"wisnu, emmm .... " Tari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Pandangannya menatap Rigi tajam. Ia takut salah bicara pada Mayang. "Cem-ceman Tari, Ma," sahut Rigi membuat Tari melotot tajam. Bagi Tari, Rigi seperti cari mati dengan mengatakan itu pada mamanya. Mayang menatap Tari penuh telisik. Matanya menyorot tajam pada gerak-gerik gadis itu. Tari pun berusaha membela diri, karena pada nyatanya, mereka hanya sebatas teman. Tari menggeleng yakin, wajahnya dibuat setegas mungkin. "Gak, Ma. Mas Rigi bohong. Orang kita cuman temen, kok." Tari beralih menatap Rigi. Sungutnya mulai keluar, "Gak usah fitnah deh, orang situ yang pacaran di kampus malah nuduh-nuduh." Mayang percaya jika Tari tak akan macam-macam, beda cerita jika lelakinya yang mendekati. Gadis itu terlihat sangat susah me

