*Day of Day*
"Berikan aku alasan untuk membuatmu bertahan denganku ".
-Trio of Mantan -
Arghh..
Sebel!!
Kenapa harus ada pertemuan setelah perpisahan!!
Hari sabtu adalah hari yang menyebalkan untuk Revi. Mantannya hadir kembali ketika hidupnya telah jauh tenang dan bahagia.
"Lu maunya apa sih Alll... ". Teriak Revi dengan kencang
Drtt..
Ponselnya begetar dengan keras. Ada seseorang yang menelfonnya.
Siapa sih nelfon gua di saat gua begini!!
Ia mengambil ponselnya dan menekannya "Apa sih mau lu Al! Berhenti nelfon gua!! Gua cape sama lu!! " Teriak Revi
"Al? Ini gua fajar atuh neng geulis.. ". Ujar seseorang dari telfon yang ternyata Fajar kang ojeknya
"Lu dimane sekarangg!! Jemput gua sekarang!! " Jawab Revi dengan Frustasi
"Saya sudah sampai dari tadi.., Neng geulis tengok ke kanan sekarang.. ". Ujar Fajar
Revi menoleh dan melihat sosok lelaki pertama melambaikan tangan padanya.
"Ciluk baa.. ". Ujar Fajar bersenandung tak jelas
"Sini jemput gua di sini! " Ucap Revi
"Neng geulis kan tinggal jalan 5 langkah dari rumah.. Asyekk.. ". Goda Fajar
"Fajar utomo!! Cepet sini!! " Ujar Revi mengulangi perintahnya untuk kang ojeknya
"Kasih tips ya neng geulis.. ". Rayu Fajar yang masih tak ingin menghampiri Revi depan fakultasnya
Revi melihat Fajar dengan tatapan sengitnya "Tips Tips pala lu botak.., Lu mau tips apa selamat dunia akhirat? Pilih mana? "
"Iya deh iyaa, Tapi saya mohon atuh neng traktir saya satu bungkus nasi pinggir jalanan deh gak apa-apa. " Pinta Fajar lagi
"Okey fine, gua traktir sini lu jemput gua! " Jawab Revi mengiyakan permintaan Fajar sang ojek pribadinya
Bagi Revi, inilah satu-satunya cara Ia membuat Al cemburu padanya.
Fajar menghampiri Revi dan bersamaan pula Al mendatanginya.
"Sayang ayo kita jalan-jalan yaa.. mau kann, Kita kan dah lama gak jalan-jalan." Akting Revi berpura-pura manja di hadapan Al
"Ha?"
Revi mencubit pinggang Fajar agar dirinya peka dan melirikkan matanya mengkode kang ojeknya
"Oh iya sayang hayukk.. ". Ujar Fajar melingkarkan tangannya di pinggang Revi
Revi berusaha melepaskannya namun sia-sia
Sialan lu jar!!
"Tunggu Nidya.. ". Panggil Al
Fajar dan Revi membalikkan badannya menghadap Al.
"Apa lagi Al? " Tanya Revi dengan cuek
"Ini tadi gantungan pandamu jatuh jadi aku tadi berniat memberikannya padamu di kantin. " Tutur Al memberikan gantungan panda pada Revi
"Oh iya makasih.. ". Jawab Revi dengan cuek
"Maaf ya Nidya aku selalu bikin kesal kamu dan semoga kamu bahagia ya dengan pasanganmu sekarang..". Ujar Al dengan cool
Al menyentuh bahu fajar "Bro jaga dia ya, Kalo lu sakiti dia lu berurusan sama gua."
Al pergi meninggalkan Revi dan Fajar. Revi melepaskan tangan Fajar dari pinggangnya. Ia menatap punggung Al yang kian menjauh.
Al, Kenapa lu tak pernah jujur dengan perasaan Lu!
Kenapa!!
"Sayang ayo kita berangkat jalan-jalan. " Ujar Fajar dengan polos
Bluk!
"Aduh neng geulis sakit pisan atuh.. ".
"Aktingnya dah selesai!! Udah ayo pulang sekarang!!! Ambil motormu sekarang disini!! " Ujar Revi menarik tangan Fajar
"Iya neng geulis.. ".
Fajar hanya bisa menuruti permintaan majikannya dan memberikan helm kepada Revi.
Brum.. Brum..
Fajar melajukan motornya dengan cepat. Di setiap jalanan Revi diam tak berkata seperti biasanya. Fajar melihat ekspresi sedih Revi
"Neng geulis lagi mikirin dia ya? " Tanya Fajar membuka pembicaraan
"Kok kamu bisa tau.. ". Jawab Revi
"Iya lah cewek mah gak bisa nyembunyiin perasaan. Orang dari ekspresi neng geulis semua orang pasti tau.. ". Celoteh Fajar
"Haha emang ya selalu gitu haha.. ".
"Jalaran tresno kuwi mesti enek rintangane neng geulis.. Berbalik dari semua itu kita mah sebagai manusia hanya bisa pasrah. Karena kalo dia jodoh untuk neng geulis pasti cepat atau lambat dia datang sendiri pada neng geulis.. ". Ujar fajar panjang kali lebar
"Iya juga ya, Tumben lu bisa ngomong gini jar haha.. ".
"Saya mah mantan pakboi legend neng geulis... hahaha." Jawab Fajar dengan pede
"Haha Fakboi kali jar.. lu fakboi cap kaki tiga ye? Ada badaknya kagak Haha."
"Nah gitu dong Neng geulis ketawa daripada merengut kayak mak lampir tadi haha.. ". Ujar Fajar dengan ceplas-ceplos
"Oh gitu yaa.., Sini kamu saya kutuk jadi semut!! "
"Aww ampun nyi lampir haha.. ".
Sesedih apapun manusia pasti memiliki cara tersendiri untuk bersandar dan menceritakan pada orang yang tepat. Bukankah itu benar?
Gua yakin Al, Lu pasti bisa memilih gadis yang lebih baik dariku..
Ku mohon Al, Sadarkan dirimu jika kita sekarang hanyalah "Mantan" yang tak pernah bisa menjadi satu lagi..
~~~~~
Setelah menghabiskan waktu dengan Fajar sahabat somplaknya, Revi pulang ke kontrakan.
Revi melambaikan tangan ke arah fajar yang ingin pulang "Bye Bye jarr.. Thanks yak."
"Kapan-kapan traktir lagi ya neng geulis." Goda Fajar
"Lu mah gitu, gua potong gaji lu mau kagak? Sono pulang mak lu entar nyariin."
"Oke okey nuhun neng geulis saya pulang duluan.. ".
Brum.. Brum..
Fajar mulai melajukan motornya dengan cepat dan Revi masih tersenyum mengingat tingkah Fajar yang lucu sekali. Di sisi lain sahabatnya telah mengintip dirinya dari balik jendela.
"Eciye yang deket ama babang gojek uhuk uhuk.. ". Sahut Daisy dari belakang
"Eciyee sang es akhirnya meleleh haha.. ". Ledek Dina dan Rindu
"Sejak kapan lu deket ama gojek lu Rev? " Tanya Neysya
"Haduh apaan sih kalian.., Sudah ah gua mau mandi. Berhenti meledekku atau kalian gak ku masakin." Ancam Revi berpura-pura
"Haduh jangan gitu atuh ih.. ".
"Ya udah siapin air hangat buat gua sekarang para pelayanku yang cantik cantik.. ". Perintah Revi ala nyonya besar
"Udah besar lu mah yuk gaes kita masuk aja.., Biarin nyonya besar disini haha. " Ujar Daisy
"Daisy.. kamu yaa.. ".
Ya, Mulai lah mereka bercanda ria lagi. melupakan semua yang terjadi dan mulai melakukan kegiatan yang menyenangkan di kontrakannya bersama sahabatnya.
Revi menaruh tasnya di kamar begitu juga gantungan boneka pandanya. Boneka panda yang berinisial nama seseorang "Al ?? "
Hai Al bayi pandaku..
Maaf ya Al, Aku harus memilih bersikap kasar padamu..
Karena itulah salah satu jalan untukku melupakanmu..
~~~~~
Day 2
Pagi hari mentari mulai menyambut bumi dengan sinarnya. Ayam mulai berkokok bersahut-sahutan. Dan Embun mulai menghilang. Daisy bangun dari tempat tidurnya. Berjalan ke arah westafel tuk mencuci mukanya. Ini adalah hari weekend dimana hari ini selalu digunakan oleh Daisy untuk jogging.
Daisy berganti baju tidurnya dengan Kaos panjang dan celana training panjang. Setelah selesai ia menguncir rambut panjangnya dan memoleskan sedikit bedak dan menyemprotkan parfum kesukaannya. Mengambil tasnya dan air botol minumannya. Tak lupa sebungkus kecil roti. Ia meninggalkan kamarnya dan mulai melangkah pergi. Ia membawa sepatunya dan melihat sahabat-sahabatnya yang masih tertidur pulas.
"Dais.., Lu mau kemana pagi-pagi gini? " Tanya Revi dari belakang
"Gua mau jogging di taman sebentar Rev. Lu mau masak ye? " Jawab Daisy
"Lu mau makan dulu gak? Lauknya dan nasinya udah mateng kok.. ". Tawar Revi
"Kagak deh, gua dah bawa roti kok dan air lemon. " Jawab Daisy
"Okey dah.. ".
"Jangan lupa sisain lauk buat gua ya, Gua berangkat dulu yaa Rev.. ". Pamit Daisy berdiri setelah memakai sepatunya
"Okey hati-hati ketemu mantan haha..".
"Resek lu Rev pagi-pagi.. ".
Daisy meninggalkan rumah kontrakannya dan mulai berjalan ke arah taman. Sampailah Daisy di Taman Green Fiel. Sebuah taman yang rindang dan luas. Ketika weekend banyak orang yang berkunjung kesini untuk olahraga maupun piknik. Banyak anak-anak berlarian maupun bersepeda.
Daisy mencari tempat yang sepi. Setelah menemukan tempat yang sepi ia meletakkan tasnya di depannya dan mulai melakukan pemanasan sebelum ia berlari. Ketika dia melakukan pemanasan seseorang menyapanya. Daisy menoleh ke kanan dan melihat Yoga Rareyndra Dewa di sampingnya
"Pagi Rahayu... ". Sapa Yoga
"Ngapain lu disini !? " Tanya Daisy dengan ketus
"Ya olahraga lah ngapain lagi dong Rahayu.. ". Jawab Yoga
"Oh.. ".
Ya udah lah, Diemin aja dia daripada merusak mood lu Dais!
Sialan lu Rev ucapan lu terkabul !!
Daisy memilih diam daripada meladeni mantannya. Yoga terus melirik ke arah Daisy yang cuek dengannya
"Lu tiap hari olahraga ya? " Tanya Yoga
"Itu bukan urusanmu.. ". Jawab Daisy dengan judes
Setelah pemanasan Daisy memutuskan berlari agar dirinya bisa meninggalkan yoga mantannya. Niat Daisy berlari ternyata diikuti oleh Yoga. Yoga berlari di samping Yoga. Dan seketika suasana taman jadi berubah melihat dirinya dan yoga yang berlari bersama. Semua tatapan mengarah ke mereka. Ya, karena alasan apalagi kalo bukan sosok yoga yang begitu tampan dan atletis.
"Kenapa lu berlari disini hahh.. ". Tanya Daisy
"Ya Suka-suka aku lah.. ". Jawab Yoga
"Cih... ".
"Lu tau gak gua suka Rahayuku yang gembul dan sampai kapanpun itu.. ". Tutur Yoga
Daisy menghentikan larinya dan menatap Yoga dengan geram. Yoga pun berhenti dan melihat Daisy menatapnya marah.
"Stop body shamming bisa gak sih lu yog! Dan apapun keadaan gua sekarang itu bukan urusan lu lagi! Dan satu hal gua benci Lu! " Ujar Daisy
Yoga mencegat langkah Daisy "Rahayu dengarkan aku, Dari dulu hingga sekarang aku menerimamu apa adanya. Dan aku mencintaimu apa adanya Rahayu! " Jawab Yoga
Daisy menunjukkan tangannya ke depan mata yoga "Dan gua gak peduli itu! karena semakin kau mencintaiku semakin ku membencimu Yoga Rareyndra Dewa! Jadi minggir dari sini sebelum aku menonjokmu!"
Yoga minggir dan melihat daisynya yang Jalan menjauh darinya. Yoga meremas rambutnya dengan kasar
Sampai kapan lu membenciku Rahayu!!
Aku sungguh mencintaimu apa adanya dirimu!
Argh sialan!!
~~~~
Daisy berjalan dengan marah dan menahan emosinya. Sampailah ia kontrakannya. Ia membuka pintu dengan kasar.
Brak!
Semua sahabatnya tercengang melihat daisy membuka pintu dengan kasar. Mereka hanya bisa diam dan melihat daisy dengan wajah marahnya. Daisy menaruh tasnya di sofa dan masuk ke kamarnya. Daisy menjatuhkan dirinya di kasurnya. Menatap langit atap kamarnya.
Lu sama sekali gak berubah Yog!!!
Gua benci Lu!
Gua benci Lu!!
Benciii !!!
Dina, Revi , Neysya dan Rindu saling menatap satu sama lain.
"Kenapa ya sama Daisy?" Tanya Neysya dengan polos
"Tebakan gua pasti dia habis ketemu mantan deh.. ". Sahut Revi
"Kok lu tau Rev? " Tanya Rindu
"Soalnya sebelum dia pergi gua bilang gini ke daisy ati-ati ya ketemu mantan. Eh ternyata terjadi padahal gua mah cuma bercanda haha.. ". Jawab Revi cekikikan
"Huu Dasar lu ya Rev.. ". Seru Dina, Rindu dan Neysya bersamaan
"Rin, Gimana nih? Kita samperin gak? " Tanya Dina
"Jangan dulu, berilah dia space untuk menenangkan dirinya Din.. ". Jawab Rindu
"Hmm sepertinya hidup kita gak bakal tenang deh semenjak ada mantan.. ". Celetuk Neysya
"Wah benar juga omongan lu Neys.. ". Jawab Revi
"Kenapa coba kita harus bertemu mantan lagi huwaa kesel gua Rev.. Din.. Rin.. ". Rengek Neysya
"Haha kasian deh kalian.., gua mah gak punya mantan tenang iya gak Rin? " Ledek Dina
"Sialan Lu Din!! Pantesan lu jomblo terus karena lu ngeselin!! " Ucap Revi dan Neysya bersamaan
"Jomblo terhormat mah gua haha.. ". Jawab Dina
"Hidup itu gaes kadang kalanya harus melihat masa lalu dan ketika kita bertemu masa lalu mungkin disitulah waktu membuat kalian menyadari bahwa ada sesuatu yang bisa kalian perbaiki. Bukan malah menghindarinya. Bagaimanapun keadaan kita bertemu masa lalu disitulah kita harus siap menghadapinya. Jika kalian masih cinta sama masa lalu kalian kenapa gak mencoba memperbaiki dari awal? " Tutur Rindu
"Kadang kalanya Nasi yang udah menjadi bubur tak dapat diubah kembali Rin.. ". Ujar Revi
"Tapi setidaknya bubur itu bisa kalian tambahkan hal yang berbeda bukan seperti toping yang kalian sukai dan inginkan? " Tanya Rindu
"Ya tapi perasaan tak semudah itu Rin...". Ujar Neysya
"Kenapa kalian mempersulit diri jika dalam hati kalian masih menginginkannya? Pilihan kalian cuma ada dua : Mencoba terbuka dengan hati kalian atau Menghujami diri kalian dengan batas yang kalian buat ". Ujar Rindu
Revi dan Neysya diam membeku seketika mendengar ucapan Rindu yang begitu menusuk perasaannya. Ucapan Rindu memang tapi siapkah dirinya menerima sakit hati lagi setelah semua yang telah mereka lupakan?
"Open Your eyes and see what's your heart wants. Stop setting boundaries before you hurt your heart any further..".
-Author -