Sebuah Buku Pengalihan

1552 Words
Setelah Frins dan Buyi pulang ke rumah Buyi tiba-tiba langsung saja bertanya kembali mengenai buku yang menjadi tempat Komi bekerja dimana Komi sudah berjanji akan menunjukan buku tersebut kepada Buyi saat itu, dan karena Komi memang mungkin pintar Komi pun saat itu tidak merasa cemas dengan Buyi yang akan curiga terhadap dirinya yang memiliki buku spesial yang di sembunyikan dari siapapun, karena Komi sudah menyiapkan buku lain sebagai pengalihan ketika Buyi ingin melihat semua buku yang Komi miliki yang menjadi tempat dirinya bekerja, sehingga saat itu Komi pun tentu saja siap untuk menunjukan buku yang ingin Buyi lihat. " Komi aku sedikit tidak mengerti dengan apa yang kau lakukan belakangan ini, kau dengar dengan jelas apa yang ibu tanyakan pada mu kan Komi? tapi kenapa ketika ibu bertanya mengenai hal itu kau malah berdiam diri tanpa sepatah kata apapun? apa kau sedang memikirkan sesuatu atau mungkin memikirkan sebuah alasan agar kau bisa menyembunyikan buku tempat mu bekerja dari ibu? atau mungkin lebih tepatnya kau sedang menyembunyikan sesuatu dari kami?"ujar Frins saat itu langsung saja bertanya dengan nada yang bermaksud memojokkan Komi dengan langsung saja menuduh Komi sedang memikirkan sebuah alasan atau memikirkan kata-kata untuk mengalihkan perhatian mereka karena ada yang Komi sembunyikan saat itu. " Oh maaf bu haha aku benar-benar lemot sekarang, maaf aku bukannya sedang memikirkan sebuah alasan yang harus aku katakan menjawab pertanyaan mu barusan dan menjawab apa yang kau tanyakan mengenai buku yang sudah menjadi karya tulis ku, kau bisa langsung melihatnya sekarang juga jika kau mau bu, tenang saja Frins tak usah terlalu posesif apa yang kau katakan tidak benar aku bukan sedang memikirkan sebuah alasan. Barusan aku memang sedang bekerja aku berpikir dari pada aku harus membuang waktu ku dengan percuma, yang aku lakukan tentu saja bekerja saja dulu sambil menunggu kalian kembali, aku barusan kembali membaca apa yang sudah aku tulis di buku kerja ku agar aku bisa kembali melanjutkan pekerjaan ku itu, tapi ketika aku selesai membaca dan menganalisis nya aku mendengar kalian yang sudah terlebih dahulu datang, jadi tentu saja aku langsung menghampiri kalian disini dan menyimpan buku tersebut di atas, maaf tujuan ku menghampiri kalian sekarang adalah aku mengira kalian yang baru kembali dari warung pastinya sudah membeli beberapa bahan makanan untuk kalian masak karena sebentar lagi, karena pikiran ku itu tentu saja aku langsung kemari dan bertanya apa ada yang bisa aku bantu sekarang, tapi karena kau sudah menjawab tidak ada mungkin sekarang aku lebih baik pergi saja lagi ke kamar untuk kembali bekerja kan bu? dari pada aku menghabiskan waktu ku dengan kurang baik, bekerja adalah hal sangat tepat untuk menghabiskan waktu ku sambil aku menunggu mu selesai makan kan bu?"ujar Komi menjelaskan apa yang sebenarnya Komi sudah lakukan barusan, dan bahkan langsung saja menawarkan Buyi untuk melihat buku hasil karya nya jika dia inginkan saat itu juga. " Ya baiklah Komi jika kau berkata seperti itu, sekarang seperti apa yang sudah ibu katakan pada mu kemarin ibu ingin langsung saja melihat buku karya tulisan ku Komi, kau bilang tak keberatan untuk menunjukkannya pada ibu kan? ibu rasa ibu ingin melihat nya sekarang, tidak apa-apa bukan Komi?"ujar Buyi. " Ya tentu saja bu, karena aku tak membawa buku tersebut yang sekarang ada di meja kamar ku, ayo ikut saja dengan ku bu kau bisa membacanya di sana. Dan oh ya Frins, jangan ragu atau sungkan ayo ikutlah dengan kami dari pada kau malah merasa penasaran dengan karya tulis ku mungkin akan lebih baik jika kau ikut saja dengan ibu untuk melihat buku kerja yang aku miliki Frins. Tapi jangan menyesal jika kau sudah membaca buku karya tulis ku kau akan ketagihan untuk membacanya lagi karena buku karya ku itu yang begitu menghibur dan enak untuk di baca hahaha,"ujar Komi mengajak Frins juga saat itu dengan bercanda. " Hahaha lucu Komi. Baiklah tentu saja aku juga ingin melihatnya, ayo bu,"jawab Frins. " Ya tentu Frins ayo,"jawab Buyi juga sambil berjalan ke kamar Komi saat itu. Dan tentu saja saat itu Frins Komi, dan Buyi masuk ke dalam kamar Komi untuk melihat buku kerja Komi yang sudah cukup lama Buyi ingin tahu, seperti apa pekerjaan yang Komi lakukan saat itu. " Silahkan bu, ini buku yang selalu menjadi buku kerja ku kau bisa langsung saja membacanya, karena barusan aku buru-buru menghampiri mu aku sampai lupa dan tak sempat untuk menutup apa lagi menyimpan buku ini hehe,"ujar Komi ketika sudah sampai di kamarnya memperlihatkan buku karya tulisnya. " Oh ini Komi?"ujar Buyi melihat dan tentu saja buku tersebut. Dan Frins pun saat itu tentu saja mendekat ke Buyi yang sedang membaca buku tersebut, melihat juga apa karya tulis Komi saat itu. Tak terlalu lama mereka membaca isi buku tersebut, Frins pun mulai melihat ke arah Komi. " Aku tak menyangka kau sepintar ini Komi, aku pikir kehidupan mu di kamar ini tidak terlalu pintar seperti ini tapi melihat sebuah buku cerita hasil karya mu ini yang bisa di bilang sangat menarik sepertinya perusahaan yang menerima buku cerita hasil karya mu ini tidak akan sampai rugi mempercayai ku sebagai salah satu orang yang bisa menciptakan hal baru di perusahaan mereka Komi hahaha ( Frins terdiam melihat ke arah Komi ). Huuh, baiklah sekarang yang harus aku katakan pada mu sepertinya, maaf komi, maaf aku sempat curiga kepada mu karena buku yang menjadi hasil karya mu ini Komi, aku sempat berpikir jika ada sesuatu yang sedang kau sembunyikan dari kami, tapi karena melihat ini sepertinya sekarang aku tidak usah kembali memikirkan mengenai kecurigaan ku ini lagi. Sekali lagi maaf Komi, aku sepertinya sudah salah karena sempat curiga terhadap mu,"ujar Frins saat itu menuju kepintaran Komi karena Komi yang bisa membuat karya tulisan yang menurut Frins menarik, bahkan Frins meminta maaf karena sudah sempat curiga ada sesuatu yang Komi sembunyikan dari mereka saat itu. " Hahaha benarkah itu Frins? tapi kau benar-benar tidak menyesal karena sudah membaca novel hasil karya ku kan Frins? syukurlah jika kau menganggap ku seperti itu, kata-kata yang kau ucapkan barusan menjadi salah satu semangat yang akan membuat ku terus maju, dan terus berkarya. Terima kasih Frins, tapi aku kira kau tak usah meminta maaf seperti itu karena jika aku pikir kau tidak memiliki salah apapun kepada ku, mungkin rasa curiga mu bisa muncul karena aku yang selama ini tidak terlalu terbuka membiarkan hasil karya ku seperti aku yang menyembunyikan hasil karya ku, tapi jujur saja aku melakukan hal itu karena aku sebenarnya malu menunjukannya, aku malu takutnya cerita ku tidak menarik jadi aku seperti orang yang sedikit menyembunyikan hasil karya ku, tapi sekarang sepertinya semuanya tidak ada masalah lagi kan kau tidak kembali merasa curiga terhadap aku karena sudah menunjukan hasil karya tulis ku ini,"ujar Komi menjelaskan mengenai dirinya yang sebenarnya malu untuk memperlihatkan hasil karyanya sehingga terlihat seperti menyembunyikan sesuatu sehingga hal tersebut bisa membuat Frins merasa curiga kepada Komi. " Seharusnya kau tidak pernah memiliki rasa malu kepada ku sehingga begitu sangat seperti orang yang menyembunyikan sesuatu Komi, kita sudah kenal sejak sangat lama dan bahkan sudah sering menghabiskan waktu bersama tapi kenapa kau harus masih merasakan kali ketika menunjukan kepintaran mu, kau bisa menghasilkan uang dengan hasil karya mu ini tentu saja hasil karya ku bukan hasil karya yang biasa saja dan karena hal tersebut tentu saja kau tidak perlu merasa malu untuk menunjukan hasil karya mu itu Komi. Tapi sekarang semuanya sudah terbuka dan aku sudah lihat kepintaran mu, apa yang menjadi rasa curiga ku terhadap mu sudah hilang Komi. Terima kasih, dan maaf,"ujar Frins mengatakan jika rasa malu Komi adalah sesuatu yang seharusnya tidak pernah Komi rasakan, dan kembali meminta maaf lalu berterima kasih. " Hahaha sudahlah kalian berdua tidak usah saling mengalahkan dan Frins kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu karena apa yang kau rasakan sebenarnya tidak salah, kau patut curiga dengan apa yang Komi lakukan dan ibu pun sebenarnya merasakan rasa curiga seperti apa yang kau rasakan apalagi ketika Komi melakukan sesuatu yang tidak biasanya dia lakukan Frins seperti ketika Komi tidur di jam yang sangat larut hingga membuatnya baru bangun ketika hari sudah siang, ibu benar-benar merasa curiga dengan dirinya yang bisa seperti itu, ibu merasa cemas dan khawatir tapi semua rasa cemas dan rasa curiga yang ibu rasakan seketika hilang ketika Komi menjelaskan semuanya. Jadi sekarang semua rasa curiga yang kau rasakan tidak salah karena di dalamnya ada sebuah rasa cemas dan khawatir,"ujar Buyi menjelaskan jika rasa curiga yang Frins rasakan saat itu bukan hal yang salah karena didalam rasa curiga tersebut tersimpan rasa cemas dan khawatir kepada Komi. Dan ketika Buyi sudah saling membuat mereka memaafkan tanpa harus memiliki saling rasa bersalah Buyi pun menarik sambil memeluk mereka berdua. " Maaf Frins, ibu aku benar-benar tidak bisa menunjukan apa yang sebenarnya sedang aku tulis di salah satu buku kerja ku, aku tak bisa melakukannya karena aku sangat menghormati apa yang sebenarnya kau inginkan dan aku sangat menjaga perasaan mu, aku memang sebenarnya menyembunyikan sesuatu dari kalian terutama dari mu ibu, maafkan aku. Tapi semua ini aku lakukan karena bertujuan untuk melindungi perasaan mu meskipun aku tahu jika apa yang aku lakukan ini salah di mata mu tapi aku benar-benar minta maaf pada mu sekarang, aku sedang tidak bisa melakukan apa yang kau inginkan. Semoga kau mengerti bu, dan maaf juga Frins,"dalam hati Komi bicara seperti itu merasa sedikit bersalah tapi Komi tidak bisa melakukan apa yang sedang di inginkan Buyi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD