Keesokan harinya “By, Arsyila berangkat dulu!” pamitnya tanpa mencium punggung tangan Elfathan. Dengan cepat Elfathan menahan pergelangan tangan istrinya. Sejak semalam sikap Arsyila berbeda dari biasanya. Ia tahu kenapa sikap istrinya berubah. “Kamu belum sarapan Arsyila.” “Nggak perlu! Arsyila nggak lapar.” “Tapi…” “Arsyila ada kelas pagi, By.” Jawabnya sembari menarik tangannya secara paksa. “Hubby antar!” Elfathan tidak mau kalah. Ia langsung berdiri berniat mengantar istrinya. “—“ Arsyila terdiam. Ia tidak membantah, bahkan tidak mengatakan apapun antara meng-iyakan atau tidak. Saat ingin melangkah tiba-tiba… Tringg.. Ponsel Elfathan berdering pertanda ada telepon masuk. Arsyila menatap dengan rasa penasaran. “Siapa?” tanyanya dengan wajah dingin. “Em.. teman.” Elf

