Dasar Kau Frins.

1512 Words
Dan ketika Frins sudah kembali dengan membawa minuman hangat untuk mereka minum Komi pun tentu saja langsung kembali duduk, sambil langsung saja minum coklat panas yang sudah Frins buatkan untuknya saat itu, sambil Frins yang mencoba menghubungi ibu Komi yang tengah berada di rumah tentunya untuk bicara mengenai Komi yang akan ijin pulang terlambat karena Komi yang terjebak hujan saat itu. " Bu ini aku Frins. Aku ingin meminta maaf sekaligus ijin mengenai Komi yang sekarang masih ada di rumah ku karena hujan malah turun dengan cukup deras aku harap ibu bisa mengerti dan tidak marah kepada Komi yang sekarang belum bisa pulang bu,"ujar Frins. " Mengenai itu kau tenang saja Frins jika ibu tahu Frins sedang ada bersama mu ibu tidak akan merasa cemas atau khawatir karena Komi ada bersama orang yang tepat, tenang saja kau usah minta maaf ibu mengerti keadaan yang membuat Komi belum bisa pulang sekarang,"ujar Buyi lewat sambungan telepon saat itu. " Ya bu terima kasih jika seperti itu, tapi bu aku juga ingin meminta ijin apa boleh Komi menginap di rumah ku jika hujan tidak kunjung reda," " Frins apa kau gila?"ujar Komi memotong pembicaraan Frins saat itu. " Diam lah Komi, aku melakukan hal yang benar kan. Bagaimana menurut mu bu? apa kau mengijinkan Komi menginap di rumah ku? aku khawatir kepada Komi jika sampai Komi harus pulang dengan keadaan cuaca yang buruk,"ujar Frins menyuruh Komi diam, dan langsung kembali bicara kepada Buyi. " Itu hal yang baik Frins, tapi apa tidak akan merepotkan mu dan orang tua mu jika sampai Komi menginap di rumah mu Frins?"tanya Buyi. " Orang tua ku belum pulang karena mungkin ada sebuah masalah yang menghambat mereka untuk pulang bu,"jawab Frins. " Ya sudah Frins jika seperti itu kau bisa pikirkan apa yang terbaik untuk Komi, jika kau tidak merasa keberatan Komi menginap di rumah mu yang kosong tanpa ada orang lain kau katakan saja pada nya, ibu mengerti jika apa yang kau lakukan karena demi untuk kebaikan,"jawab Frins. " Ya bu terima kasih, aku percaya kepada Komi jika dia tidak akan melakukan hal yang aneh bu dan tentu saja aku tidak keberatan, aku khawatir jika membiarkan Komi pulang dalam keadaan cuaca yang sedang buruk seperti ini," " Tidak bu Frins bercanda, sebentar lagi aku akan pulang bu,"Ujar Komi memotong pembicaraan Frins. " Hahaha Frins akan urus saja bagaimana baiknya di sana Komi, ingat kau jangan aneh-aneh Komi ibu percaya pada kalian,"ujar Buyi. " Baik bu terima kasih,"ujar Frins sambil menutup teleponnya. " Oh sial apa kau gila Frins?"tanya Komi sedikit kaget. " Gila? jika aku gila mungkin sepertinya aku akan sudah menggigit perut mu dan membunuh ku di rumah yang tidak ada siapa-siapa ini Komi. Tapi aku tidak melakukan itu karena aku memang tidak gila dan masih waras,"ujar Frins. " Iya tetapi Frins bagaimana bisa kau mengijinkan ku menginap di rumah mu dengan keadaan rumah kosong seperti ini. Hanya ada kau dan aku,"ujar Komi sedikit panik. " Kau sahabat ku Komi tentu saja aku mengijinkan mu, aku sudah bilang kan tadi aku khawatir jika sampai kau harus pulang dengan keadaan diluar yang sedang turun hujan deras, sekarang jadi untuk memberitahu ibu mengenai keadaan mu yang terjebak di sini karena aku takut hujan akan terus berlanjut sekalian saja aku ijin padanya agar kau bisa menginap di sini saja Komi. Kenapa apa kau takut?"ujar Frins. " Takut? apa yang harus aku takutkan Frins? justru jika kau bertanya mengenai takut atau tidak, akulah yang harus bicara pada mu kau takut atau tidak dengan aku yang menginap disini karena tuaku mu sedang kosong tidak ada siapapun, jadi jika aku berniat melakukan sesuatu aku bisa melakukan apapun yang aku mau Frins hahaha,"ujar Komi saat itu jadi bicara dengan nada menakutkan menjawab pertanyaan Frins. " Ya baiklah jika seperti itu lakukan lah Komi, lakukan apa yang kau mau anggap saja ini rumah mu sendiri,"ujar Frins. " Kau tidak takut Frins?"tanya Komi. " Takut? haha apa yang harus aku takutkan Komi, justru akulah yang bicara pada ibu mu, meminta ijin padanya agar kau lebih baik menginap disini karena aku khawatir jika harus menyuruh ku pulang dengan keadaan yang buruk seperti ini,"ujar Frins. " Oh ya baiklah terima kasih Frins. Tapi aku tetap berpikir jika sampai hujan cukup reda atau bisa reda aku akan pulang saja Frins aku tidak ingin merepotkan mu karena harus menginap di sini,"ujar Komi. " Ya terserah kau saja Komi, yang penting aku sudah mencoba melakukan hal yang baik untuk mu sekarang ini kelanjutannya aku serahkan pada mu Komi, apapun yang akan kau lakukan aku tak memaksa mu untuk menginap disini apa lagi mengusir mu menyuruh mu untuk pulang,"ujar Frins. " Ya baik Frins aku mengerti dengan apa yang kau katakan dan maksudkan, terima kasih untuk kebaikan mu,"ujar Komi berterima kasih saja. " Kau bebas melakukan apapun Komi, kau bebas. Aku tidak melarang apapun yang kau inginkan bahkan jika kau inginkan aku untuk menemani tidur mu, aku tidak merasa keberatan Komi aku akan lakukan itu,"ujar Frins dalam hatinya. " Baiklah Frins jadi sekarang apa yang akan kita lakukan? berdiam diri menunggu hujan reda?"tanya Komi. " Tentu tidak Komi, aku baru ingat jika terakhir kita makan ketika hari masih siang tadi Komi, tentu saja sekarang kita harus makan kembali karena aku yakin jika kau sudah kembali merasa lapar sekarang. Jadi ayo Komi, ke dapur aku akan masakan sesuatu untuk kau makan malam ini,"ujar Frins. " Oh ya sepertinya itu ide yang baik, aku akan membantu mu Frins,"jawab Komi. Mereka pun pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk di masak untuk makan malam hari ini. Awalnya acara memasak Frins dan Komi berjalan biasa saja mereka saling menyiapkan bahan makanan yang akan di masak saat itu, sehingga semuanya berubah ketika Frins tak sengaja mengoleskan tepung ke tangan Komi. Mereka pun saling menatap dengan Frins yang mulai bicara. " Oh maaf Komi, aku tidak sengaja mengoleskan tepung ke tangan mu hehe,"ujar Frins. " Ya tentu Frins, tenang saja,"jawab Komi padahal dalam pikirannya dengan tertawa kecil Komi sudah menyiapkan pembalasan kepada Frins. Dan perlahan ketika Komi juga membuat bahan makanan menggunakan tepung Komi pun tiba-tiba mengoles tepung dengan tangannya lalu langsung saja mengoleskan tepung tersebut ke pipi Frins. " Oh maaf Frins aku tak sengaja melakukan hal itu, aku melihat ada noda yang menempel di pipi mu tadi tapi aku lupa jika tangan ku sedang di lumuri oleh tepung baiklah Frins sepertinya aku akan membersihkan noda tepung ini saja dari pipi mu kemarilah,"ujar Komi meminta maaf padahal saat itu yang Komi pikirkan bukan akan membersihkan tepung yang ada di pipi Frins tapi justru mengoles lagi tepung tersebut ke wajah Komi, jahil. Dan saat itu pun tentu saja Frins tahu jika Komi jahil kepadanya bukannya Komi menghapus noda tepung yang tadi ada di pipi Frins tapi Komi malah terus saja mengoleskan kembali tepung di pipi Komi sehingga saat itu wajah Frins pun malah jadi di penuhi dengan tepung karena Komi yang saat itu kembali jahil kepada Frins, dengan cepat tentu saja saat itu Frins langsung membalas kejahilan Komi yang sudah di lakukannya dengan langsung saja mengambil segenggam tepung dengan cepat Komi pun langsung saja menaburkan tepung tersebut ke kepala Komi, bukan hanya itu tentu nya Frins pun langsung saja mengoleskan kembali tepung tersebut di wajah Komi. Dan saat itu suasana hangat pun mereka ciptakan dengan saling tertawa karena kejahilan mereka berdua yang begitu sangat menghangatkan suasana, hingga ketika mereka terus saja saling melakukan kejahilan mereka Frins terjatuh karena lantai yang licin dilumuri oleh tepung. Melihat Frins yang akan terjatuh saat itu Komi pun langsung saja sigap menangkap Frins, sehingga meskipun Frins terjatuh Frins tidak merasa sakit karena Komi yang bisa menangkapnya dan sama-sama terjatuh di lantai dengan posisi Frins berada di bawah dan Komi ada di atas tubuh Frins. Mereka pun saling tersenyum dan tertawa saat itu hingga tak berselang lama perlahan Komi pun mendekatkan bibirnya kepada Frins dan langsung saja berciuman mesra di sana. " Ayo Frins aku bantu kau untuk bangun,"ujar Komi ketika mereka sudah selesai saling berciuman mesra. " Ya Komi terima kasih,"jawab Frins. " Sepertinya kita harus membersihkan sedikit noda tepung yang ada di kepala dan wajah kita Frins,"ujar Komi. " Ya tentu saja seperti itu Komi. Yasudah ayo,"jawab Frins sambil menarik Komi ke toilet untuk sama-sama membersihkan tepung yang memenuhi kepala hingga wajah mereka. Dan tentu saja di toilet mereka sama membersihkan noda tepung yang ada di kepala dan wajah mereka, tanpa melakukan hal lain saat itu hingga pada akhirnya mereka pun bis dengan cepat membersihkan tepung-tepung yang ada di kepala dan wajah mereka. Dan setelah itu mereka langsung saja kembali menyiapkan makanan yang akan mereka santap malam itu. Karena mereka fokus memasak saat itu mereka pun bisa dengan cepat selesai memasak makanan untuk makan malam mereka saat itu hingga mereka pun langsung berniat untuk membawa semua makanan tersebut ke meja makan. " Wow masakan yang sungguh menggugah selera Frins kau benar-benar pintar dalam hal memasak aku menyukai ini. Ayo kita bawa semua makanan ini ke meja dan langsung kita nikmati, aku jadi merasa sangat lapar karena melihat hidangan yang kau masak ini Frins,"ujar Komi memuji Frins karena masakannya yang begitu sangat menggugah selera Komi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD