BAB 24

1213 Words

Elfathan fokus dengan pekerjaannya karena kemarin seharian penuh ia tidak datang ke kantor. Bukan karena lalai dengan tanggung jawabnya, melainkan ada urusan lain yang harus diselesaikan. Dan saat ini pekerjaannya menumpuk. “Selamat pagi, Pak Ceo!” Haikal membuka pintu ruang kerja sahabatnya, Elfathan. Ia datang bersama Nizar, seperti biasa. Tiada hari tanpa ada gangguan dari kedua laki-laki itu. Elfathan langsung menghela nafas setelah melihat kedatangan dua sahabatnya tersebut. Ia mengabaikan kedatangan mereka dan melanjutkan pekerjaannya. Ia fokus dengan laptop di hadapannya. Nizar dan Haikal duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. “Kemarin ke mana?” tanya Nizar Pertanyaan Nizar mambuat Elfathan berhenti sejenak. Tiba-tiba Elfathan teringat dengan Raisa. Ia dilema antara menc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD