Kembali Seperti Biasa, Hanya Saja Ada Sedikit Yang Berbeda

1583 Words
Saat itu mereka pun tentu saja membereskan semua alat yang mereka pakai untuk makan barusan dengan suasana yang masih saja hangat, karena Frins dan Komi terus saja bercanda membuat Buyi merasa sangat senang dan terlena dalam suasana hangat yang bisa mereka ciptakan. " Baiklah bu sepertinya karena kita sudah selesai makan, terima kasih bu masakan ibu selalu terasa sangat lezat untuk ku. Sekarang aku pikir karena kebetulan aku kembali ada di sini pagi hari, yang ingin aku lakukan sepertinya tentu kembali berolahraga pagi, karena jika tidak di sini atau aku yang kemari ketika hari sudah mulai panas akan terasa tak enak dan terlalu lelah untuk ku berolahraga bu, jadi sekarang aku pamit untuk kembali berolahraga lari bersama Komi Bu,"ujar Frins langsung saja izin kembali untuk berolahraga karena mereka yang sudah selesai sarapan pagi dan tentu saja ingin kembali berolahraga. " Ya baiklah Frins, Komi. Ingat selalu apa yang ibu katakan berhati-hatilah dimana pun kalian sedang berada,"ujar Buyi memperingatkan Frins dan Komi. Tapi ketika Frins sudah kembali meminta izin kepada Buyi bahwa mereka akan kembali untuk berolahraga Komi pun hanya bisa melihat dan mendengarkan apa yang Frins katakan kepada Buyi barusan karena dirinya yang sebenarnya merasa kurang setuju dengan keinginan Frins, karena Komi yang masih cemas akan kembali bertemu dengan orang-orang yang dianggap Komi berandalan seperti kemarin malam, apa yang Komi rasakan saat ini begitu sangat tak enak karena selalu saja terpikir mengenai hal yang Komi dan Frins alami barusan, Komi sangat cemas jika apa yang di khawatirkan nya terjadi karena bisa saja mereka tetap berada di kawasan sepi tersebut, karena kemarin mereka yang menginap di salah satu rumah itu. Bahkan Komi merasa cemas jika salah satu diantara mereka adalah pemilik dari rumah tersebut yang tentu saja akan sangat mungkin mereka tetap ada di sana karena salah satu diantara mereka adalah penghuni rumah tersebut. " Ayo Komi kita bersiap,"ujar Frins mengajak Komi saat itu. " I-iya Frins,"Komi pun mengangguk sambil merasa bingung sebenarnya. Mereka pun saat itu sama-sama mengganti pakaian di dalam toilet sementara Frins tentu saja mengganti pakaiannya di dalam kamar saja, dan langsung pergi keluar rumah. " Frins tunggu sebentar,"ujar Komi ketika melihat Frins yang sudah ada di luar rumah dan sepertinya siap untuk pergi berolahraga. " Ya? kenapa Komi? apa ada yang salah, atau mungkin tertinggal?"tanya Frins. " Tidak bukan itu, aku hanya ingin bicara pada mu apa kau yakin dengan apa yang kau putuskan ini? kita bertemu berandalan itu kemarin malam Frins, bagaimana jika salah satu dari berandalan tersebut adalah pemilik rumah yang berada di sana, itu berarti kemungkinan besar orang-orang yang kita anggap berandalan masih ada di sana, dan kemungkinan besar juga kita bisa bertemu dengan berandalan itu. Apa kau tidak memikirkan mengenai hal itu,"ujar mengatakan apa yang dirinya khawatirkan saat itu. " Oh ayolah Komi kau sudah dengar apa yang aku putuskan tadi kan Komi? jangan terlalu cemas dan khawatir mengenai hal itu, mungkin yang kau pikirkan memang ada benarnya juga tapi menurutku apa yang kau katakan atau cemaskan kurang tepat Komi. Begini, jika sampai salah satu orang kemarin adalah pemilik dari rumah yang ada di kawasan itu sepertinya mereka tidak akan mau melecehkan wanita tersebut di luar ruangan gelap seperti yang kemarin kita lihat, maksud ku jika memang salah seorang pria tersebut adalah pemilik rumah di kawasan itu mereka bisa bersenang-senang dan melecehkan wanita tersebut di dalam rumah saja kan Komi? selain lebih aman tentunya mereka pun bisa lebih nyaman ketika melakukan pelampiasan nafsu kepada wanita tersebut? tapi tidak dengan apa yang mereka lakukan, itu berarti masih besar juga kemungkinan jika berandalan tersebut hanya memanfaatkan tempat tersebut yang begitu selain dan gelap untuk melancarkan aksi tak senonoh nya, itu yang aku pikirkan Komi. Jadi bagaimana menurut mu?"ujar Frins saat itu menjelaskan mengenai apa yang ada di dalam pikiran nya saat itu mengenai gerombolan berandalan tersebut yang kemarin mereka lihat di kawasan sepi tersebut. " Aku benci harus mengakui ini tapi apa yang kau katakan memang sepertinya benar. Ya sudah Frins terserah kau saja, tapi jika aku menyuruh mu melakukan apapun karena aku melihat ada sesuatu yang mencurigakan di sana aku harap kau tidak banyak bicara dan langsung saja melakukan apa yang aku katakan Frins. Bisa kau pahami itu?"ujar Komi mengakui jika pikiran Frins memang lebih benar mengenai berandalan yang mereka temui di kawasan sepi tersebut kemarin malam. " Siap kapten, jangankan jika kau melihat hal yang mencurigakan menuruti apa yang kau," " Ya sudah ayo kita berangkat sekarang Frins, aku tak tahu apa yang sedang aku rasakan sekarang tapi bukan hal baik yang akan kita dapatkan,"ujar Komi memotong pembicaraan Frins saat itu. " Kenapa kau bicara seperti itu Komi? Halah kau masih saja membicarakan mengenai berandalan tersebut Komi? jangan mencoba menakut-nakuti aku Komi aku bukan anak umur 9 tahun yang bisa dengan mudah kau bohongi Komi,"ujar Frins. " Tidak bukan itu yang aku pikirkan, dan aku juga tidak berniat untuk membohongi mu Frins tapi yang aku maksud kan adalah itu,"ujar Komi sambil langsung saja menunjuk ke arah awan yang perlahan bergerak dengan warna nya yang sudah mulai kehitaman menunjukan jika awan tersebut adalah awan yang bisa menurunkan hujan. " Oh ya jadi itu maksud mu? maaf Komi aku menuduh mu, jadi yasudah sepertinya kita memang harus berangkat sekarang Komi, sebelum awan itu semakin banyak dan berada di kawasan yang akan kita lewati menyebabkan hujan,"ujar Frins. " Ya tentu,"jawab Komi. Dan mereka pun saat itu mulai berlari untuk berolahraga menempuh kembali jalan yang saat itu memang sudah biasa mereka lewati, tanpa Komi berpikir untuk melewati jalan yang lain termasuk jalan yang sebenarnya ada yang bisa mereka lewati ( jalan pintas ) agar jarak tempuh yang mereka lewati tidak terlalu jauh. Tapi saat itu Komi tidak sedikit pun mencoba untuk melewati jalan pintas tersebut apa lagi dengan sengaja memperlihatkan jalan tersebut kepada Frins karena Komi yang merasa jika jalan tersebut memiliki sebuah histori atau sebuah cerita mistis yang sepertinya harus Komi ketahui terlebih dulu sebelum Komi memperlihatkan jalan tersebut kepada Frins, takutnya di kawasan yang bisa di bilang jalan pintas tersebut ada sesuatu yang di sembunyikan sehingga penduduk di sana begitu sangat memperhatikan Komi atau bisa di bilang orang asing dengan sangat tajam bahkan ada juga orang yang melihat ke arah Komi dengan sangat tajam seperti orang yang tidak suka jika kawasan yang mereka tinggali di lewati oleh orang asing, Komi khawatir akan terjadi ke salah pahaman yang akan membuat mereka terseret masalah jika melewati jalan pintas tersebut sehingga Komi pun memilih untuk tidak melewati jalan tersebut ketika sedang bersama dengan Frins. Keputusan akhirnya saat itu tentu saja Komi langsung saja berolahraga lari melewati jalan yang biasa mereka lewati tanpa berpikir untuk melewati kawasan yang bisa di bilang jalan pintas. Tapi meskipun Komi tidak memikirkan hal itu ketika Komi melewati jalan tersebut Komi tetap saja sedikit melirik ke arah kawasan jalan pintas itu, tak terasa saat itu Komi sudah ada di kawasan tersebut lagi. " Komi tunggu aku,"ujar Frins. " Kenapa Frins?"tanya Komi. " Sepertinya aku merasa kelelahan, bisa kita beristirahat dulu sejenak di sini?"ujar Frins sambil terduduk letih. " Ini area yang panas Komi, aku tidak berpikir jika kita akan bisa rehat di kawasan yang panas seperti ini,"ujar Komi. " Itu di sana ada sebuah gapura yang sepertinya bisa kita gunakan untuk berteduh dari terik nya matahari Komi. Bagaimana jika kita beristirahat di sana saja, tidak apa-apa kan?"ujar Frins dengan menunjuk ke sebuah gapura yang memang menyediakan tempat berteduh dari sinar matahari, tapi gapura tersebut adalah gapura penyambutan selamat datang ke kawasan yang Komi sebut jalan pintas, yang tentu saja jika sampai Komi membawa Frins ke sana akan ada pertanyaan yang tidak ingin Komi jawab dari Frins mengenai kawasan tersebut, sehingga saat itu Komi pun mencoba mengalihkan perhatian Frins saja agar Frins tidak sampai kekeh ingin beristirahat sejenak di sana. " Sial ini yang aku tidak ingin aku alami Frins, jika sampai kita berteduh di sana tentu saja kota tidak akan merasa kepanasan tapi aku yakin ketika kita berteduh di sana akan ada sebuah pertanyaan yang terlontar dari mulut mu, aku tidak ingin itu terjadi Frins maaf ( Komi bicara dalam hati ). Jika kita ke sana kenapa kita tidak terus jalan saja ke rute yang biasa kita lewati untuk berolahraga Frins? di depan sana juga ada tempat yang bisa kita gunakan makan untuk berteduh kan? dengan begitu selain kita bisa berteduh nanti kita juga sudah sedikit sudah menyicil jarak yang akan kita tempuh, daripada berteduh disana ketika kita akan kembali melanjutkan perjalanan kita harus kembali kemari, jarak tempuh kita terbilang semakin jauh Frins,"ujar Komi mencoba mengalihkan perhatian Frins saat itu merayu nya agar Frins tidak kekeh ingin beristirahat sejenak di gapura ucapan selamat datang kawasan aneh tersebut. " Oh seperti itu ya? tapi pernahkan kau bertanya Komi mengenai jalan tersebut mungkin kau penasaran kemana jalan tersebut akan membawa kita? atau kau tak ingin mencoba untuk meng-explore kawasan tersebut yang bisa saja jalan itu adalah jalan pintas yang bisa kita gunakan untuk memotong jarak tempuh kita ini Komi? dan jika aku perhatikan itu sebuah gapura kan? memang cukup jauh letaknya tapi aku bisa sedikit melihat dengan jelas dan memang aku melihatnya seperti sebuah gapura ucapan selamat datang, itu artinya setelah melewati gapura tersebut kita memang akan menemukan sebuah tempat atau mungkin sebuah jalan yang bisa kita lewati Komi. Bagaimana menurut mu aku benar kan?"ujar Frins menjelaskan pemikirannya yang saat itu merujuk ke sebuah keinginannya untuk meng-explore tempat tersebut dengan langsung berpikir mengenai jalan tersebut yang sepertinya memiliki sebuah desa atau tempat tinggal yang bisa saja menjadi salah satu jalan pintas yang bisa jarak tempat yang biasa mereka lewati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD