Sebenarnya Tidak Marah

3217 Words
Meskipun Frins dan Komi pulang dengan sebuah pemandangan yang sebenarnya kurang enak mereka lihat tapi bersyukur Komi dan Frins tidak sampai mengalami sesuatu yang menghambat mereka apa lagi sampai mengancam keselamatan mereka, hingga pada akhirnya mereka pun bisa sampai di rumah dengan selamat meskipun Komi dan Frins jadi memiliki sebuah pemikiran mengenai beberapa orang yang mereka lewati tadi. " Syukurlah Frins, Komi kalian sudah pulang kalian kehujanan?"ujar Buyi menyambut Frins dan Komi yang sudah ada di dalam rumah saat itu. " Tenang saja bu kami tidak apa-apa, kami tidak sampai terlalu basah karena hujan belum benar-benar turun tadi jadi kami tidak kehujanan. Ini untuk mu bu, Komi baik sekali membiarkan mu membeli makanan sebanyak ini hehe, terima kasih Komi,"ujar Frins sambil memberikan makanan yang mereka beli barusan kepada Buyi. " Yah syukurlah Frins jika kalian memang tidak kehujanan. Terima kasih, padahal kalian tidak usah membawakan ibu makanan ini, ibu tidak apa-apa,"ujar Buyi berterima kasih. " Sama-sama bu, Frins lagi pula semua yang kau lakukan karena sudah baik hati rela mengorbankan waktu ku untuk menemani ibu begitu sangat baik, dan tentu saja sangat harus di berikan hadiah seperti ini, kebaikan mu sangat jauh lebih besar dari hadiah yang sebenarnya hanya sedikit ini Frins. Terima kasih, ini semua aku lakukan tentu saja karena untuk membuat mu betah di sini agar jika kelak aku membutuhkan bantuan mu kembali aku bisa meminta bantuan ku lagi tanpa harus merasa malu karena terus saja meminta bantuan tanpa memberikan mu hadiah atas kebaikan mu,"ujar Komi mengatakan alasannya membelikan Frins makanan sebagai hadiah yang bermaksud untuk membuat Frins betah ketika menolong Komi. " Sama-sama Frins tanpa harus seperti ini juga aku sudah merasa sangat senang karena kau dan ibu memberikan perhatian kepada ku lebih dari orang tua ku, tentu saja waktu sangat senang akan hal itu. Aku jadi tidak merasa kesepian apa lagi kurang perhatian ketika kalian ada di samping ku, terima kasih,"ujar Frins kembali berterima kasih karena dirinya yang begitu sangat mendapatkan perhatian melebihi dari orang tua nya. Dan mereka pun saat itu berterima kasih kepada mereka masing-masing lalu bersama-sama menyantap makanan yang sudah Frins dan Komi beli untuk Buyi makan bersama dengan perasaan mereka yang tentu saja bahagia, meskipun sebenarnya dalam hati Frins dan Komi sedang ada sebuah pemikiran yang cukup menarik perhatian mereka, yaitu tragedi yang mereka lihat di kawasan yang sepi barusan. " Komi, Frins ini sudah cukup malam mungkin sebaiknya kalian beristirahat,"ujar Buyi. Tak sadar jika sebenarnya saat itu Frins berharap bisa pulang ke rumah, tapi Buyi mengira jika Frins akan kembali menginap di rumah nya. " Tapi bu," " Ibu harap kau kembali menginap saja di sini Frins, karena jika kau ingin pulang cuaca di luar kembali di guyur hujan Frins dan seperti biasa hujan selalu turun ketika malam hari, kau tentu saja tidak ingin kehujanan kan? dan apa orang tua mu sudah kembali dari pekerjaan mereka Frins?"dengan memotong pembicaraan Frins, Buyi memberikan saran kepada Frins, dan langsung bertanya mengenai orang tua Frins saat itu. " Ya seperti biasa hujan selalu turun di malam hari bu, tapi aku merasa tak enak jika harus menginap di sini karena aku yang harus menempati kamar Komi, jadi jika aku menginap sekarang aku harap aku mungkin lebih baik tidur di sofa saja bu ya? tak apa-apa kan? mengenai orang tua ku, mereka bilang esok hari mereka baru akan berangkat pulang dari sana, perkiraan mereka akan pulang sore bu,"ujar Frins meminta izin jikalau Frins menginap lagi di sana Frins ingin tidur di sofa agar tidak mengganggu Komi, dan menjawab pertanyaan Buyi saat itu. " Lho kenapa seperti itu? apakah takut Frins? maksud ku apa ketika kemarin kau menginap di sini dan tidur di kamar Komi ada sesuatu yang membuat mu takut? atau mungkin Komi sendiri yang membuat mu takut karena dia melakukan hal yang macam-macam Frins. Oh jadi begitu ya? syukurlah jika mereka sudah akan pulang jadi kau tidak akan merasa kesepian lagi jika seperti itu,"ujar Buyi. " Haha tidak bu, tidak bukan itu maksud ku, justru yang aku maksudkan adalah aku yang tidak enak saja harus mengganggu kenyamanan Komi karena aku dia harus rela tidur di luar, jadi sekarang jika aku memang harus kembali menginap aku lebih memilih untuk tidur di sofa saja ya bu? Ya bu aku pun merasa sedikit senang dan lega karena mereka bisa pulang esok hari,"ujar Frins kembali meminta izin jika dirinya akan tidur di sofa saja jika memang harus kembali menginap. " Tidak Frins, kau tidak usah merasa tidak enak seperti itu ibu yakin Komi juga tidak akan tega jika sampai membiarkan tamu yang datang ke rumah nya harus tidur di sofa, terlebih lagi tamu yang sekarang sedang kami jamu adalah kau yang begitu sangat sudah membantu ibu Frins, tentu saja Komi akan merasa sangat malu jika dia tidak memperlakukan dengan baik orang yang sudah berjasa mau menolongnya dengan sangat ikhlas, jadi sekarang kau memang akan menginap dan kau tetap tidur di kamar Komi Frins, sementara Komi tidak apa-apa akan kembali tidur di sofa untuk malam ini, dia laki-laki tentu saja lebih kuat dari pada kau yang perempuan Frins. Ya kan Komi,"ujar Buyi menegaskan jika Frins akan tetap menempati kamar Komi malam ini, dan bicara mengenai kebaikan Frins yang tentu saja harus di bayar mahal oleh Komi termasuk harus memperlakukan Frins dengan sangat baik sekarang. Komi pun saat itu hanya menjawab perkataan Buyi dengan senyuman. " Terima kasih bu, maaf sebenarnya aku tadi sudah sepakat dengan Komi jika aku akan pulang dan tidak akan menginap tapi sepertinya itu hanya sebuah rencana yang di gagalkan oleh buruknya cuaca yang sekarang malah kembali turun hujan yang cukup deras yang memaksa ku jadi harus kembali menginap disini, maaf ya bu,"ujar Frins jadi meminta maaf karena dirinya yang kembali terpaksa harus menginap di rumah Komi karena cuaca yang buruk yang membuat Frins tidak bisa pulang. " Kenapa kau sampai meminta maaf seperti itu Frins? apa ibu harus kembali membahas mengenai kebaikan mu? ayolah Frins tak usah seperti itu, kau tak usah merasa canggung kepada kita, ibu sudah menganggap kau sebagai anak ibu sendiri Frins dan di tambah lagi kau ini kan calon menantu ibu tentu saja sekarang ini kita harus saling memperlakukan satu sama lain dengan baik, selain nantinya hubungan kalian akan harmonis hubungan kau dengan ibu pun tentu saja akan sangat baik,"ujar Buyi menjawab dengan nada candaan kepada Frins membahas mengenai dia yang tentu saja sudah menganggap Frins sebagai anaknya sendiri, bahkan menyebut nya kembali dengan panggilan calon menantu. " Terima kasih bu, aku sangat senang karena perlakuan baik kalian terima kasih,"ujar Frins berterima kasih sambil memeluk Buyi saat itu. " Sama-sama nak, kau tak usah menangis tenang saja di sini kita akan menjadi keluarga kedua mu, Komi tidak merasa canggung meminta bantuan kepada mu tentu saja kau juga harus melakukan hal yang sama tidak usah merasa canggung jika ingin meminta tolong kepada kita Frins, jika kita bisa tentu saj kita akan mencoba untuk membantu mu,"ujar Buyi menenangkan Frins yang saat itu menangis di pelukannya merasa terharu. " Baiklah bu jika seperti itu aku akan membereskan dulu peralatan bekerja ku, dan membawanya ke ruang tengah karena sepertinya aku harus kembali bekerja di sana sekarang sebelum waktu semakin malam,"ujar Komi. " Ya Komi itu ide yang bagus, cepatlah selesaikan pekerjaan mu agar kau bisa kembali tidur ketika waktu belum menyentuh tengah malam,"jawab Buyi. " Ya bu,"jawab Komi sambil pergi. Komi pun pergi menuju ke kamarnya saat itu, untuk membawa peralatan bekerja nya karena dirinya yang akan tidur di sofa kembali dan bekerja pun akan dia lakukan di sofa tersebut. Sementara Komi yang pergi ke kamarnya untuk mengambil peralatan bekerja, Frins yang saat itu masih bersama dengan Buyi langsung bicara sesuatu. " Bu ini belum terlalu malam sepertinya aku akan menemani saja dulu Komi, tidak apa-apa kan?"tanya Frins. " Menemani Komi? kau tidak ingin menemani ibu Frins? haha. Ya sudah Frins silahkan, agar Komi ada teman juga ketika dia bekerja sekaligus tentu saja dengan adanya kau akan ada orang yang mengingatkan Komi juga mengenai waktu dua beristirahat. Jangan sampai dia terlalu merasa bekerja Frins, buat dia ingat ketika waktunya masuk untuk beristirahat Frins. Yasudah sekarang sepertinya ibu akan pergi ke kamar ibu saja untuk beristirahat,"ujar Buyi, lalu pamit untuk beristirahat terlebih dahulu. " Ya bu, tentu saja aku akan menjadi orang yang memperhatikannya dan mengingatkannya mengenai waktu untuk nya beristirahat jangan khawatir dia aman bersama ku. Baiklah selamat malam bu,"ujar Frins. Buyi tentu saja langsung masuk ke dalam kamarnya saat itu sementara Frins juga pergi untuk ke kamar Komi, mungkin saja Komi membutuhkan bantuan saat itu. Perlahan saat itu Frins berjalan berencana untuk jahil akan mengagetkan Komi yang tengah berada di dalam kamar membereskan peralatan bekerja nya saat itu, tapi ketika Frins sudah dekat dan bahkan sudah ada di pinggir pintu kamar Komi, Frins tidak langsung melakukan aksi jahil yang ingin mengagetkannya saat itu tapi yang Frins lakukan justru berdiam diri saja dulu, mencoba menguping apa yang sedang di bicarakan Komi, karena terdengar cukup jelas dari luar kamar Komi tengah berbicara sesuatu tapi Frins yakin jika di dalam kamar tidak ada siapa-siapa melainkan saat itu Komi hanya bicara sendiri, yang di katakan Komi saat itu adalah mengenai buku. " Untuk hari ini sepertinya aku tidak akan memegang, membaca apa lagi meneruskan cerita yang ada pada diri mu dulu ya, karena sedang ada tamu yang menginap di rumah ku karena aku sadar jika aku sedikit suka ceroboh aku khawatir jika aku akan membuat mu di baca oleh orang lain jadi sekarang aku akan menyimpan mu saja dulu agar tidak ada yang bisa menemukan apa lagi membaca mu. Dan ketika keadaan sudah aman kembali tentu saja aku akan kembali membaca dan melanjutkan cerita yang ada pada mu,"ujar Komi bicara sendiri kepada sebuah buku saat itu. " Aku yakin tidak ada orang lain di sana dan benar saja Komi memang bicara kepada sebuah buku? jika melihat hal ini tentu saja pikiran ku benar mengenai ada sesuatu yang memang Komi sembunyikan dari ku, dan mengenai buku itu sepertinya pikiran ku memang benar ada sesuatu yang Komi sedang sembunyikan, kecurigaan ku selama ini benar sebuah buku yang menjadi karya Komi memang mencurigakan, rasa penasaran ku jadi bertambah besar sekarang, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa dan lebih baik sekarang aku tidak terus memperhatikannya diam-diam aku takut Komi akan sadar jika aku ada di sini dan sedang memperhatikannya diam-diam yang tentu saja aku mengundang tanya untuk nya. Cukup Frins lupakan saja dulu kecurigaan mu sekarang,"ujar Frins saat itu ketika masih memperhatikan Komi secara diam-diam di pintu kamarnya. Dan yang di lakukan Frins saat itu tentu saja melakukan apa yang sudah me jadi rencananya tadi, dan melupakan kecurigaan yang sedang Frins rasakan saat itu. " Dor,"ujar Frins mencoba mengagetkan Komi saat itu. " Wow. Oh kau ini Frins, ayolah bagaimana jika aku jantungan karena merasa sangat kaget dengan apa yang kau lakukan Frins,"ujar Komi kaget. " Hahaha maaf Komi, aku tak kuat menahan tawa ketika kau begitu sangat terkejut karena aku yang mengagetkan mu barusan hahaha maaf Komi. Ngomong-ngomong apa kau sudah selesai mengambil semua peralatan bekerja mu Komi? kebetulan jika waktu belum terlalu malam jadi aku bilang kepada ibu jika aku ingin menemani mu bekerja dulu Komi, tidak apa-apa kan?"ujar Frins. " Dasar kau ini. Oh kenapa begitu Frins apa kau besok tidak memiliki sebuah pekerjaan? mu yakin sebaiknya kau beristirahat saja duluan Frins aku tidak apa-apa,"ujar Komi. " Ya memang kau tak apa-apa aku percaya pada mu Komi, tapi aku hanya ingin menemani mu saja dan ibu tadi juga sudah mengijinkan ku untuk menemani mu bekerja sambil aku bisa menjadi pengingat agar kau tidak terlalu keras bekerja, dan tentu saja mengingatkan mu juga jika nanti sudah waktunya beristirahat. Sekarang aku harap tak ada lagi penolakan yang kau lakukan kepada ku dan ayo kita bekerja Komi, aku tak akan mengganggu mu tenang saja aku hanya akan menemani mu yang sedang bekerja Komi,"ujar Frins saat itu merayu Komi agar dirinya di izinkan untuk mengakui Komi bekerja. " Yasudah Frins, karena kau sudah bicara seperti itu dan ibu pun sudah mengijinkan mu aku tak ingin ada perdebatan diantara kita yang membuat waktu ku habis jadi sekarang yasudah Frins ayo kita ke bawah saja,"ujar Komi. " Oh ya maksud mu langsung di bawah? apa kau tak ingin bekerja di sini saja dulu Komi? kau bilang kamar mu ini tempat yang begitu sangat membuat mu nyaman bekerja kan Komi? kenapa kau tidak bekerja disini saja dulu, aku tidak mengusir mu kan?"ujar Frins. " Ya sepertinya kau benar, yasudah jika seperti itu sekarang aku buka saja dulu peralatan bekerja ku di sini, karena permintaan mu akan bekerja di sini sekarang. Kau tahu kan Frins pekerjaan ku begitu sangat membutuhkan ketenangan jadi," " Jadi aku akan diam saja disini tanpa bicara apapun, apa lagi bertanya sesuatu pada mu. Itu maksud mu kan Komi? tenang saja aku mengerti sangat dengan apa yang kau maksud ku Komi. Baiklah tanpa mengulur waktu lagi aku pikir sampai jam 10.30 adalah waktu yang cukup untuk kau bekerja kan Komi?"ujar Frins memotong pembicaraan Komi saat itu. " Ya baiklah Frins seperti apa yang kau katakan jangan membuang-buang waktu ku lagi, jadi sekarang aku akan mulai saja untuk bekerja sehingga aku akan bisa menyelesaikan pekerjaan ku di waktu yang kau sudah tentukan atau mungkin bisa saja aku menyelesaikannya sebelum waktu itu Frins,"ujar Komi dengan langsung saja bersiap untuk memulai pekerjaan nya. Karena Frins pun mengerti jika saat itu Komi sudah mulai fokus bekerja tentu saja Frins tidak bicara apa-apa lagi, sehingga yang di lakukannya hanya berdiam diri saja melihat Komi yang sudah mulai fokus bekerja. Beberapa saat kemudian ketika Frins memperhatikan Komi yang sedang bekerja waktu tak terasa berjalan begitu cepat sampai Frins lihat waktu sudah berjalan 1 jam dari pertama kali Komi memulai bekerja tadi, melihat Komi yang fokus untuk bekerja saat itu mata Frins sedikit demi sedikit tertutup bahkan karena tak sengaja menutup matanya hampir terlelap Frins pun hampir saja jatuh ke lantai dari tempat tidur, hampir saja tersungkur karena saat itu Frins yang sudah merasakan kantuk. Tapi yang Frins lakukan saat itu tidak bicara apa-apa kepada Komi, dan masih terus saja mencoba terjaga sambil memperhatikan Komi, tapi meskipun begitu Frins yang saat itu sudah cukup lelah dan merasakan kantuk yang cukup berat Frins pun perlahan jadi bersandar di tembok tempat tidurnya, perlahan terlelap tidur. Tak lama ketika Frins menutup matanya dan tertidur duduk sambil bersandar, Komi pun akhirnya selesai membereskan pekerjaan nya. " Ah akhirnya aku selesai juga bekerja. Bagaimana menurut mu Frins apa aku terlambat atau justru aku bisa menyelesaikan pekerjaan ku lebih cepat dari waktu yang kau berikan Frins?"ujar Komi tanpa melihat Frins yang sebenarnya sudah terlelap tidur sambil terduduk bersandar saat itu. Dan karena Komi awalnya tidak melihat Frins yang saat itu sebenarnya sudah tidur tentu saja Komi bicara saja, sampai karena merasa aneh dengan Frins yang tidak menjawab Komi pun tentu saja melihat ke belakang dimana Frins berada sehingga tentu saja Komi pun melihat Frins yang saat itu sudah tertidur tapi dirinya tertidur dengan posisi yang tidak karena terduduk dan hanya bersandar di bagian tembok tempat tidurnya. " Oh Frins sepertinya kau terlalu memaksakan diri ketika bicara ingin memperhatikan dan menunggu ku yang bekerja, ini belum jam 10.30 tapi sepertinya kita kelelahan sehingga tertidur dengan posisi yang tidak enak seperti ini, kasihan sekali kau Frins. Lebih baik aku memindahkan mu agar kau bisa tidur dengan posisi yang nyaman Frins, maaf aku harus menyentuh mu Frins tapi aku hanya bermaksud untuk mengubah posisi tidur mu agar badan mu tidak pegal karena posisi tidur mu yang salah Frins,"ujar Komi saat itu sambil menghampiri Frins mencoba untuk mengubah posisi tidur Frins yang saat itu terlihat tidak enak dan bisa saja membuat badan Frins merasa tidak enak keesokan harinya. Dan yang di lakukan Komi saat itu tentu saja langsung mencoba mengangkat Frins mengatur posisi tidurnya yang barusan terlihat tidak enak yang bisa saja membuat Frins merasa tak enak badan esok hari. Ketika Komi membetulkan posisi tidur Frins tiba-tiba Frins bicara sesuatu. " Komi bisa kau temani aku tidur? aku sangat ingin kau mengerti dan tahu jika perasaan ku sudah begitu sangat merasakan sayang pada mu,"ujar Frins. " Kau mengigau Frins, lebih baik aku secepatnya membetulkan posisi tidur mu kasihan sekali kau. Selamat malam Frins, tidurlah yang nyenyak,"ujar Komi saat itu ketika sudah membetulkan posisi tidur Frins. Dan ketika Komi sudah membetulkan posisi tidur Frins yang di lakukannya saat itu tentu saja langsung meninggalkannya yang sudah terlelap beristirahat karena takut akan mengganggu apa lagi sampai membangunkan Frins yang sudah terlelap tidur saat itu. " Waktu masih belum menyentuh jam 10.30 tapi aku sudah bisa menyelesaikan pekerjaan ku, apa yang sebaiknya aku lakukan sekarang ya?"ujar Komi ketika sudah duduk di sofa dengan membawa semua peralatan bekerjanya termasuk buku spesialnya tentu saja. Karena Komi lihat saat itu jam belum menunjukan waktunya untuk beristirahat Komi pun tidak langsung mencoba untuk menutup matanya dan tidur tapi yang Komi pikirkan saat itu justru sedikit ingin membaca buku spesial yang sekarang ada di tangannya. " Apa sebaiknya aku membaca buku spesial ku ini lagi? aku masih merasa penasaran bagaimana seharusnya kelanjutan cerita ku ini, dan setiap aku membaca buku spesial ku ini ada saja semangat yang tiba-tiba masuk ke dalam tubuh ku, termasuk sebuah inspirasi yang bisa aku tulis untuk melanjutkan cerita ku ini, entahlah apa yang bisa membuat ku seperti itu tapi sepertinya cerita ini memang begitu sangat cocok aku buat,"ujar Komi saat itu ketika sudah ada di sofa dengan tangannya yang mulai meraba tas besar dimana buku spesial yang di miliki Komi berada. Hingga karena waktu belum terlalu larut malam dan bahkan belum menunjukan waktu yang Frins berikan untuk Komi beristirahat, Komi pun langsung saja berpikir jika dirinya bisa memanfaatkan waktu yang masih tersisa untuk kembali membaca buku tersebut, tapi ketika Komi a membuka resleting tas tersebut tiba-tiba Frins datang dan sudah berada dekat dengan Komi. " Komi kau sudah ada di sini? kenapa kau meninggalkan ku. Apa kau sudah menyelesaikan pekerjaan mu?"ujar Frins sambil menghampiri Komi saat itu. Komi pun dengan kaget karena tangannya yang sudah hampir mengambil buku tersebut menjawab. " Oh hai Frins, kenapa kau begitu sangat hobi membuat ku kaget. Dan kenapa kau malah kemari barusan kau sudah tidur kan makannya aku langsung saja pindah kemari untuk bekerja dan membiarkan mu beristirahat di kamar, aku tak ingin mengganggu mu apa lagi sampai membangunkan mu. Lebih baik kau kembali beristirahat Frins ini sudah jam 10.00 sepertinya sudah waktunya untuk mu beristirahat Frins, bukannya malah kemari,"ujar Komi saat itu menyarankan agar Frins kembali beristirahat karena saat ini waktu sudah menunjukan pukul 10.00 malam. " Ya tadinya aku ingin kembali beristirahat Komi tapi aku ingat jika sebenarnya aku menunggu mu yang sedang bekerja tadi ingin membicarakan sesuatu, jadi barusan aku tidak kembali tidur dulu dan karena mengira kau di sini tentu saja sekarang inilah aku Komi. Kenapa kau begitu sangat kaget ketika melihat ku Komi? kau menyembunyikan sesuatu?"ujar Frins menjawab jika dirinya memiliki sesuatu yang ingin dirinya katakan sehingga tidak kembali beristirahat, lalu Frins pun bertanya kenapa Komi bisa sampai terlihat sangat kaget seperti itu. " Ya bagaimana aku tidak kaget Frins, waktu sudah menunjukan pukul 10.00 malam aku sendirian disini lalu ada orang yang dengan sangat tiba-tiba bicara di belakang ku bagaimana aku bisa tidak kaget Frins. Dan mengenai hal yang ingin kau katakan, apa itu Frins? tidak bisakah kau bicarakan itu esok hari saja?"ujar Komi menjawab mengenai rasa kaget yang di rasakannya dan bertanya mengenai apa yang ingin Frins katakan padanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD