Tari mendorong tubuh Rigi agar posisi mereka tak terlalu dekat, Ia merasa gugup lantaran jarak mereka hampir tak bersekat. Bahkan, gadis itu bisa merasakan aroma harum daun mint dari napas Rigi yang berembus. "Sana! Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan!" oceh Tari. Rigi mengernyit heran, mengapa gadis itu memakinya? Harusnya kan dia yang marah. " Rigi bangkit dari posisinya, lalu berdiri membersihkan bajunya yang terkena debu. "Siapa yang ambil kesempatan dalam kesempitan? Yang bikin jatuh kan kamu, ngapain pakai lompat segala!" Tari pun bangkit, lalu mengibas-kibaskan tangannya pada gaun yang terkena debu. Ia menatap Rigi tajam, lalu berusaha membela diri. "Ya kamu bilang aku berat, aku kan takut kamu gak kuat gendong aku, mangkanya aku lompat, daripada kena banting," ujarnya tanpa

