi bangkit dari kamarnya dan menaruh kembali foto itu di belakang casingnya. Ia berdiri dan melangkah keluar kamar. Ia melihat sahabat-sahabatnya yang masih terlelap. Ia memgambil sayur dan ikan di kulkas dan mulai memotongnya bersamaan. Membuat nasi goreng udang pasti enak buat sarapan. Batin Revi Revi mencuci udang dan meletakkan di wadah kecil. Setelah itu mengiris bawang putih, bawang merah dan meletakkannya di cobek besar. Ia mengambil daun jeruk, sedikit jahe, cabe rawit dan cabe besar. Setelah itu menguleknya bersamaan. Tak lupa tambahkan merica, garam dan gula sesuai takaran. Setelah selesai mengulek ia mengambil wajan dan memberinya sedikit minyak. Ia mendiamkan minyak sampai panas. setelah itu baru memasukkan udang dan telur puyuh bersamaan. Baru bumbu yang telah diuleknya dimasukkan ke dalam udang dan telur puyuh. Ia aduk sebentar dan baru memasukkan nasi sambil mengaduk-aduknya. Ia memutarkan lagu agar bisa bersenang-senang saat memasak. Sreng.. sreng.. "Tarikk siss... Semongkoo.. ". Teriak Revi sambil berjoget ria menikmati lagu yang diputarnya Revi meluapkan segala hal yang ada di perasaannya hingga masakannya jadi. Ia mengambil wadah besar dan memindahkan nasi goreng yang telah dibuatkannya ke dalam wadah tersebut. Baru memindahkannya di meja makan dan menutupnya dengan tudung saji. Time for Take a bath!! Ia memutuskan mandi karena dirinya harus pergi ke kampus pagi-pagi. Ia masuk ke kamar mandi dan mulai melakukan aktivitasnya. Di sisi lain Rindu, Daisy, Neysya dan Dina mencium bau harum nan enak. Mereka bangun dari tidurnya dan berjalan sambil tidur ke arah tempat mereka mencium harum makanan. Mereka mengucek matanya dan melihat ada nasi goreng kesukaan mereka yang tersaji. Mereka mengambil piring dan mengambilnya bergantian "hmm enak bangett!! Siapa sih yang masak pagi-pagi begini yam yam.. ". Ucap Daisy "Hmm.., Pasti si Revi tuh. Siapa lagi kalo bukan dia. Dia kan ahli banget masak. "Sahut Neysya "Ya udah kita habiskan yok!! " Sesudah mandi Revi keluar dengan baju yang telah dipakainya. Ia mendengar suara berisik dari tadi di dapurnya. Ia berjalan dan menengoknya "Astagah kalian ternyata.., Bisa-bisanya makan sambil tidur!! " Ucap Revi "Haha enak rev nasi goreng buatan lu!! " Ujar Daisy "Kalian dah cuci muka kan? " Tanya Revi "Hehe udah dari mimpi tadi.. ". Jawab mereka semua dengan tertawa "Cepet kalian cuci muka baru lanjutin makannya!! Atau besok gak ku masakin lagi!! " Ancam Revi "Taruh sendoknya sekarang Diajeng, Daisy, Maudina, Neysya!! " Ucap Revi "Tapi kan Rev..". Balas mereka dengan melas "Sekarang!! " "Ahh iya iya .., ayo gaes!! " Revi siap melayangkan tatapan tajam ala mak lampir kepada sahabat-sahabatnya yang tak mau menurut padanya. Dan alhasil mereka bergegas pergi ke kamar mandi untuk cuci muka. Ya, diantara para sahabatnya Revi adalah sosok sahabat yang begitu tegas, teliti, selalu mengingatkan para sahabatnya. Jadi tak ada siapapun yang bisa menolak perintahnya. Revi cekikan melihat sahabatnya yang lari terbirit-b***t karena ulahnya. Setelah melihat sahabatnya selesai cuci muka dan tangan ia langsung ke kamarnya tuk menyiapkan kebutuhan kuliah paginya. Ia memoles wajahnya dengan make up kemudian menata bukunya dan memasukkannya di totebag miliknya. Setelah semua siap Revi berjalan ke arah dapur tuk mengambil bekal yang telah disiapkannya tadi. "Woi Rev, Lu mau kemana pagi-pagi gini?" Tanya Daisy "Gua mau ke kampus soalnya ada kuliah pagi.. ". Jawab Revi atas pertanyaan Daisy "Perlu gua anter gak Rev? Kalo iya gua ganti baju nih. " Tanya Dina "Kagak usah din, gua dah pesen gojek kok.., kalian makan yang tenang aje. Gua berangkat yee gaes.. ". Pamit Revi "Ati-ati ya Rev... ". "Yoi gaes.. Byee.. ". Setelah selesai mengambil bekal dan berpamitan ke sahabatnya ia melangkahkan kakinya tuk pergi ke depan pintu karena Bang gojek telah menunggunya. "Widih geulis tenan lu neng Revi.. ". Ujar Fajar Teman kuliahnya yang ia sewa jadi ojeknya "Udah deh gak usah gimbilll.., Yuk ah berangkat jarr !!" Ujar Revi "Aya aya siap atuh neng, Nih pake helmnya. " Balas Fajar memberikan helm pada Revi "Tumben lu gak bangun telat dan bisa bangun pagi? " Tanya Revi sambil memakai helmnya "Ya kan untuk neng Revi mah gua selalu bisa asalkan ada tipsnya hehe.. ". Bluk! Revi memukul kepala Fajar "Kamu tuh tips mulu padahal mah sering saya bawakan makanan gratis dasar kau tuh.. ". "Aduh neng Revi galak sisan atuh. Maap atuh Fajar kan cuma bercanda haha. Biar kita gak sepaneng mari lah neng Revi yang geulis bercanda ria dengan bang fajar.. ". Ujar Fajar melantunkan celotehannya ala nyinden "Ayokk berangkattt!! Atau gua potong gaji lu." Perintah Revi "As siapp neng revi.. ". Brum.. Brum.. Fajar mengendarai motornya sambil melirik Revi yang cantik jelita meskipun wajahnya tampak jutek sejujurnya Revi adalah gadis yang selalu menjadi incaran para kaum adam. "Fajar fokus ke depan!! Nanti saya telatt!! Mau kamu gak aku gaji? Cepetin kecepatannya." Teriak Revi "Iya neng Revi.. ". Fajar mengiyakan dan mempercepat laju motornya hingga Revi merasa ketar-ketir. Beberapa menit kemudian sampailah mereka di kampus. Revi turun dari motor Fajar dengan linglung. "Kamu itu fajar!! Nyetir motor bikin saya pusing hadehh.. ". Eluh Revi "Lha katanya neng Revi ngebut ya saya turuti atuh.. ". Jawab Fajar "Arghh tau ah, nih uangnya!! " Ujar Revi memberikan uang 20 rb pada fajar Ia berjalan meninggalkan fajar. Ia masih pusing tapi ia biarkan saja hingga saat naik tangga dirinya ingin terjatuh namun seseorang menangkapnya dari belakang. Sosok pemuda tinggi nan kekar menangkap Revi. Revi membuka matanya dan melihatnya. Ternyata pemuda itu adalah Renaldo "mantannya" "Kamu gak apa-apa? " Tanya pemuda Revi langsung bangun dan menjauh "Ya aku gak apa-apa! " Revi ingin pergi meninggalkan tempat itu namun tangan Al menghentikannya "Tunggu dulu." Ucap Al dengan singkat "Apalagi hah? " Tanya Revi mengernyitkan dahinya dengan judes "Pemuda tadi itu siapa yang menggoncengmu? " Tanya Al "Itu bukan urusanmu bye! " Balas Revi melepaskan tangannya dan pergi Al mengusap wajah coolnya dengan kasar dan mengepalkan tangannya. Gila All! Kenapa kau menanyakan hal aneh padanya argh!! Pasti dia akan berfikir tentangmu kalo kau masih peduli padanya!! Kenapa kau masih peduli tentangnya!! Bukannya kau lega sudah putus darinya!! Kenapa kau semakin cantik dan jutek sih Nidya.. Sudahlah sekarang waktunya untuk mengantar pesanan sebelum ia kuliah!! Al mengabaikan perasaannya meskipun jauh dari lubuk hatinya ia sangat ingin tau keadaan gadis masa lalunya. Ia memilih diam dan tak memikirkannya karena baginya Revita Nidya Aisyah hanyalah masa lalu yang tak bisa ia lupakan. ~~~~ Revita bergegas ke kelasnya dengan tergesa-gesa. Di pagi harinya dirinya merasa banyak masalah yang terjadi padanya. Terutama pertemuannya dengan mantan cueknya. Dih! Kenapa aku harus bertemu dia sih!! Kenapa !! Lagi pula Kenapa dia bertanya tentang kedatangannya dengan fajar yang goncengan? Apa dia masih peduli padaku? Arghh.., Sudahlah Rev! Ingat dia hanya masa lalumu tidak lebih!! Revi masuk kelas namun keadaan kelas begitu sepi padahal sudah jam 8. Ada seseorang yang memanggilnya "Revi.. ". "Woi dit, Kenapa kelas masih sepi gini? " Tanya Revi pada teman sekelasnya "Lho Rev kamu gak tau kalo kelas kita libur sekarang? Kamu gak liat pesan di grup w******p ya? " Ujar adit teman sekelasnya "Ya ampun iya gua gak liat. Bentar gua liat!! Ya ampun baterei ponselku abis pula. Jadi ada tugaskah dit? " Tanya Revi "Ada Review dan buat Ringkasan materi kemaren aja kok Rev dikumpulkan nanti malam .., Ya udah gua duluan Ya Rev!! " Pamit Adit "Yoi Thanks ya ditt!! " Revi bersandar di kursi. Ia merasa penat dan lelah. Bagaimana tidak ia tak lelah jika dirinya tak tau jika kelasnya libur huftt.. Ya, udah deh. Udeh terlanjur juga.. Mending ke perpus!! Sambil liat Resep masakan dan ngerjain tugas!! Yok semangat Rev!! Revi berdiri dengan semangat dan menjinjing totebagnya. Ia segera menuju perpustakaan. Karena baginya perpustakaan adalah tempat terbaik untuknya menenangkan diri. @Perpustakaan Perpustakaan Kampus Bintara adalah perpustakaan yang lengkap dengan segala hal fasilitas. Selain lengkap dengan fasilitas perpustakaan kampus bintara memiliki bangunan yang indah hingga para mahasiswa nyaman tuk berkunjung maupun mengerjakan tugasnya. Dan perpustakaan inilah tempat favorit Revi menghabiskan waktu luangnya setelah pulang kuliah. Bahkan saking nyamannya Revi berada disini sampai pernah sahabatnya mencarinya dan menunggunya. Sampailah Revi di perpustakaan. Ia langsung berjalan ke rak buku tentang masakan. Ia mengambilnya dan melihat-lihat. Huwaa.., inilah kebahagiaan surga untuknya melupakan segala hal.. Setelah menemukan resep makanan yang selama ini ia cari dirinya mengambil buku kecilnya dan mencatatnya segera. Di sudut pojok ada seorang pemuda yang diam-diam mengamatinya. Ia tertawa melihat ekspresi Revi yang begitu gembira menemukan resep yang dicarinya. Baginya Revi seperti anak kecil yang baru mendapatkan permen. Ia berjalan menghampirinya dan bersandar di rak buku sambil mengamati gadisnya yang begitu serius mencatat resepnya. "Mau masak ini denganku? " Tanya pemuda itu yang bernama Al Revi menoleh kaget mendengar suara yang dikenalnya "Al! Dari kapan kau disini? " "Hmm, Dari tadi kenapa? Kau tak sadar ya? " Jawab Al dengan cool "Ya sudah..". Jawab Revi dengan singkat dan cuek "Kau mau masak denganku ini? " Tanya Al sembari menunjuk resep steak kesukaan Revi "..... " Revi tak menjawabnya dan memilih mengabaikan Al. "Nidya jawab akuu!! " Ujar Al "Kau tau bukan jawabanku tetap tidak! " Jawab Revi dengan tegas "Kenapa? Apa karna aku masa lalumu? " Tanya Al "Kalau kau tau kenapa masih mempertanyakannya padaku Al!! " Geram Revi "Oh maafkan aku.. ". "Sudahlah minggir aku mau pergi!! " Ujar Revi Dirinya meletakkan kembali bukunya dan ingin pergi. Namun ia melangkah ke arah yang salah "Hei Revita Nidya disana pintu keluarnya." Ucap Al mengingatkan Revi "Aku pun tau! " Jawab Revi dengan ketus Haha, Kau masih sama seperti dulu ya.. Revi berjalan dengan kesal. Bagaimana tidak ia tak kesal karena Al selalu ada di tempat ia berada. Bahkan di tempat favoritnya! Sudahlah Rev! Mending sekarang ke kantin! Itu jauh lebih baik!! Revi berjalan ke kantin tanpa ia sadari bahwa Al berjalan ke tampat yang sama. Di kantin, Revi memesan es kopi Expresso dengan dalgona kesukaannya. Sambil menunggu pesanannya ia membuka tabletnya sambil memakan bekalnya. Ia melihat desain baju rancangan karyawannya. Al melihat Revi dari kejauhan dan ia menghampirinya lagi. Duduk di depan kursinya. Mengamati gadisnya yang begitu sibuk melihat tabletnya sambil makan. "Kalo makan ya makan kalo kerja ya kerja.. ". Celetuk Al Revi lagi-lagi mendengar suara yang dikenalnya. Ia mengangkat wajahnya dan melihat ke depan. Lagi-lagi Al! Ia menatap sebal ke arah Al yang menjadi sorot mata kaum hawa di kantin "Ngapain lagi kamu disini? " "Ya duduklah ngapain lagi Nidya.. ". Jawab Al dengan enteng "Ck! Kenapa harus disini? kau kan bisa mencari meja lain Al! " Protes Revi "Kenapa? Kau tak ingin aku ditatap wanita lain ya? " Tanya Al dengan pede "Tidak! aku tak berhak lagi seperti itu padamu! jangan pede! " Balas Revi dengan sengit "Apa Karena kita sudah putus jadi kau tak berhak posesif padaku? begitu? " Tanya Al Revi mengepalkan tangannya di depan Al "Kalau kau tau itu kenapa kau masih tanyakan padaku Renaldo putra Denanda!" "Haha maaf ya, Kau begitu kesal padaku ya padahal.. ". Ujar Al dengan tertawa melihat Ekspresi marah Revi "Terserah kamu! aku tak peduli! " Revi diam membisu begitupun Al. Al melirik ke arah wajah Revi Kau memang tak pernah berubah Rev.. Sifat kesalmu padaku masih menjadi hal yang begitu ku rindukan.. Mereka sama-sama diam membisu tanpa memedulikan satu sama lain. Revi ingin sekali mengusir pemuda itu tapi Ia tak ingin menghabiskan tenaganya hanya untuk bertengkar. Setelah beberapa menit pesanan Revi datang "Ini ya kak pesanannya Ice kopi ekspresso dan dalgona.. ". Ujar pelayan kantin "Iya kak benar. Makasih ya..". Revi langsung menghabiskan minumannya sampai tak tersisa. Ia merasakan begitu haus karena berdebat dengan Al. Dirinya tak peduli dengan Al yang terus mengamatinya. "Sejak kapan kau suka kopi? bukankah dulu kau tak suka kopi saat ku tawari? " Tanya Al "Dulu dan sekarang berbeda jadi jangan kepo lagi tentangku Al! " Balas Revi "Bagiku kau tak pernah berubah Nidya tapi kau yang memaksakan dirimu tuk berubah.. ". Ujar Al yang membuat hati Revi memanas Rev! Kau harus pergi dari sini! Atau kau harus sabar menghadapi dia! Revi memasukkan Tabletnya beserta catatannya. Ia berdiri dan ingin meninggalkan Al. "Dengar ya Al, Semua perubahan yang terjadi pada diriku bukan lagi urusanmu! Jadi jangan ikut campur urusan kehidupan pribadiku yang sekarang ini." Ucap Revi dengan tajam Al ikut berdiri dan mengikuti langkah Revi "Kau masih benci padaku Nidya? " Tanya Al Revi menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya tuk menghadap lelaki menyebalkan itu. "Kenapa kau selalu menanyakan hal yang dimana kau tau jawabanku Renaldo! " "Ya karena aku masih peduli padamu Nidya.. ". Ujar Al "Ingat satu hal Al.. Kita hanya MANTAN! TIDAK LEBIH LAGI! " Ucap Revi dengan lantang dan keras hingga para mahasiswa di kampusnya menatapnya. Revi tak peduli dan meninggalkan Al yang masih diam dengan ekpresi Coolnya. Tuhan.., Apalagi yang kau Rencanakan kali ini.. Revi meneteskan Air matanya sambil berjalan. Semua perasaannya dan mimpi masa lalunya terngiang-ngiang dalam fikirannya. Ia tak tau apa yang terjadi pada hidupnya yang mulai tenang ini. Satu hal yang Ia mengerti jika setelah hari ini tak akan ada hari tenang untuknya lagi. "Lupakan aku Al , karena Kita hanya Mantan. Tak lebih lagi.. ". -Revita Nidya Aisyah -
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD