Mereka pun saat itu membicarakan mengenai rencana mereka yang ingin mencoba berolahraga di lain tempat meskipun olahraga yang mereka lakukan saat itu sama lari pagi, hanya saja di tempat yang berbeda dan kebetulan tempat yang mereka kunjungi kemarin sore begitu sangat bisa membuat mereka mendapatkan sebuah kepuasan yang tentu saja mereka inginkan dan kepuasan tersebut tentu saja di sebabkan oleh tempat tersebut yang sebenarnya menyediakan juga jalur khusus untuk orang yang ingin berolahraga lari, atau menikmati keseluruhan bukit tersebut sehingga karena ingat dengan hal tersebut Komi pun berencana untuk berolahraga lari di tempat tersebut saja, selain bisa mendapatkan suasana dan udara yang sejuk tentu saja di saja juga akan menyajikan banyak pemandangan yang di inginkan oleh orang yang berkunjung, dan setelah mereka berdua membicarakan hal tersebut dengan sama-sama memiliki ketertarikan terhadap tempat tersebut sehingga mereka pun jadi memutuskan untuk berolahraga di tempat tersebut lain waktu, tapi ada sedikit hal yang saat itu Frins cemaskan dan sepertinya takutkan.
" Tapi? tapi apa Frins?"tanya Komi.
" Tapi aku ingat dengan 4 orang yang terlihat melakukan hal tak senonoh ketikan kita akan pergi meninggalkan tempat tersebut sore itu Komi, aku memang tidak melihat dengan jelas tapi feeling wku kuat jika yang mereka lakukan saat itu adalah hal yang kurang baik, dan bisa saja mereka memang sedang melakukan tindakan asusila kemarin.Yang aku takutkan tentu saja bertemu kembali dengan orang tersebut dan yang paling aku takutkan orang tersebut berniat jahat Komi,"ujar Frins mengatakan apa yang dirinya takutkan sehingga berkata tapi saat itu disaat sudah menemukan kesepakatan jika dirinya dan Komi akan mencoba berolahraga di tempat tersebut suatu hari nanti.
" Kau tak usah khawatir Frins jika memang orang tersebut memang orang yang memiliki tujuan buruk ketika kita bertemu dengan dia kemarin, dia hanya melakukan itu kepada orang lain orang yang di bawanya kan Frins, jika dia memang tipe orang jahat sepertinya ketika kita memergoki dia yang sedang melecehkan wanita tersebut dia akan langsung menyerang atau mencoba menangkap kita dengan 2 anak buahnya yang saat itu siap untuk melakukan perintahnya kan Frins? tapi tidak dengan saat itu kan? itu berarti sepertinya orang tersebut tidak memiliki sikap jahat kepada orang lain. Dan jika menurut pandangan ku mengenai orang itu kemarin sebenarnya dia tidak melakukan kejahatan Frins, maksud ku menganggap dia tidak melakukan kejahatan karena dia yang sudah membawa wanita tersebut dari awal dan wanita tersebut juga tidak kesakitan apa lagi meminta tolong tanda dia sedang di lecehkan oleh orang tersebut kan? maksud ku adalah wanita tersebut memang bersedia dari awal menjadi pelacur untuk pria tersebut. Intinya adalah wanita tersebut adalah pelacur yang pria tersebut bawa untuk dia nikmati, itu yang ada dalam pikiran ku Frins,"ujar Komi saat itu mengatakan pandangannya mengenai pria yang ditemuinya ketika akan meninggalkan bukit tersebut.
" Jika aku lihat memang wanita itu seperti tidak merasa sedang di culik atau terpaksa melakukan itu karena dia yang tidak menunjukan jika dia sedang dalam bahaya, tapi apa menurut mu tidak aneh jika seseorang yang bisa di sebut kaya karena dia sampai memiliki 2 bodyguard seperti itu tidak mampu menyewa hotel atau mungkin perumahan untuk nya memuaskan nafsu kepada seorang pelacur Komi?"tanya Frins aneh.
" Ya entahlah Frins, dia bukan akan jadi aku tentu saja tidak sampai tahu maksudnya seperti apa, dan aku bicara seperti ini saja yang mengira kan bukan tahu pasti mengenai sikap dirinya, dan maksud pria tersebut yang sebenarnya. Jika kau tak ingin karena merasa cemas dan takut akan hal itu sebaiknya tak usah kau paksakan untuk berolahraga di sana Frins kita bisa mencari tempat lain kan?"ujar Komi.
" Oh ya maaf Komi aku jadi malah bertanya terus mengenai pria tersebut kepada orang yang tentu saja tidak mengetahui hal tersebut. Tapi sepertinya tidak apa-apa Komi, mungkin apa yang kau katakan benar jika sebaiknya aku tak usah terlalu khawatir dan cemas karena pria tersebut yang belum tentu memiliki pikiran jahat, dia seperti itu kemarin memang sepertinya menikmati pelacur yang memang sudah dia bayar bukan menculik wanita tersebut, jadi sekarang sepertinya tidak apa-apa Komi aku juga berpikir jika aku tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut terlebih lagi kawasan khusus yang di peruntukan oleh orang yang ingin berolahraga lari, aku tertarik melihat dan menikmati jalur khusus untuk semua orang yang ingin berolahraga di sana Komi. Jika ada sesuatu dan orang yang terlihat aneh pun tentu saja kau tidak akan sampai diam saja dan meninggalkan ku kan Komi?"ujar Frins saat itu menjawab jika dirinya percaya dengan apa yang di katakan Komi, dan tidak merasa sangat khawatir apa lagi cemas dengan apa yang di lihatnya beberapa jaringan lalu sehingga memutuskan jika dirinya tepat ingin me tempat tersebut mencoba jalur khusus yang ada di sana untuk berolahraga.
" Kau adalah sahabat ku, dan sudah seperti keluarga ku Frins jangankan ada bahaya yang kau alami di depan mata ku, kau yang meminta tolong saja jika aku bisa menolong mu tentu saja aku akan mencoba untuk menolong dan menyelesaikan masalah mu itu Frins,"jawab Komi.
" Terima kasih Komi, dengan adanya kau dan ibu aku jadi merasa jika aku tidak kekurangan perhatian meskipun sebenarnya aku merasa kurang karena orang tua ku yang selalu harus bekerja ke luar kota bukan dengan waktu yang singkat, bahkan bisa memakan waktu 1 sampai 2 minggu. Tapi itu bukan masalah lagi sekarang karena aku merasakan jika perhatian yang kau dan ibu ku berikan sudah seperti perhatian orang tua ku Komi, bahkan mungkin perhatian ibu mu melebihi perhatian yang di berikan oleh orang tua ku sendiri,"ujar Frins berterima kasih dan bicara seperti itu dalam hatinya.
Karena saat itu mereka berolahraga sambil.berbincang mereka pun tak sadar jika mereka sudah berlari cukup jauh bahkan untuk mencapai kembali rumah Komi hanya di butuhkan beberapa menit lagi karena jarak nya mereka ke rumah Komi saat itu yang hanya tinggal seperempat jalan lagi untuk menuju ke rumahnya, dan yang terakhir mereka lewati saat itu adalah jalan kecil dengan suasana segar karena jalan tersebut yang di kelilingi oleh pepohonan besar, hanya saja yang menjadi sedikit masalah adalah kawasan tersebut yang saat itu memiliki suasana yang begitu sangat sepi di tambah beberapa rumah yang ada di sana saat itu juga tidak berpenghuni yang menambah kesan sepi kawasan tersebut. Tapi Frins dan Komi tidak sampai merasa cemas apa lagi takut karena mereka yang saat itu sudah sering melewati kawasan rumah itu sehingga tentu saja meskipun kawasan di sana sepi seperti tanpa ada kehidupan mereka sudah biasa saja tanpa harus merasakan rasa takut, dan sejauh ini tidak ada sesuatu yang mereka dengar atau lihat sendiri jika di kawasan rumah tersebut tidak pernah ada kejadian atau tragedi yang membuat bulu kuduk berdiri, dan yang sekarang mereka lakukan tentu saja terus saja melanjutkan kembali lari mereka agar secepatnya bisa sampai kembali di rumah, tapi saat itu keadaan di kawasan rumah tersebut terlihat sedang ada penghuni nya dan seperti yang pernah Komi dan Frins lihat di rumah tersebut hanya ada beberapa orang dengan mereka yang menikmati musik tapi seperti tanpa ada kegiatan apapun, yang terdengar hanya suara musik yang cukup kencang dengan beberapa kendaraan yang saat itu terparkir di bagian pinggir rumah tersebut.
" Frins apa kau pernah merasa penasaran dengan siapa yang memiliki rumah ini?" dan kenapa mereka hanya sesekali terlihat ada di sini, seperti sekarang ini rumah mereka terlihat ada penghuni tapi kita lihat ke dalam hanya terdengar suara musik dan terlihat hanya beberapa kendaraan saja yang terparkir di pinggir rumah tersebut. Jika kau tanya aku, aku merasa penasaran apa lagi dengan rumah yang ada di bagian belakang itu yang terlihat cukup besar tapi aku belum pernah melihat ada orang yang menghuni rumah tersebut,"ujar Komi membicarakan mengenai sesuatu yang dirinya rasakan saat itu.
" Ya tentu aku juga merasakan rasa penasaran yang kau miliki Komi, tapi tentu saja aku tidak terlalu memikirkan itu karena sepertinya itu tidak terlalu penting untuk aku ketahui dan aku tidak sampai ingin memaksakan nya, karena jujur saja itu kan privasi orang yang menghuni rumah tersebut Komi kita tidak perlu memaksakan ingin tahu dengan keadaan dan orangnya. Ya kan?"ujar Frins berpikir untuk tidak harus mencampuri urusan orang lain apa lagi sampai membuat mereka mendapatkan masalah karena mencari tahu mengenai kehidupan orang lain ya sebenarnya tentu saja bukan hal yang penting untuk mereka.
" Ya baiklah kau benar, yasudah ayo kita lanjutkan saja lagi olahraga kota sebentar lagi kita akan sampai di rumah Frins,"ujar Komi mengajak Frins melanjutkan dirinya melakukan olahraganya sambil tetap saja melihat ke arah rumah yang berada di bagian paling belakang saat itu.
" Ya Komi. Ayo,"jawab Frins.
Dan saat itu tentu saja mereka langsung kembali melanjutkan olahraga mereka agar bisa sampai dengan lebih cepat ke rumah mereka yang sebenarnya saat itu sudah tinggal seperempat lagi. Singkat cerita saat itu mereka pun akhirnya bisa sampai di rumah dengan tubuh mereka yang tentu saja merasa segar karena sudah berolahraga kembali.
" Frins, Komi kalian sudah kembali? cepat sekali?"ujar Buyi bertanya ketika Frins dan Komi sudah ada di pekarangan rumah beristirahat.
" Ya Bu karena kami sudah terbiasa berolahraga mengelilingi perumahan ini dan kamu pun berolahraga lari dengan sambil berbincang jadi jarak yang cukup jauh membuat kami tidak merasakan hal tersebut sampai akhirnya sepertinya bisa dengan cepat kami tempuh, hingga akhirnya sekarang kita bisa sampai di rumah kembali dengan waktu yang relatif singkat,"jawab Frins dan Komi.
" Baguslah jika seperti itu,"ujar Buyi singkat sambil masuk ke dalam rumah saat itu.
Tak merasa aneh tentu saja Frins dan Komi tidak bicara apapun lagi melihat Buyi yang masuk ke dalam rumah saat itu. Tapi beberapa saat kemudian tiba-tiba Buyi kembali menghampiri Frins dan Komi sambil membawakan mereka minuman.
" Bu kenapa kau harus repot membawakan kami minuman? padahal kami masih memiliki sisa minuman yang kami bawa tadi bu,"ujar Frins.
" Tak apa-apa Frins ini tidak repot tenang saja ibu hanya membawakan kalian minuman dari dapur kan, tidak membelinya ke warung sana. Jadi tak usah merasa merepotkan tenang saja Frins, ayo di minum, kau juga Komi minumlah. Meskipun jarak yang kalian tempuh sudah biasa sehingga terasa tidak lama dan tak terlalu melelahkan tapi kalian tidak bisa menganggap enteng hak tersebut hingga tidak mementingkan asupan yang sebenarnya di butuhkan oleh tubuh kalian, jadi sekarang minumlah yang banyak dan istirahatkan tubuh kalian,"ujar Buyi memperingatkan Frins dan Komi saat itu.
" Terima kasih bu. Aku minum,"jawab Frins.
" Ya terima kasih bu, aku juga minum,"begitu pun dengan Komi.