“Aahh…” “Owhh.. Hubby…” Arsyila meremas rambut suaminya sebagai pelampiasan. Sesekali ia menekan kepala Elfathan agar semakin dalam melakukannya. Saat membuka mata tiba-tiba Elfathan sudah menyerangnya. Saat ini laki-laki itu sedang mengisi energynya agar semakin menjalani aktivitas setelah ini. Elfathan minum seperti Bayi yang sedang kehausan. “Enghh..” “Teruss, By!” Arsyila meracau mengeluarkan suara indahnya. Suaranya menggema di dalam ruangan tersebut. Hal itu membuat Elfathan semakin bersemangat melakukannya. “Sshh.. jangan digigit, By! Sakit!” “Emhh..” Arsyila menggigit bibir bawahnya. Tangan Elfathan satunya tidak mau diam begitu saja. Ia memainkan squisy tersebut dengan gerakan lihai. Tubuh Arsyila bergetar hebat merasakan sensasi luar biasa. Padahal tadi malam Elfath

