"Kok ditonjok?" Dengan polosnya pertanyaan itu keluar dari mulut Rigi. Lelaki itu memegangi rahangnya yang terasa nyeri akibat jotosan Tari. Dengan rasa panik, Tari pun memastikan keadaan Rigi. Ia akui tenaganya memang cukup kuat tadi. Tari pun memegang rahang Rigi, dan memastikan apakah ada luka serius di sana. "A--aku minta maaf, kamu baik-baik saja kan? Ada yang luka? Rahangnya gak penceng kan?" Pertanyaan Tari membuat bibir Rigi mengerucut. Mayang dan Siska pun kompak menahan tawa karena pertanyaan konyol Tari. "Oh, jadi kamu mau bikin bibir saya penceng? Calon istri macam apa?" Tari terlihat gelagapan. Bukan maksudnya seperti itu, tapi ia belum terbiasa. "Kok, manggilnya masih saya? Kayak orang asing saja!" protes Mayang ketika sang putra masih bersikap kaku pada calon istrinya.

