Maaf Bu

2021 Words
Ketika Komi dan Frins berdebat mengenai pendapat mereka masing-masing yang membahasa mengenai kawasan tersebut tiba-tiba Buyi muncul keluar dari kamarnya sambil langsung saja bertanya kenapa di waktu yang sebenarnya sudah malam yang seharusnya sudah waktunya bagi mereka beristirahat tapi mereka masih saja terlihat terjaga bahkan masih berbincang di ruang tengah. Sampai tentu saja mereka pun tidak bisa berbohong dan menjawab sebisanya mengenai mereka yang saat itu masih ada di ruang tengah sedang membicarakan sesuatu. " Ah bu hehe maaf aku, aku," " Maaf Bu kami belum tidur, tadi sebenarnya aku sudah tidur di kamar tapi karena aku tidur dengan posisi yang tidak enak, dan bahkan aku ingin ke kamar mandi tadi tapi karena takut sendirian aku jadi mengganggu Komi yang sebenarnya sudah tidur tadi bu untuk mengantar ku ke kamar mandi. Kami bangun baru barusan bu, maaf aku yang salah aku malah tak berani ke kamar mandi sendirian dan jadi malah mengganggu Komi yang sebenarnya sudah tidur tadi, dan kita berbincang sedikit barusan kota akan tidur sekarang bu. Ya sudah bu, aku ke kamar untuk tidur duluan. Selamat malam, ibu juga akan kembali tidur kan?"ujar Frins memotong pembicaraan Komi beralasan. " Yasudah jika seperti itu, sana beristirahat lah Frins ini sudah cukup larut kalian sudah berjanji kan tidak akan tidur terlalu larut malam. Iya ibu juga akan kembali beristirahat, kau juga lekas beristirahat lah Komi. Selamat malam,"ujar Buyi sambutan pergi. " Ya bu aku juga tentu saja akan beristirahat sekarang,"jawab Komi. Dan saat itu mereka pun pergi ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat, sementara Buyi yang saat itu tidak langsung ke kamar mandi tapi pergi ke toilet hingga akhirnya masuk kembali ke kamar untuk beristirahat. " Baguslah kau sudah beristirahat Komi, awas saja jika kau berani berbohong kepada ibu lagi,"ujar Buyi dengan senyuman bicara seperti itu bercanda. Tapi meskipun yang dilihat Buyi saat itu Komi memang sudah beristirahat tidak dengan Frins yang saat itu justru memang masuk ke kamarnya tapi tidak untuk beristirahat, Frins yang saat itu masih saja terjaga kembali memikirkan rencana untuk kembali menghampiri Komi yang sekarang ada di ruang tengah untuk kembali membicarakan sesuatu yang terpotong oleh kedatangan Buyi tadi, dan sekarang pun perlahan Frins langsung saja keluar dari kamar Komi kembali, perlahan sambil melihat ke arah kamar Buyi begitu sangat hati-hati tak ingin terlihat oleh Buyi jika Frins masih saja terjaga dan belum lekas tidur. Dan ketika melihat ke arah kamar Buyi dan ke arah toilet tidak ada tanda-tanda Buyi, dan Frins cukup yakin jika Buyi saat itu sudah kembali ke kamarnya sehingga berpikir jika Frins kembali mengobrol dengan Komi sepertinya keadaan akan aman, sehingga yang di lakukan Frins saat itu tentu saja perlahan menghampiri Komi kembali. " Komi, Komi aku tahu kau belum tidur, bangunlah. Komi,"ujar Frins dengan nada yang pelan. Tapi saat itu Komi tidak merespon Frins yang memanggilnya, tapi karena Frins yakin Komi belum tidur saat itu Frins pun langsung saja kembali memanggil Komi mencoba untuk membuatnya merespon Frins. " Aku yakin kau belum tidur Komi, baiklah jika kau ingin aku paksa untuk merespon ku rasakan ini,"ujar Frins sambil menggelitik kaki dan tubuh Komi. " Ah haha, haha cukup Frins cukup, baik aku menyerah aku bangun ( Komi membuka selimut dan bangun ) Baiklah Frins dasar kau ini kau yang menentukan waktu untuk tidur tapi sekarang kau yang membangunkan aku juga, ada apa Frins? apa yang ingin kau katakan sekarang?"ujar Komi sambil dirinya yang bangun dari sofa tempatnya tidur. " Oh jadi kau masih tidak rela aku bangunkan Komi? baiklah rasakan ini, Komi rasakan,"ujar Frins dengan kembali menggelitik badan Komi. " Haha cukup Frins cukup baik aku akan menjawab dan mendengarkan apa pertanyaan mu Frins tapi hentikan menggelitiki aku,"ujar Komi. " Haha baiklah baik Komi tapi kau harus pelankan suara mu agar ibu tidak mendengar kita yang masih saja kembali terjaga. Baiklah aku tidak akan terlalu lama bicara lagi pada mu Frins, yang sekarang ingin aku katakan adalah masih mengenai aktifitas kita yang tidak usah terhenti Komi, maksud ku kau tak usah khawatir orang-orang berandalan itu akan kembali ada di kawasan sepi yang menjadi jalan utama yang selalu kita lewati Komi, dan esok hari tentu saja aku ingin kembali melakukan kegiatan yang biasa kita lakukan, yaitu berolahraga lari Komi dan jalan yang akan kita lewati yaitu kawasan sepi tersebut Komi, aku harap kau tidak takut dan terllau posesif dengan tempat tersebut karena aku yakin jika orang-orang yang memang sepertinya berandalan tersebut tidak akan kembali ada di tempat tersebut ketika siang hari Komi, jadi kau tak usah khawatir akan kembali bertemu dengan mereka di tempat yang sama tapi tentu saja di waktu yang berbeda yaitu siang hari, aku yakin mereka tidak akan ada. Jadi sekarang sudah diputuskan jika kita akan kembali melakukan aktivitas olahraga kita dengan melewati jalur yang sama,"ujar Frins mengatakan kembali jika Komi tidak usah terlalu posesif dan cemas akan kembali bertemu dengan orang-orang yang sepertinya berandalan di tempat yang sama karena saat itu mereka akan melewati tempat tersebut di saat hari masih siang dan langsung saja memutuskan jika Frins akan kembali berolahraga lari melewati jalur yang sama yaitu kawasan sepi tersebut. " Tapi Frins," " Suut Komi, cukup tak usah bicara apa-apa lagi karena kita sudah sepakat dan aku tidak akan menerima penolakan apapun dari mu,"Frins memotong pembicaraan Komi dengan menutup mulutnya menggunakan jarinya saat itu. Samapi karena Komi yang sebenarnya akan bicara kepada Frins mengenai apa yang di putuskan oleh dirinya adalah hal yang kurang tepat, tapi karena mulut Komi di halangi jari Frins tentu saja Komi tidak bisa bicara, sampai Komi pun hanya terdiam melihat ke arah Frins yang saat itu bukan hanya menutup mulut Komi dengan jari tapi Frins juga perlahan mendekat ke wajah Komi, perlahan terus saja mendekat hingga akhirnya bibir Frins akan menyentuh bibir Komi, dan tentu saja mereka akan berciuman saat itu. Tapi semua hal itu buyar karena tiba-tiba Buyi yang kembali keluar dari kamarnya sambil memanggil Komi, yang tentu saja membuat mereka berdua yang hampir akan berciuman kaget sehingga langsung saja saling menjauh. " Ya ampun Komi, Frins kalian masih saja belum tidur?"ujar Buyi. " Oh maaf bu, aku pamit untuk tidur selamat malam hehe,"ujar Frins saat itu sambil berlari masuk kamar Komi saat itu untuk langsung beristirahat. Dan yang di lakukan Komi karena kembali dipergoki oleh Buyi saat itu juga langsung saja menutupi wajah dan badannya menggunakan selimut. Tapi ketika Frins sudah masuk ke dalam kamar tidak seperti pikiran Frins yang akan sendirian kembali di kamar karena saat Frins sudah berada di kamar tiba-tiba pintu kamar langsung saja di buka oleh seseorang dan yang datang saat itu ternyata Buyi, yang langsung saja sedikit tertawa dan gemas sehingga langsung memeluk Frins dan menggelitiki tubuh Frins, sambil bicara. " Hahaha rasakan ini kau anak nakal, sekarang aku akan tidur di sini untuk mengawasi mubagar kau tidak bisa liar lagi ketika hari sudah larut dan akan sangat larut,"ujar Buyi sambil menggelitiki tubuh Frins yang saat itu sudah berbaring di kasur. " Hahaha ampun bu, ampun aku tidak akan mengulanginya lagi hahaha,"ujar Frins mencoba menahan tangan Buyi yang saat itu terus saja mencoba menggelitiki tubuh Frins. " Baiklah jika seperti itu ayo tidur,"ujar Buyi sambil berbaring juga di tempat tidur Frins saat itu. " Hahaha ya baik bu, baik,"jawab Frins sambil.sedikit tertawa masih merasa geli. Dan saat itu pun Frins langsung saja bisa menutup matanya untuk tidur, bersama Buyi yang saat itu juga langsung saja menutup matanya dan juga tidur. Untuk malam ini Buyi jadi tidur di kamar Komi bersama Frins karena dirinya yang sebenarnya merasa sedikit tidak enak hati sehingga tidak bisa tidur ketika berada di kamar nya sendirian sehingga memutuskan untuk tidur saja di kamar Komi dengan Frins agar dirinya memiliki teman untuk tidur, dan perasaannya tidak berpikir buruk kemana saja sehingga bisa langsung beristirahat. Tapi meskipun sekarang Buyi sudah berada di kamar Komi dengan Frins, Buyi malah tetap saja merasakan hal yang sama ada sebuah rasa yang mengganjal di hatinya entah apa itu tapi Buyi begitu sangat terganggu mengenai hal tersebut, sampai apa yang di rasakan Buyi membuat Buyi terus saja terjaga belum bisa kembali menutup matanya untuk beristirahat. " Bu kau belum tidur kan? apa ada sesuatu yang sedang kau pikirkan bu? sampai kau terlihat tidak seperti biasanya, kau bisa tetap terjaga sampai waktu yang sebenarnya sudah larut seperti ini. Ada apa bu? apa ada pikiran yang membebabani mu? atau mungkin kau tidak bisa tidur begini karena aku yang barusan bandel bu, jadinya aku mengganggu mu yang sedang tidur?"ujar Frins bertanya ada apa sebenarnya dengan Buyi yang begitu sangat tidak biasa seperti ini. " Hahaha tidak Frins bukan karena itu, sebenarnya tadi ibu sudah bisa beristirahat tapi entah apa yang ada dalam pikiran dan hati ibu sekarang, ibu begitu sangat merasa tak enak Frins, tapi ibu tidak tahu apa yang membuat ibu bisa merasa tak enak seperti ini,"ujar Buyi menceritakan saja apa yang sekarang sedang di rasakannya tapi tidak tahu apa yang bisa membuatnya seperti itu. " Mungkin kau terlalu mencemaskan sesuatu bu jadinya sekarang kau membebani pikiran mu sendiri padahal tidak ada apa-apa yang sedang mengancam atau harus kau cemaskan bu,"ujar Frins. " Sepertinya kau benar Frins, tapi kenapa kau juga masih belum saja menutup mata mu dan beristirahat Frins? ini kan sudah larut?"ujar Buyi balik bertanya mengenai Frins yang saat itu juga malah ikut kembali terjaga. " Bukan aku tidak tidur bu, tadi aku sudah terlelap tapi ketika aku melihat mu yang sedang terus saja terjaga dan seperti sedang memikirkan sesuatu bahkan seperti orang yang memiliki beban pikiran tentu saja aku tidak bisa membiarkan mu sendirian dan yang aku lakukan sekarang tentu saja bertanya semoga saja kau memang sedang memikirkan sesuatu dan ingin menceritakan nya kepada ku sehingga kau bisa melepaskan semua beban yang ada dalam pikiran mu bu. Tapi kau bilang tak tahu apa yang sebenarnya kau rasakan? mungkin kau sedikit merasa takut atau memikirkan hal yang sepertinya kau sedang cemaskan bu?"ujar Frins bertanya lagi. Sepertinya ini hanya perasaan ibu saja Frins, mungkin ibu memang sedikit merasa takut karena mungkin hujan yang sekarang turun begitu sangat ribut disertai guntur yang cukup banyak, tidak apa-apa kan Frins jika ibu ikut tidur di sini malam ini?"ujar Buyi. " Tentu saja tidak bu, justru aku juga merasa senang sudah lama aku tidur tanpa di temani orang lain meskipun dalam keadaan yang cukup membuat ku takut seperti ini, kadang aku juga merasa takut dengan keadaan yang begitu buruk karena diluar turun hujan yang lebat ditambah suara petir yang beberapa kali menyambar bu, tapi harus bagaimana lagi ketika aku berada di rumah dan orang tua ku keluar kota untuk bekerja aku tentu saja hanya bisa menenangkan diri ku sendiri tanpa bisa meminta di temani oleh siapapun, tapi sekarang sepertinya aku bisa beristirahat lebih tenang meskipun hujan lebat dan petir yang begitu banyak menyambar diluar karena ada kau yang menemani ku bu,"ujar Frins. " Uhh kasihan sekali anak ibu ini, jika dalam keadaan yang buruk seperti itu kenapa kau tidak menghubungi ibu atau Komi agar kau bisa datang kemari saja Frins, ibu akan menyuruh Komi menjemput mu, kasihan sekali kau ibu begitu bisa membayangkan kau yang berdiam diri sendiri di rumah mu tanpa ada siapapun yang menemani mu. Kau pasti sangat merasa ketakutan harus di hadapkan dengan hujan dan petir yang terus-menerus ada sepanjang malam. Ibu bisa membayangkan rasa takut yang kau rasakan saat itu Frins, kau anak yang baik dan pemberani tapi meskipun begitu ibu harap kau tidak merasakan takut itu sendiri lagi Frins lain kali jika kau sedang di hadapkan dengan situasi seperti itu dan merasa takut hubungi aku atau Komi, jika kau mau ibu akan menyuruh Komi menjemput mu sehingga kau bisa tidur saja lagi di sini. Ya sudah Frins ini sudah malam, ibu juga sudah merasa tenang karena sudah menceritakan apa yang ibu rasakan meskipun sebenarnya mungkin itu hanya perasaan ibu saja bukan karena ada sesuatu ancaman, dan sepertinya ibu bisa tidur sekarang jadi Frins ayo lebih baik kita tidur sekarang ini sudah akan sangat larut tidak bergadang Frins,"ujar Buyi mengatakan jika dirinya sudah merasa tenang dan sepertinya bisa beristirahat karena sudah menceritakan apa yang di rasakannya meskipun masih ada perasaan tak enak yang Buyi rasakan saat itu, dan karena waktu sudah larut malam tentu saja Buyi langsung mengajak Frins untuk beristirahat dulu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD